10
Nov
07

Batik Tanah liat (liek)

Oleh Hifni Hfd

Selama ini kita hanya mengenal bahwa batik berasal dari tanah Jawa. Batik dipakai untuk acara resmi atau non resmi. Selain batik yang berasal dari tanah Jawa, kita akan menemukan pula batik-batik dari daerah lain, antara lain ;batik Jambi, batik Bengkulu, batik Sasirangan, dll. Tidak ada yang percaya di Ranah Minang terdapat pula batik, yang dikenal dengan sebutan batik tanah liat (tanah liek). Seperti yang aku lihat dari pakaian yang dipakai oleh para bundo kandung, dalam upacara penerimaan tamu resmi di Ustano Silindung Bulan di Batusangkar – Sumbar pada beberapa waktu yang lalu. Uniknya, batik tersebut digunakan bersama kain “balapak” (songket) dengan penutup kepala seperti tanduk kerbau atau “talakuak” . Pemakaian selendang batiknya, juga khas, karena seledang itu diselempangkan antar bahu ke bahu, seperti tampak pada gambar wanita yang sedangan menyambut tamu ini..
Batik tanah liat ini sangat khas, sesuai dengan tema yang diambil dari alam terkembang. Disebut tanah liat, karena warna dasar batik itu adalah coklat seperti warna tanah. Adapun motif lukisan pada kain batik itu, antara lain; tumbuhan merambat atau akar berdaun, keluk daun pakis, pucuk rebung, dll. Yang jelas lukisan yang tampil sebagai motif batik tanah liat bersifat lukisan non figuratif, tidak bermotifkan lambang-lambang atau simbol-simbol. Apa yang membedakan batik tanah liat itu dengan batik-batik yang diproduksi di tanah Jawa?. Di Jawa kita mengenal nama batik ; sidomukti, parang rusak, trumtum, dan nama-nama lainnya.
Ketika aku menelusuri lebih lanjut tentang batik tanah liat ini, ternyata pemakaian batik tanah liat ini telah berlangsung puluhan tahun yang lalu.
Saat ini di kota Padang, terdapat seorang pengusaha wanita yang memproduksi batik-batik tanah liat itu. Namun sayangnya, ia telah bertekad untuk membatasi produksi batik itu yang tidak seimbang dengan omzet yang ia terima. Menurutnya para ibu-ibu dari Jawa dan kota-kota diluar Sumbar sering berdatangan ke gerainya yang terletak di daerah Sawahan Padang. Merek ternyata berburu batik tanah liat itu dan dibawanya kembali ke daerah asalnya. Harganya ? diatas 500 ribu rupiah.

1 Response to “Batik Tanah liat (liek)”


  1. October 2, 2009 at 11:01 am

    Mana contoh foto Batik Tanah Liek itu?
    Kok ndak ada? :) adain donk biar kita tau juga…


Leave a Reply




Hifni H. Nizhamul

Pengunjung

  • 68,141 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

ARSIP

Flickr Photos

Day Three Hundred Fifty Three

Dead D70s

Christmas!

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory