Ditulis oleh : Hifni Hfd
Arti seiya adalah ber .. ya..ya…. Pasangannya adalah bertidak – tidak atau ber bukan- bukan. Arti sekata adalah kebulatan kata. Seiya dan sekata mengandung arti, bahwa apabila semua individu telah menentukan kesepakatan dan kebulatan kata, maka secara sungguh-sungguh harus melaksanakannya. Bukan asal mufakat, bukan meng –iya-iya saja atau mengikuti hirarkhi dalam pengambilan keputusan. Petuah alam telah menguraikan bahwa dalam suatu kelompok hirarkhi dalam pengambilan keputusan ditetapkan sebagai berikut : „ kemenakan beraja ke mamak. Mamak beraja ke penghulu. Penghulu beraja ke mufakat. Mufakat ber raja ke alur dan patut“. Mufakat merupakan kebulatan pendapat yang diperoleh dari hasil seiya sekata tadi, sebagaimana pepatah yang berbunyi ; “ Bulat air karena buluh (bambu). Bulat kata karena mufakat“.
Dalam pengertian sosial, maka seiya sekata menunjukkan kesejajaran manusia dan individu dalam menetapkan suatu masalah. Dengan dilandasi kesamaan dan kebersamaan, maka seiya dan sekata merupakan kebultan kata yang melahirkan mufakat. Dari pandangan demokratisasi, tidak selamanya mufakat adalah hasil dari kebulatan kata. Dapat juga berasal dari perbedaan pendapat, yang dinyatakan seperti dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ; bersilang kayu dalam tungku, disana nasi akan masak” Maksudnya ? Api barulah akan berkobar dalam tungku, apabila kayu diletakkan saling bersilangan. Nasi yang dimasakpun akan cepat matang.
Dengan demikian suatu permusyawaratan dan permufakat yang berasal dari kebulatan kata itu diperlukan pula pikiran yang berbeda, agar masalah dapat








0 Responses to “Seiya sekata ;”