<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: PERSIAPAN SI SABAI MANJALANG PILKADA ~ sebagai jawaban bagi aktivis perempuan minang</title>
	<atom:link href="http://bundokanduang.wordpress.com/2008/05/30/persiapan-si-sabai-manjalang-pilkada-sebagai-jawaban-bagi-aktivis-perempuan-minang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bundokanduang.wordpress.com/2008/05/30/persiapan-si-sabai-manjalang-pilkada-sebagai-jawaban-bagi-aktivis-perempuan-minang/</link>
	<description>Bundo Kanduang Minangkabau</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 07:02:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Mengukur Kepopuleran &#171; Anggun Gunawan Zone</title>
		<link>http://bundokanduang.wordpress.com/2008/05/30/persiapan-si-sabai-manjalang-pilkada-sebagai-jawaban-bagi-aktivis-perempuan-minang/#comment-77</link>
		<dc:creator>Mengukur Kepopuleran &#171; Anggun Gunawan Zone</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 02:28:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bundokanduang.wordpress.com/?p=235#comment-77</guid>
		<description>[...] Bundo Kanduang [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Bundo Kanduang [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ~padusi~</title>
		<link>http://bundokanduang.wordpress.com/2008/05/30/persiapan-si-sabai-manjalang-pilkada-sebagai-jawaban-bagi-aktivis-perempuan-minang/#comment-75</link>
		<dc:creator>~padusi~</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 06:12:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bundokanduang.wordpress.com/?p=235#comment-75</guid>
		<description>nanda Anggun,
Salam buat anakku yang mencari ilmu dinegeri orang. ~padusi~ adalah bundamu nak. karena ~padusi~ Hifni hfd - hyvny@yahoo.com.di rantaunet. ingat ??? ketika bunda memberi nasehat pada generasi muda agar senantiasa bangkit untuk meraih prestasi didunia pendidikan khususnya untuk nanda anggun dan dewi. 
terima kasih atas informasi yang nanda berikan. Suatu saat info ini sangat berguna bagi bunda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nanda Anggun,<br />
Salam buat anakku yang mencari ilmu dinegeri orang. ~padusi~ adalah bundamu nak. karena ~padusi~ Hifni hfd &#8211; <a href="mailto:hyvny@yahoo.com.di">hyvny@yahoo.com.di</a> rantaunet. ingat ??? ketika bunda memberi nasehat pada generasi muda agar senantiasa bangkit untuk meraih prestasi didunia pendidikan khususnya untuk nanda anggun dan dewi.<br />
terima kasih atas informasi yang nanda berikan. Suatu saat info ini sangat berguna bagi bunda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: greata</title>
		<link>http://bundokanduang.wordpress.com/2008/05/30/persiapan-si-sabai-manjalang-pilkada-sebagai-jawaban-bagi-aktivis-perempuan-minang/#comment-72</link>
		<dc:creator>greata</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 23:34:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bundokanduang.wordpress.com/?p=235#comment-72</guid>
		<description>Note: Tambahan 

Menjadi laki-laki atau perempuan adalah takdir yang tidak bisa dibantah dan diingkari oleh seseorang. Jenis kelamin adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Oleh karena itu, hal ini bersifat alami, kodrati dan tidak bisa berubah. Sedangkan penilaian terhadap kenyataan sebagai laki-laki atau perempuan oleh masyarakat dengan sosial dan budayanya dinamakan dengan gender ( Ilyas, Yunahar; 12-13 ).

Konstruk sosial dan budaya yang menempatkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan telah melahirkan paham feminisme. Feminisme adalah suatu filsafat luas yang memperhatikan tempat dan kodrat perempuan dalam masyarakat (Smith, Linda dan William Rapper; 228).

Secara garis besar, ada 4 mainstream aliran feminisme:

a. Feminisme Liberal
Mereka mengusahakan perubahan kedudukan perempuan dalam masyarakat dengan mengubah hokum. Mereka percaya bahwa perempuan telah ditindas oleh hokum yang dibuat oleh laki-laki. Dengan mengubah hokum (misalnya, dengan mengizinkan perempuan memilih, mempertahankan milik mereka sendiri setelah perkawinan, untuk cerai), tempat perempuan di masyarakat harus berubah seterusnya ( Smith, Linda dan William Rapper; 229).

b. Feminisme Radikal
Mereka percaya bahwa pengertian paling mendalam mengenai keadaan perempuan telah dibentuk dan diselewengkan oleh laki-laki. Dengan mengubah hokum, kaum feminisme Radikal percaya tidak akan mengubah prasangka-prasangka mendalam yang dimiliki oleh kaum laki-laki terhadap perempuan. Kaum feminisme radikal ingin menemukan suatu pemahaman baru mengenai apa artinya menjadi perempuan, dan suatu cara yang sama sekali baru untuk hidup bagi perempuan di dalam dunia kita ( Smith, Linda dan William Rapper; 229).

c. Feminisme Marxis
Feminisme Marxis berpendapat bahwa ketertinggalan yang dialami perempuan bukan disebabkan oleh tindakan individu secara sengaja tetapi akibat struktur sosial, politik dan ekonomi yang erat kaitannya dengan system kapitalisme. Menurut mereka, tidak mungkin perempuan dapat memperoleh kesempatan yang sama seperti laki-laki jika mereka masih tetap hidup dalam masyarakat yang berkelas ( Ilyas, Yunahar; 18 ).

d. Feminisme Sosialis
Menurut mereka hidup dalam masyarakat yang kapitalistik bukan satu-satunya penyebab utama keterbelakangan perempuan. Menurut mereka, penindasan perempuan ada di kelas manapun. Gerakan feminisme Sosialis lebih menfokuskan kepada penyadaran akan posisi mereka yang tertindas. Timbulnya kesadaran ini akan membuat kaum perempuan bangkit emosinya, dan secara kelomok diharapkan untuk mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominant ( laki-laki), sehingga diharapkan dapat meruntuhkan sistem patriakhi (Ilyas, Yunahar; 21).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Note: Tambahan </p>
<p>Menjadi laki-laki atau perempuan adalah takdir yang tidak bisa dibantah dan diingkari oleh seseorang. Jenis kelamin adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Oleh karena itu, hal ini bersifat alami, kodrati dan tidak bisa berubah. Sedangkan penilaian terhadap kenyataan sebagai laki-laki atau perempuan oleh masyarakat dengan sosial dan budayanya dinamakan dengan gender ( Ilyas, Yunahar; 12-13 ).</p>
<p>Konstruk sosial dan budaya yang menempatkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan telah melahirkan paham feminisme. Feminisme adalah suatu filsafat luas yang memperhatikan tempat dan kodrat perempuan dalam masyarakat (Smith, Linda dan William Rapper; 228).</p>
<p>Secara garis besar, ada 4 mainstream aliran feminisme:</p>
<p>a. Feminisme Liberal<br />
Mereka mengusahakan perubahan kedudukan perempuan dalam masyarakat dengan mengubah hokum. Mereka percaya bahwa perempuan telah ditindas oleh hokum yang dibuat oleh laki-laki. Dengan mengubah hokum (misalnya, dengan mengizinkan perempuan memilih, mempertahankan milik mereka sendiri setelah perkawinan, untuk cerai), tempat perempuan di masyarakat harus berubah seterusnya ( Smith, Linda dan William Rapper; 229).</p>
<p>b. Feminisme Radikal<br />
Mereka percaya bahwa pengertian paling mendalam mengenai keadaan perempuan telah dibentuk dan diselewengkan oleh laki-laki. Dengan mengubah hokum, kaum feminisme Radikal percaya tidak akan mengubah prasangka-prasangka mendalam yang dimiliki oleh kaum laki-laki terhadap perempuan. Kaum feminisme radikal ingin menemukan suatu pemahaman baru mengenai apa artinya menjadi perempuan, dan suatu cara yang sama sekali baru untuk hidup bagi perempuan di dalam dunia kita ( Smith, Linda dan William Rapper; 229).</p>
<p>c. Feminisme Marxis<br />
Feminisme Marxis berpendapat bahwa ketertinggalan yang dialami perempuan bukan disebabkan oleh tindakan individu secara sengaja tetapi akibat struktur sosial, politik dan ekonomi yang erat kaitannya dengan system kapitalisme. Menurut mereka, tidak mungkin perempuan dapat memperoleh kesempatan yang sama seperti laki-laki jika mereka masih tetap hidup dalam masyarakat yang berkelas ( Ilyas, Yunahar; 18 ).</p>
<p>d. Feminisme Sosialis<br />
Menurut mereka hidup dalam masyarakat yang kapitalistik bukan satu-satunya penyebab utama keterbelakangan perempuan. Menurut mereka, penindasan perempuan ada di kelas manapun. Gerakan feminisme Sosialis lebih menfokuskan kepada penyadaran akan posisi mereka yang tertindas. Timbulnya kesadaran ini akan membuat kaum perempuan bangkit emosinya, dan secara kelomok diharapkan untuk mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominant ( laki-laki), sehingga diharapkan dapat meruntuhkan sistem patriakhi (Ilyas, Yunahar; 21).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: greata</title>
		<link>http://bundokanduang.wordpress.com/2008/05/30/persiapan-si-sabai-manjalang-pilkada-sebagai-jawaban-bagi-aktivis-perempuan-minang/#comment-71</link>
		<dc:creator>greata</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 23:16:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bundokanduang.wordpress.com/?p=235#comment-71</guid>
		<description>terima kasih kepada UNi pemilik blog ini yang telah memasukan tulisan saya ke blog ini...
salam kenal ya Uni.

mungkin ada hal yang perlu saya jernih terkait pengertian gender dalam term feminisme. sepanjang pengetahuan saya, gender tidak berarti jenis kelamin. sebagaimana yang dicantumkan dalam artikel wisran hadi. gender lebih kepada konstruk sosial yang meletakan perempuan dibawah laki-laki. berbeda antara jenis kelamin dalam artian sebuah takdir biologis dengan sistem masyarakat yang mengatur hubungan antara pria dan wanita.

oleh karena itu, banyak pula pria yang mengaku penganut feminisme karena memang feminisme bukan milik wanita melulu. feminisme lahir atas kesadaran ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi. Uda Indra J Piliang juga mengatakan dirinya feminis. dan banyak filsuf2 pria yang seperti itu...

Gunawan (23Th-Male-Jogja)
Filsafat UGM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih kepada UNi pemilik blog ini yang telah memasukan tulisan saya ke blog ini&#8230;<br />
salam kenal ya Uni.</p>
<p>mungkin ada hal yang perlu saya jernih terkait pengertian gender dalam term feminisme. sepanjang pengetahuan saya, gender tidak berarti jenis kelamin. sebagaimana yang dicantumkan dalam artikel wisran hadi. gender lebih kepada konstruk sosial yang meletakan perempuan dibawah laki-laki. berbeda antara jenis kelamin dalam artian sebuah takdir biologis dengan sistem masyarakat yang mengatur hubungan antara pria dan wanita.</p>
<p>oleh karena itu, banyak pula pria yang mengaku penganut feminisme karena memang feminisme bukan milik wanita melulu. feminisme lahir atas kesadaran ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi. Uda Indra J Piliang juga mengatakan dirinya feminis. dan banyak filsuf2 pria yang seperti itu&#8230;</p>
<p>Gunawan (23Th-Male-Jogja)<br />
Filsafat UGM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
