05
Jun
08

Ragam busana adat


Di Sumatra barat yang dikenal dengan ranah minang, terdapat beberapa variasi pakaian adat. Busana adat itu, umumnya dipakai pada hajad pernikahan pasangan mempelai. Perbedaan ragam busana ini berdasarkan pembagian beberapa adat nagari di Sumatra barat, yang dikenal dengan pembagian Luhak.  Dahulu minangkabau mengenal pembagian wilayah adat dengan sebutan ” LUHAK NAN TIGO. Kemudian dalam perkembangan kini, pembagian wilayah adat itu  dengan perbedaan ragam busana adatnya ditetapkan sebagai berikut.  yaitu :

1. Luhak nan Tuo, meliputi : Sungayang, Padang Magek, Batipuah, Batusangkar dan Lintau
Buo.

2. Luhak Nan Tangah, meliputi : Matua. Maninjau. Bayua, Kuari Limo. Jorong, dan Koto
Gadang

3. Luhak Nan Bungsu, meliputi : Payakumbuh, dan Koto nan Ampek
4. Luhak rantau, meliputi : Solok, Pariaman, Padang, dan Painan.

(infor dari : Dra. SYOFYANI – seniwati, dosen dan pemilik sanggar SYOFYANI – Padang)

Pakaian adat yang menjadi busana pengantin kota Padang, Pariaman dan Painan, memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan busana daerah lain di Minangkabau. Dalam sejarah dan budaya asal Minangkabau, busana masyarakat di wilayah ini, dipengaruhi oleh busana Negeri Cina dan sedikit dipermodern dengan ala Eropa, khususnya bangsa Portugis. Hal ini terlihat dari segi corak dan pemilihan warna, yang cenderung berwarna cerah. Umumnya perpaduan warna : Merah, kuning, dan hijau. . Berbeda halnya dengan daerah lain, busana yang digunakan cendrung berwarna hitam, kuning, merah.

pakaian bundokanduangPakaian Adat Bundo Kanduang

Pakaian adat Bundo Kanduang di Minangkabau pada hakekatnya sama, tidak terdapat perbedaan yang tajam antara luhak (daerah asal) dengan daerah rantau. Perbedaan hanya terlihat pada bentuk variasi dan hiasannya saja.
Seorang wanita yang diangkat sebagai Bundo Kanduang merupakan wanita yang memegang peranan dalam kaum atau sukunya. Tidak semua wanita di Minangkabau dianggap Bundo Kanduang karena harus memenuhi kriteria dan persyaratan seperti uraian di atas. Sehubungan dengan itu pakaian Bundo Kanduang dalam upacara-upacara adat mempunyai bentuk-bentuk tertentu dan berbeda dengan wanita lainnya. Pakaian Bundo Kanduang mempunyai bermacam-macam variasi, seperti yang terdapat di beberapa daerah di Minangkabau, namun mempunyai persamaan pokok yang merupakan satu kesatuan.

Adapun pakaian Bundo Kanduang menurut adat yang lazim.

baju-para-gadis

1. Tengkuluk :

Bagian kepala seorang wanita yang telah diangkat sebagai Bundo Kanduang pada waktu menghadiri upacara adat harus ditutup. Penutup kepala ini disebut tengkuluk yang dipakai dengan cara tertentu sehingga bentuknya menyerupai tanduk kerbau. Tutup kepala tersebut dibuat dari selendang tenunan Pandai Sikek. Di beberapa daerah terdapat beberapa cara memakainya sehingga bentuknya pun bervariasi. Di Kabupaten Agam ujungnya runcing, di Payakumbuh ujung pepat, di daerah Lintau Kabupaten Tanah Datar tanduknya bertingkat dan lain-lain.

2. Baju kurung

copy-3-of-picture-222

Baju yang dipakai oleh Bundo Kanduang dalam upacara adat disebut baju kurung yang melambangkan bahwa ibu tersebut terkurung oleh undang-undang yang sesuai dengan agama dan adat di Minangkabau. Baju kurung ini diberi hiasan sulaman benang emas dengan motif bunga kecil yang disebut tabua atau tabur. Warna baju kurung bermacam-macam menurut darah masing-masing, seperti hitam, merah tua, ungu atau biru tua. Pada lengan kiri, kanan atau pinggir bagian bawah baju diberi jahitan tepi yang disebut minsia, melambangkan bahwa Bundo Kanduang harus selalu berhati lapang, sabar menghadapi segala persoalan. Sedangkan hiasan tabur melambangkan kekayaan alam Minangkabau, warna hitam melambangkan Bundo Kanduang tahan tempa, tabah dan ulet, warna merah melambangkan keberanian dan tanggung jawab.

3. Kain sarung atau kodek

http://musicollection.indonetwork.net/group+52440/kain-songket.htm

Kain sarung yang dipakai oleh Bundo Kanduang dibuat dari kain balapak atau songket tenunan Pandai Sikek, Padang Panjang. Kain sarung ini berhiaskan benang emas atau perak dengan motif bunga, daun atau garis-garis geometris. Sedangkan tepinya dihiasi motif pucuk rebung. Kain sarung dipakai sebatas mata kaki melambangkan bahwa Bundo Kanduang harus mempunyai rasa malu, kesopanan, ketaatan beragama tetapi mudah melangkah. Hiasan tabur pada kain serung melambangkan pengetahuan Bundo Kanduang sebanyak bintang di langit, motif pucuk rebung melambangkan inisiatif dan gerak dinamis masyarakat Minangkabau.

4. Selandang
http://musicollection.indonetwork.co.id/1159345/kain-songket.htm

Setelah memakai baju kurung, di atas bahu kanan dipakai selendang atau selempang dari kain songket yang disebut kain balapak buatan Pandai Sikek. Cara memakainya di selempangkan dari bahu kanan ke bawah tangan kiri, melambangkan tanggung jawab yang dibebankan di pundak Bundo Kanduang, yang harus dilaksanakan dengan baik.
Sebagai pelengkap pakaian adat Bundo Kanduang antara lain selop atau sandal, kampie yaitu sejenis kantung kacil terbuat dari kain beludru sebagai tempat sirih pinang. Sebagai perhiasan antara lain kalung dan gelang. Kalung Bundo Kanduang ada beberapa macam, yaitu kalung cekik leher, kalung kaban, kalung rago-rago dan kalung panjang.
Leher sebagai lambang kebenaran akan tetap berdiri teguh dan sebagai pernyataan tetap menegakkan kebenaran dilambangkan dengan memberi hiasan kalung. Kalung juga melambangkan bahwa semua rahasia dikumpulkan oleh Bundo Kanduang dan sebagai pengatur ekonomi maka perlu menyimpan harta dalam bentuk emas yang sukar dihabiskan.
Selain kalung, hiasan lainnya adalah gelang, yaitu gelang gadang atau besar, gelang rago-rago dan gelang kunci manik. Pemakaian gelang melambangkan semua yang dikerjakan Bundo Kanduang harus dalam batas-batas tertentu, menjangkau ada batasnya, melangkahkan kaki juga ada batasnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Bundo Kanduang merupakan figur ibu sejati yang sangat diharapkan dan sangat berperan dalam masyarakat Minangkabau. Tidak semua wanita atau semua ibu mempunyai predikat Bundo Kanduang karena harus memiliki beberapa kriteria dan persyaratan tertentu yang digariskan menurut agama dan adat Minangkabau. Sebaliknya kaum ibu yang disebut Bundo Kanduang sangat dihormati dan dimuliakan. Kedudukan dan peranannya dalam adat sangat besar. Karena status tersebut, Bundo Kanduang mempunyai batas-batas yang digariskan oleh adat dalam berbuat, bertindak dan bertingkah laku. Gambaran Bundo Kanduang ini diwujudkan pula dalam pakaian adat yang dipakai dalam upacara tertentu, yang penuh dengan lambang dan makna.
Sayang sekali jika hal ini tidak diketahui oleh generasi muda, khususnya pendukung kebudayaan bersangkutan karena berarti tidak mengenal dan mencintai nilai budaya nenek moyang.

Sumber:
Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1995. Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara VI. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

http://uun-halimah.blogspot.com/2007/12/bundo-kanduang-ibu-sejati-menurut-adat.

About these ads

14 Responses to “Ragam busana adat”


  1. 1 Kurnia
    Maret 23, 2009 pukul 12:29 pm

    maksih yah….
    jadi q d usah susah2 cri ragam hias bwt tgs sni…
    skali lagi maksih yah….
    ^^

  2. Oktober 13, 2009 pukul 6:01 am

    Cuantik ya………….
    Klw q nikah nanti ama orang Padang ah…………

  3. Oktober 31, 2009 pukul 1:40 am

    walau saya bukan orang minangkabau tapi saya suka lihat baju pernikahan adat padang ini :D

  4. 4 Yossi Almayera
    Desember 5, 2009 pukul 9:01 am

    Tolong dong..
    Ku ada tugas nie,, cari filosofi yang terkandung dalam pakaian anak daro dan turun mandi di Pariaman!!
    Tolong banget,.. Nie tugas akhir, dah gak tau lagi mo dicari kemana..
    Tolong banget yah….
    Ni email addres ku: hikari_paradise22@yahoo.co.id

  5. 5 ~padusi~
    Desember 10, 2009 pukul 1:46 am

    salam sanak Komera,

    Orang Minangkabau dikenal sangat tinggi tutur katanya. Apalagi anda yang memiliki pengetahuan lebih silahkan anda koreksi secara baik tanpa menghujat.
    Saat ini ada pembagian wilayah, didalam pengaturan pakaian adat sebagaimana yag sudah saya uraikan diatas. Jika dulu dikenal dengan Luhak nan tigo – maka sekarang sebagaimana yang saya dapatkan informasinya dari seorang tokoh di Sumbar, pembagian wilayah seperti itulah.

    Wassalam,

    • 6 boy lnt
      Mei 17, 2012 pukul 10:41 pm

      bana tu bundo urang minang mampunyoi tutur kato nan sangaek tinggi…….
      dan kato2 nyo mampunyoi makna nan sangaek dalam pulo………
      tu lah mako nyo bun kalau ingin di katokan urang minang junjung tinggi lah adap dan etika nyo………

  6. 7 RIKA
    April 16, 2010 pukul 7:59 am

    Tlg donk………
    Aq da tg nich ttg pakaian bundo kanduang beserta maknanx!!!!!
    Tlg bgtzZZZ…….???????
    Bsk mau d!kmpul….
    Tlg bgt yach…
    Ne email address Q: E.LIZA@ROCKETMAIL.COM

  7. Januari 19, 2011 pukul 5:05 am

    permisi…ijin saya share potonya….

  8. 9 ansar salihin gayo padangpanjang
    Juni 8, 2011 pukul 5:45 am

    terima kasij atas infonya
    dengan ini memudahkan mahasiswa mencari bahan ttg kebudayaan melayu

  9. Juli 7, 2011 pukul 5:29 am

    sanak sanak ambo ado tugas

    baa caro nyo cari ragam busana tp 10 lembar nyo suruah nyo…

    tolong cike dih agiah tau ka ambo…

    mambana ambo aaa…..

  10. 11 afdhal_ali_fahmi
    Januari 3, 2012 pukul 8:41 am

    Sangat disayang, pemaknaan pakaian bundo kandung belum komprehensif disini, karena siapa benar bundo kandung itu belum dimengerti selengkapnya. Yang benar adalah; bundo kandung itu adalah satu-satunya perempuan dalam kaum yang tak bisa terbantahkan pendapatnya oleh seorang penghulu kaum, yaitu ibu kandung dari seorang penghulu kaum itu. Jadi di Minangkabau tak semua kaum ibu itu disebut Bundo Kandung. Pakaian Bundokandung itu minimal terdiri, baju hitam bersarung batik yang berarti pribadi beliau telah dikurung dengan adat dan pusaka yang tak dapat dibantah lagi oleh siapapun juga dalam kaum itu walau oleh seorang penghulu kaum itu. Sarung batik bermakna bahwa bundo kandung itu senatiasa memakai produksinya sendiri yang dibuatnya ketika muda. Tikuluak putih ditutupkan ke kepala sebagai makna bahwa dalam pikiran bundo itu selalu berisi pikiran yang suci. Tikuluak itu dilipatkan di kepala dari kanan dan kiri yang berarti pikiran bersih itu bertimbalan dalam pikiran bundo. Selendang panjang dilipatkan dari bahu kiri kekanan dan melambangkan bahwa si Bundo itu senantiasa akan menggendong pikiran dan pendapat yang baik-baik dalam kaum itu dan ditambah lagi tugas beliau membesarkan seluruh anak cucu dalam kaum itu agar menjadi anak berguna. Semoga pendapat yang sederhana ini dapat menjadi rujukan bagi kita dalam menempatkan bundokandung dalam posisinya yang sebenarnya.

  11. Februari 14, 2012 pukul 4:17 am

    Salamaik siang sanak
    Salamaik beraktivitas sajo………

  12. 13 risa afria nurlis
    Maret 18, 2012 pukul 2:38 pm

    info ini sangat bermanfaat sekali khususnya untuk “gadih minang”.
    namun sebagai generasi muda yg memiliki rasa keingin tahuan yg tinggi.saya ingin bertanya: apakah pakaian gadih minang yg di perlihatkan di atas sudah memenihi ABS SBK (apakah pakaian minang sudah termasuk kedalam kategori pakaian yg sesuaidg syariat islam (QS.al ahzab:56))
    terima kasih atas penjelasannya.

  13. 14 tasliatul fuad
    Agustus 21, 2012 pukul 9:12 am

    Saya ingin melihat ragam pakaian adat , rumah adat dan pakaian pemangku adat di seluruh Sumatera Barat, berhubung sangat bermanfaat bagi para guru dan mahasiswa, terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 514,785 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

ARSIP

Flickr Photos

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: