12
Jun
09

Filosofi Tari Piring Minang

Sumber : http://www.mediaindonesia.com
Dok.MI/ADE IRWANSYAH

Permainan piring di tangan penari Solok, Minangkabau, adalah peragaan cara membina rumah tangga. Ingin tahu filosofinya?

Begini, menurut pemahaman penduduk Sumatra Barat, gerakan tari piring melambangkan kerja sama ketika warganya berada di sawah. Koreografi ini meniru cara petani bercocok tanam dan menunjukkan ungkapan rasa syukur mereka saat menuai hasil panen yang bakal menghidupi seisi rumah.

Piring di tangan mereka diisi makanan yang lezat untuk dipersembahkan kepada dewa. Tetapi sejak agama Islam masuk, tari piring mempersembahkan sesajennya kepada majelis keramaian dan raja-raja atau pembesar negeri.

Kini, tari piring juga dipakai sebagai bagian dalam pernikahan tradisional karena pengantin dianggap sebagai raja sehari yang layak mendapat penghormatan. Butuh kecakapan memegang piring dan mengatur mimik muka yang tepat saat menarikannya.

Ketika penarinya bergerak cepat, atau disebut ayun, bersiaplah menyaksikan atraksi lempar piring. Piring yang mudah pecah itu akan dilontarkan tinggi-tinggi ke udara. Dan, penari menunjukkan kebolehan dalam mempermainkan piring di tangannya. Itulah bagian yang melambangkan kegembiraan tatkala musim panen tiba.

Pada bagian penutup, penari akan menghempaskan piring ke tanah dan mulai menari di atas pecahan piring. Inilah lambang kesucian dari niat para penari. Anehnya, tidak ada kaki yang terluka akibat menari melompat-lompat di atas beling.

Musik tari piring dibunyikan oleh gemerincing dua cincin di kedua tangan penari, berikut iringan meriah dari talempong dan saluang. Umumnya personel penari piring berjumlah ganjil dan terdiri dari tiga sampai tujuh orang. (HR/N-4/rmb)


1 Response to “Filosofi Tari Piring Minang”


  1. 1 ~padusi~
    June 12, 2009 at 9:23 am

    Assalamualaikum,

    Dusanak seperantauan,

    Agar tidak terjadi kesalah paham dari asli artikel ini, maka ~padusi~ sebagai pemandu blog ini, ingin mengkoreksi uraian artikel ini, bahwa didalam catatan kebudayaan minangkabau – etnis minang tidak mengenal mitologi dewa dewi.
    Sesungguhnya filosofi tari piring – hanyalah – simbol dari kegembiraan para petani disaat panen, yang kemudian mereka bergembira ria dan gerakan gerakan dinamis. Piring adalah wadahnya yang didalamnya terhidang aneka macam masakan. Wadan piring juga ada gambaran dari keaneka ragaman masakan khas minangkabau..

    Wassalam


Leave a Reply




Blog Stats

  • 63,616 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

 

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Flickr Photos

Eid mubarak :)

An ocean between us.

UT 3, 4 & The Milky Way [video]

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory