26
Jun
09

Migrasi adat perpatih ke negeri sembilan

muzium_negri.jpg

oleh : Hifni H. Nizhamul

Negeri Sembilan pada asalnya didiami oleh orang-orang asli daripada suku kaum Sakai, Semang dan Jakun. Mereka hidup berpindah randah, memburu, mengutip hasil hutan dan ada yang mula bertani.

Pada permulaan abad ke-14 Masehi, orang-orang Sumatra dari Tanah Minangkabau hijrah ke Negeri Sembilan melalui Melaka. Mereka menmpati wilayah Rembau. Orang Minangkabau ini kemudian berhasil memikiat hati penduduk Asli wilayah rembau ini. Orang minangkabau ini membawa tata cara adat mereka, seperti adat perkawinan yang menganut sistem matrilini. Disini, pada akhirnya berlakulah perkawinan antara orang-orang Minangkabau ini dengan penduduk asli sesuai dengan tata cara adat minangkabau. Keturunan orang – orang minangkabau ini dikenal dengan suku Biduanda.

Dalam sistem kemasyarakatan kala itu, Suku Biduanda memakai  sistem  kekuasan di Minangkabau. Apabila hendak memilih pemimpin/penghulu, mereka hanya akan memilih dari suku Biduan menurut tata cara yang sudah dikenalnya. Mengapa demikian ? Tidak lain, bahwa sistem kepemimpinan didalam masyarakat sudah jelas. Yaitu pewarisan harta pusaka jatuh kepada penguasaan perempuan, sedangkan ” sako “ jatuh kepada kemenakan laki-laki. Mereka menyebutnya adat perpatih.

Suku Biduanda mengakui, bahwa adat pepatih lebih mengedepankan kaum wanita daripada lelaki. Menurutnya, adat ini adalah adat yang terbaik di Negeri Melayu, karena adat ini  mencakupi bebrbagai  aspek. Keutamaan wanita di dalam adat pepatih  lebih kepada mewarisi harta pusaka dan membawa darah keturunan. Berbeda dari kesultanan Melayu yang lain, harta dan darah keturunan di warisi oleh kaum lelaki. Menurut adat pepatih, karena wanita yang mengandungkan dan melahirkan anak,  maka wanitalah yang membawa darah keturunan kepada pewaris iaitu anaknya. Dari segi harta, hanya harta pusaka. Yaitu termasuk tanah dan rumah induk diwarisi oleh wanita. Maksudnya agar kaum wanita tidak terabaikan sekiranya diperlakukan tidak baik oleh suaminya.Namun demikian harta sepencarian adalah milik bersama lelaki dan wanita dan di bahagi mengikut hukum Islam.

Hasil positif daripada pengamalan adat pepatih ini, harta pusaka tidak tergadai kerana tidak boleh dijual malah tetap berada di dalam sesebuah kampung. Biasanya didalam kampung itu terdiri dari, saudara mereka kerana tanah pusaka telah dibahagi dari awal keturunan kepada generasi sekarang. Dalam arti kata lain, di dalam sebuah kawasan, biasanya terdiri dari keluarga dari satu keturunan.

Pepatah mereka berbunyi : ” Bulat air kerana pembentung, bulat manusia kerana muafakat.

Suku Biduanda -  inilah kemudian menjadi pewaris penduduk asal Negeri Sembilan. Migrasi yang berkelanjutan dilakukan oleh orang-orang Minangkabau, umumnya berasal dari luhak di Mingkabau. Migrasi pertama berasal dari Luhak Tanah Datar dan Limapuluh Koto.

Negeri Sembilan semula di bawah naungan kerajaan Melayu Johor. Kemudian suku Biduanda – mendirikan kerajaan Negeri Sembila, dimana  pembesar-pembesar Negeri Sembilan -  dipanggil Penghulu dan kemudiannya Undang. Sebelum mereka menyebut Yang DiPertuan Besar,

Ketibaan (kedeatangan ) Raja Melewar dari Pagar Ruyung, Minangkabau berawasal pada 1773. Ialah yang pertama melembagakan sebuah kerajaan di Negeri Sembilan. Uniknya dari pendirian kerajaan di di Negeri Sembilan ini adalah : bahwa semula ia  Penghulu dari Pagar Ruyung dan kemudian ia  dirajakan di Negeri Sembilan. Sebab itulah raja di Negeri Sembilan ini, tidak  bergelar Sultan tetapi memakai gelaran Yang DiPertuan atau Yamtuan. Asal pendirian Negeri Sembilan adalah oleh Dato’ Pepatih Nan Sebatang. Beliau juga merupakan pengasas bagi adat pepatih yang sangat dikenali umum.

Di Negeri Sembilan terdapat 12 (dua belas) suku-suku atau keluarga.

Suku-suku tersebut seperti berikut:
Suku Biduanda (dondo)
Batu Hampar (Tompar)
Paya Kumbuh (Payo Kumboh)
Mungkal
Tiga Nenek
Seri Melenggang (Somolenggang)
Seri Lemak (Solomak)
Batu Belang
Tanah Datar
Anak Acheh
Anak Melaka
Tiga Batu

Di edit dari Sumber :

http://ms.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Negeri_Sembilan

http://psbjelebu.blogspot.com/2005/06/asal-usul-adat-perpatih.html


1 Response to “Migrasi adat perpatih ke negeri sembilan”


  1. 1 mmm...
    November 4, 2009 at 11:52 am

    suku sedia raja 2 suku dari n9 atau ape…


Leave a Reply




Blog Stats

  • 62,503 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

 

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Flickr Photos

The Crack

Nightmare

Rawlings

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory