04
Jun
10

` Tuanku Imam Bonjol `


Diusia senja umur 60 th. Tuanku Imam Bonjol merenung. Setelah 29 tahun berperang melawan Belanda dan kaum adat. Setelah banyak korban berjatuhan, harta benda sudah banyak musnah, namun perang yang berkepanjangan belum tampak ujungnya.

Apakah yang diperolehnya dari memerangi kaum adat dan Belanda?

Kala itu – pasukan Tuanku Imam Bonjol memiliki persenjataan yang kuat dan hebat, karena wilayah Bonjol dikenal sebagai penghasil emas. Dengan bermodalkan emas – pasukannya bisa membeli senjata. Demikian pula senjata Meriam yang dimiliki Tuanku Imam Bonjol cukup ampuh dalam membidik lawan.

Tidak banyak yang mengenal bahwa nama Asli dari Tuanku Imam Bonjol ini. nama sebenarnya adalah Peto Syarif. Gelar Tuanku diperoleh – Peto Syarif – saat beliau menjadi ulama dan panglima perang dizaman itu. Peto Syarif adalah seorang Ulama dan Umarah sekaligus, karena Ia seorang pemimpin rohani dan jasmani.

Tuangku Imam Bonjol  (TIB ) adalah murid dan bawahan Tuangku Nan Renceh.


Siapakah Tuangku Nan Rencek ini ?  Tidak lain ialah seorang ulama yang menjalankan ajaran Islam secara murni. Seperti yang tercatat dalam sejarah di Minangkabau bahwa  Tuangku nan Renceh yang berasal dari Kamang – dengan tega telah membunuh eteknya (saudara perempuan Ibunya) karena tak menjalankan syariah Islam secara Murni. Syariah yang bagaimana yang tidak dijalankan saudara perempuan ibunya itu –  masih menimbulkan dugaan – dugaan dan tanda tanya di dalam masyarakat kala itu.

Yang menjadi perenungan kita, bahwa Tuanku Imam Bonjol kala diusia senjanya, mengutus 3 orang muridnya ke Makah untuk menunaikan ibadah haji sambil memperdalam dan memahami bagaimana ajaran Islam itu sebenarnya. Dalam catatan sejarah keislaman, di saat 3 orang murid Imam Bonjol berangkat ke Saudi Arabias, ternyata di Saudia Arabia tengah hidup aliran ” WAHABI ” hingga meliputi  Jazirah Arab.

Aliran ini pula yang dibawa oleh ketiga orang muridnya itu, ketika mereka  pulang ke kampung halaman. Mereka itu adalah Haji Miskin, Haji Piobang dan Haji Sumanik . Berdasarkan pendalaman agama yang dibawa oleh tiga orang muridnya itu,  maka bertambah perubahan sikap dan pandangan Tuangku Imam Bonjol tentang hubungan syariah dan adat.

Ternyata Islam yang dibawa 3 orang  murid ini setelah pulang dari Maccah,  dapat mendudukkan penyelesaian masalah- masalah, disaat terjadinya krisis moral dan akhlak pada  sejumlah oknum kaum adat.  Mereka  menunjukkan pada tingkat kekufuran yang sudah tidak bisa ditolerir lagi. Ada rasa penyesalan dihati Tuanku Imam Bonjol saat itu,  sehingga Ia kemudian ia mencoba melakukan pendekatan dengan kaum adat.

Sebaliknya  banyak kalangan kaum adat yang sudah terlanjur bekerja sama dengan pihak Belanda, terutama dalam pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia pada masa itu.  Pihak Belanda,  kemudian menunjukkan    sikap kesewenang-wenangannya, antara lain :

* marampas tanah rakyat/ulayak,

* memperlakukan kerja paksa Rodi serta menerapkan pajak ( Blasteng ) yang sangat tinggi kepada rakyat.

* Masayarakat dan Rakyat ditindas,  guna memenuhi kepentingan ekonomi penjajahan Belanda, yang saat itu tengah dikembangkan di Sumbar.

Keadaan yang telah melampaui batas ini menyebabkan kalangan kaum adat menyesalkan persekongkolannya dengan Belanda ini.

Sesungguhnya kesadaran kaum adat terhadap kesewenangan Belanda tumbuhnya belakangan, ketimbang kesadaran kaum paderi dan ulama yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol. Kesadaran kaum adat yang telah terlanjur bersekutu dengan Belanda ini, menimbulkan keinginan mereka berunding dengan dengan KAUM Paderi yang dipimpin oleh Tuan ku Imam Bonjol.

Kedua kelompok ini , bersepakat untuk melakukan ikrar yang dituangkan dalam sebuah SUMPAH. Keduanya – akhirnya berunding di Bukit Marapalam di Puncak Pato. Melahirkan“Plakat puncak Pato” atau “Piagam Bukit Marapalam” yang bebunyi :
“Adat basandi syarak, syarak Basandi kitabullah. Syarak mangato adat mamakai. Alam takambang jadi Guru”

Dikatakan Intisari, karena dari Ikrar itu memasukkan intisari ajaran  Agama kedalam sendi-sendi adat, meliputi ajaran Agama yg bersifat universal keseluruh Dunia.  Sementara ajaran Adat yang  bersifat lokal minangkabau, harus berpegang teguh pada ketentuan Allah, yang diwujudkan dalam amalan  hablumminallah dan amalan  Manusia – Hablumminannas serta  bersatu padu dalam kebenaran.

Pada hakekatnya  ABS-SBK adalah penyatuan nilai – nilai agama kedalam adat.  Apabila ada ajaran adat yang tidak sesuai dengan agama, maka wajib ditinggalkan. Demikian pula, bila agama telah menyatakan suatu kebaikan – maka adat akan memperlakukannya. baik agama maupun ajaran adat yang dituangkan dalam pepatah-petitih berfungsi sebagai petunjuk moral.

Dalam agama Islam sebuah sabda Rasulullah menyatakan bahwa “Aku diutus untuk  memperbaiki akhlak manusia” . Inilah yang menjadi tolok ukur dalam pencapaikan ajaran bersendi syara’ – syara’ bersendi kitabullah untuk Ranah Minang.

Tuangku Imam Bonjol telah berbuat tentang hal ini,  yang mendudukkan agama sebagai pedoman didalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat di Minangkabau ( diedit dari mlist RN )

Dari sisi untuk mengenal jati diri Tuanku Imam Bonjol ini kita dapat tulisan M. Radjab.

Salah satu perhatian kita adalah

* bagaimana paham Wahabiyyah dikembangkan TIB.

* Bagaimana TIB menjalankan praktek agama.

Mengenai yang pertama, sangat sedikit diperoleh informasi. Sedangkan yang kedua yang dapat kita  tangkap, bahwa  TIB menjalankan syariat Islam melalui perbuatan dan tindakan. Mungkin ini yang disebut da’wah bil haal. Hal ini dapat dilihat dari upaya membangun kampung dan benteng Bonjol secara bergotong-royong.

Selain itu juga ada upaya mengkonsolidasi pasukan, dengan sasaran pembebasan daerah-daerah yang dimonopoli oleh perdagangan oleh Belanda, hingga ke Sibolga.

Sebenarnya tidak terbaca – beliau menegakkan praktek agama secara keras, seperti yang dicerminkan dari kisah Tuanku nan Renceh. Ada upaya beliau menempatkan Imam Mesjid dan Tuan Kadi, pada beberapa daerah; mungkin hal ini yang menyiratkan aliran wahabiyyah itu.

Puncaknya adalah ketika beliau mengembalikan urusan-urusan  NAGARI kepada para PEMANGKU ADAT  (ABS – SBK) dalam pidatonya  seusai sholat Jum’at (1832?).

Mengenai praktek beribadah, digambarkan sedikit dalam naskah TIB , bahwa setiap habis sholat Maghrib beliau melakukan zikir dan wirid hingga masuk waktu Isya. Selepasnya adalah makan dan tidur.

Memperhatikan bekas tempat sholat beliau di Pineleng, yaitu berupa batu tunggal besar di pinggir sungai, menunjukkan beliau jarang sholat berjamaah, mungkin karena beliau hanya ditemani 2 orang pengikut saja. Dan melihat tempatnya, maka kelihatannya sulit menjadi tempat berkhalwat. Jadi kesimpulan sementara, beliau beribadah lazimnya seperti yang kita lakukan sekarang ini.

Dari upaya beliau membeli tanah (dan mengolahnya) di Pineleng, menunjukkan beliau menjalankan kehidupan yang normal dan bermotivasi membangun kehidupannya sendiri.

(informasi dari  Datuk Endang : Penghulu Andiko Kaum Bodi Suku Simabur, Nagari Sulit Air – Minangkabau. Saat ini menjabat sebagai Ketua Peradilan Adat – KAN Sulit Air. Membantu LAKM di bidang sejarah dan tambo.)

About these ads

0 Responses to “` Tuanku Imam Bonjol `”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 569,037 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Juni 2010
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

ARSIP

Flickr Photos

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: