Penulis : HIFNI HAFIDA
“Berhentilah Anda mangayuh biduk ke hilir”. Cobalah sekali-kali mendayung biduk ke hulu air”
Demikian kalimat yang menginspirasi buku ini, yang mencoba mengungkap asal-mula tatanan adat Minang sebagai alam kultural khususnya dari perspektif adat matrilineal. Atas dasar ini pula saya hendak membincang sebuah masalah perihal dunia perempuan, dari sisi naluriah seorang perempuan pula. Masalah tersebut adalah wacana polemis tentang peran sentral kaum perempuan di Minangkabau, Sumatera Barat. Sebagai perempuan yang terlahir di ranah Minang, saya ingin merespon klaim dari segelintir orang yang mengatakan bahwa adat Minangkabau itu jahiliah adanya?
Kenapa adat Minangkabau memuliakan perempuan? Apa yang diharapkan warga Minangkabau terhadap kaum perempuannya? Bagaimana perempuan Minang menyikapi perubahan zaman?
Selain kebanggaan, buku ini juga banyak mengungkap kerisauan. Sebab, telah muncul sejumlah gejala bahwa Rumah Gadang yang menjadi simbol utama adat Minang yang menjadi kebanggaan orang Minang sedang mengalami ketirisan.
Nama penerbit : Pustaka Padusi. No ISBN : 978-602-1936-0-3
Buku dapat dipesan melalui Ibu Lina : telp (021) 70564488, hp : 082114777795, Fac : 021-7564302
Harga untuk Rp 40.000,- belum termasuk ongkos kirim.

















bara hargo buku ny ni,,,
Uni, Salamaik ateh penerbitan buku ko, mampakayo referensi adat budaya Minangkabau,
Alah beredar bukunyo ni?
Salam
Insya Allah.. buku ini adalah hasil pemikiran kita bersama yang Uni rangkum dari blog dan halaman bundokanduang. Buku ini masih terkendala pencetakannya. Waduh Is… Uni terkagum kagum dengan pemikiran para member RN dan para penyuka halaman bundokanduang. Rasanya sangat sayang sekali jika kita biarkan begitu saja terserak begitu saja di dunia maya. Dicuplik cuplik dan dijadikan daya pemikat di blog wirausaha… Ini yang membuat uni semangat untuk membukukan..
Semua ini juga tidak lupas jasa Is yang turut membantu mewadahi rumaha gadang di dunia maya ini.. Semoga kebaikan Is – Allah jualah yang membalasnya.
Salam
Uni, semoga kendala di percetakan bisa capek teratasi.
Untuak tataran pemikiran urang awak masih kuaik, cuma kadang pemikiran itu baserak di dunia maya, makonyo blog-blog awak mancubo mangumpuakan, suatu hari nanti Blog Bundo kanduang, palanta minang awak pakai domain berbayar ndak gratisan dari wordpress, pakai http://www.bundo-kanduang.com jo www,palanta-minang.com, insya Allah.
Selamat uni…..semoga terbit buku2 selanjutnya mengenai wanita minang yang hebat, kenyataannya sudah banyak dihasilkan cendekiawan2 tersohor, semoga nilai luhur dari isi buku dapat menjadi tujuan kehidupan sehingga menuntun kearah pemahaman perilaku yg lebih baik. Juga dapat mempertahankan adat istiadat yg cenderung terkikis oleh modernisasi ….. sukses uni!
Alhamdulillah..selamat ya buk….ini baru awal utk meluncur buku2 berikutnya…..kami tunggu…