Archive for the 'B. FALSAFAH MINANGKABAU' Category

30
Nov
11

~ Padusi ~ perempuan yang mendayung biduk ke hulu.

 

“Berhentilah Anda  mangayuh biduk ke hilir”. Cobalah sekali-kali mendayung biduk ke hulu air”

Demikian kalimat yang menginspirasi buku ini, yang mencoba mengungkap asal-mula tatanan adat Minang sebagai alam kultural khususnya dari perspektif adat matrilineal. Atas dasar ini pula saya hendak membincang sebuah masalah perihal dunia perempuan, dari sisi naluriah seorang perempuan pula. Masalah tersebut adalah wacana polemis tentang peran sentral kaum perempuan di Minangkabau, Sumatera Barat. Sebagai perempuan yang terlahir di ranah Minang, saya ingin merespon klaim dari segelintir orang yang  mengatakan bahwa adat Minangkabau itu jahiliah adanya?

Kenapa adat Minangkabau memuliakan perempuan? Apa yang diharapkan warga Minangkabau terhadap kaum perempuannya? Bagaimana perempuan Minang menyikapi perubahan zaman?

Selain kebanggaan, buku ini juga banyak mengungkap kerisauan. Sebab, telah muncul sejumlah gejala bahwa Rumah Gadang yang menjadi simbol utama adat Minang yang menjadi kebanggaan orang Minang sedang mengalami ketirisan.

 

Penulis      : Hifni Hafida

Penerbit : Pustaka Padusi.

No ISBN : 978-602-1936-0-3

Buku dapat dipesan melalui Ibu Lina  : telp (021) 70564488, hp : 081291222806,  Fac : 021-7564302

Harga untuk Rp 50.000,- belum termasuk ongkos kirim.

22
Nov
11

“ KAUM MATRILINEAL “

oleh    : Hendri Anas 

 

I. Nasab.

Nasab secara etimologi berarti al qorobah (kerabat), kerabat dinamakan nasab dikarenakan antara dua kata tersebut ada hubungan dan keterkaitan. Ibnus Sikit berkata,”Nasab itu dari sisi ayah dan juga ibu.” Sementara sebagian ahli bahasa mengatakan,”Nasab itu khusus pada ayah, artinya seseorang dinasabkan kepada ayahnya saja dan tidak dinasabkan kepada ibu kecuali pada kondisi-kondisi exceptional.

Sedangkan nasab menurut terminologi, setelah dilakukan banyak penelitian pada berbagai referensi dari madzhab-madzhab fiqih yang empat maka tidak ditemukan tentang definisi terminologi (syar’i) terhadap nasab. Kebanyakan fuqoha mencukupkan makna nasab secara umum yang digunakan pada definisi etimologinya, yaitu bermakna al qorobah baina syakhshoin (kekerabatan diantara dua orang) tanpa memberikan definisi terminologinya.

Makna inilah yang digunakan untuk melegitimasi keberadaan nasab terhadap seorang tertentu atau tidak ada nasab baginya. Diantara berbagai definisi secara umum tersebut ada definisi dari al Baquri yaitu ia nasab adalah al qorobah (Kerabat) yang artinya rahim. Lafazh ini mencakup setiap orang yang ada kekerabatan diantara kamu dengan orang tersebut, baik dekat maupun jauh, dari jalur ayah atau ibu.”

Lanjutkan membaca ‘“ KAUM MATRILINEAL “’

09
Apr
10

Nasehat bundokanduang – ka gadih gadang

Oleh : Hayatun Nismah Rumzy

Oii Upiak nan alah gadang. Kamarilah upiak malah duduak. Elok-elok juo kito badakek dakek. Eloklah kito ba ampiang ampiang, bia nak tahu dipadeh lado, nak tahu di masin garam, nak dapek paham jo mukasuik. Barundiang sapatah duo patah kato, nak masuak ka hati upiak. Dangaanlah pitaruah bundo. Upiak pacikkan arek arek dan pagang taguah taguah.

Tantangan ilmu urang basuami, pabaiak lakuan, pa elok  taratik. Jikok datang suami dari jauah, sambuiklah jo muko manih, hidangkanlah minum jo makannyo. Paliekkan muko nan janiah. Karajokan jo ati nan suci.  Kok barundiang samo gadang, kalamahannyo usah dibukakkan. Baa akal budi nan elok cako, tutuik dek upiak mati mati –  saangok jan maangok, saangin jan buliah lalu, parik paga dianak kanduang. Lanjutkan membaca ‘Nasehat bundokanduang – ka gadih gadang’

14
Jul
09

Nasehat seorang mamak kepada kemenakan

Musik salung

ANAK DIPANGKU-KAMANAKAN DIBIMBIANG ( HJDM – 001 / VII / 2009 )

Niniak mamak nan gadang basa-batuah,

Alim Ulama Tuangku nan kiramat ,  sarato Bundo Kanduang nan arih bijaksano,

Kok mudo indak diimbaukan namo ,  kok gadang indak disabuikkan tuah , jo salam sajo ambo muliakan .

Assalamualaikum w.w.

Duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang , baitu pitaruah niniak kito. Molah kita taruihkan ” mambangkik batang tarandam ”  , mangaji-ngaji ajaran Adat ,  Mudah-mudahan baguno untuak anak kamanakan kito nan mudo-mudo, isuak .  Amien……

Lanjutkan membaca ‘Nasehat seorang mamak kepada kemenakan’

25
Jan
09

Minangkabau di tahun kabau……

Oleh : Hifni H. Nizhamul

1fbabbad2008-02-06-19-25-21-ws

Saya tersenyum tatkala mengetahui bahwa tahun baru imlek saat ini adalah Tahun Kerbau. Kerbau bagi urang minangkabu menyimpan mitos dan sekaligus misteri. Mengapa ? benarkah asal usul nama etnis minangkabau berasal dari suatu kemenangan dalam pertandingan aduan kerbau di Sijangat itu ?

Apa yang saya ketahui dari seekor kerbau ?

Menurut saya adalah semangat seekor kerbau dalam bekerja dan berusaha. Selain bekerja membajak sawah – kerbau juga dijadikan tenaga penggerak bagi sebuah pedati. Bahkah dapat digunakan sebagai tenaga penggerak di daerah pedesaan untuk keperluan teknologi yang sangat sederhana. Walau demikian – terkadang kerbau dianggap sebagai binatang bodoh – karena melalui cingurnya kerbau dikendalikan oleh sang majikannya. Bahkan matanya ditutup untuk mengelabui jam kerja hewan tambun ini. Namun ia tidak pernah mengeluh. Seandainya kerbau mengeluh – ia hanya melenguh. Suaranya tidaklah senyaring suara anjing atau seekor singa.

Lalu apa hubungannya minangkabau di Tahun Kerbau ?

Lanjutkan membaca ‘Minangkabau di tahun kabau……’

21
Apr
08

Manusia dan Individu :

Ditulis oleh : Hifni Hfd

“Alam terkembang jadi guru”, demikian falsafah yang dianut oleh masyarakat yang hidup dan berasal dari alam Minangkabau. Falsafah ini “unique”, karena berlaku sebagai panutan dan pelajaran hidup bagi hubungan antar manusia dengan masyarakat dan indivisu dengan individu. Masyarakat minangkabau, memetik suatu kejadian, peristiwa akibat sesuatu yang ditimbulkan dari proses alam. Manusia adalah subyek hukum yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda menurut kodrat dan dan harkat yang diberikan alam kepadanya. Secara sosio psikologi, kemampuan munusia dalam berbuat sesuatu tidaklah sama. Seperti halnya contoh yang diberikan alam, ada bermacam-macam buah yang berbeda bentuk dan rasanya. Begitu pula bagi makhluk hewan, ada yang jinak dan ada yang buas.

Lanjutkan membaca ‘Manusia dan Individu :’

21
Apr
08

Harga diri ;

Ditulis oleh :Hifni Hfd

Sifat ego manusia timbul manakala meletakkan seseorang, agar menjadi berarti dan penting atau setidak-tidaknya sama dengan orang lain, ketika timbul amanat agar hidup bersaing terus menerus dalam mencapai kemuliaan, kepintaran, dan kekayaan seperti yang dimiliki oleh orang lain. Petua alam itu menyatakan :
“Ingin mulia bertabur urai. Ingin ternama dirikan kemenangan. Ingin pintar rajin berguru. Ingin kaya kuat berusaha”.
Akibatnya nilai yang dicapai pada persaingan itu adalah melawan dunia orang. Yaitu bila orang mampu tentu kita mampu pula. Sebaliknya bila kita mampu tentu orang lain mampu pula. Melawan dunia orang – adalah suatu sikap yang menanamkan bawa persaingan hidup itu penting, akan tetapi banyak petuah yang mengingatka agar setiap individu menjaga keseimbangan yaitu ; kurang adalah ke sia-sian dan berlebih adalah kegialaan. Artinya kesia-siaan bila merasa kurang dari orang lain. Ini yang disebut rendah diri. Akan tetapi juga adalah suatu kegilaan bila menganggap diri lebih dari orang lain. Sebab manusia mempunyai keterbatasan, yaitu :
Bila menjangkau hanya serentang tangan,
Memikul sekuat badan,
Melompat seayun langkah,
Berkata sepanjang akal
Maksudnya; dalam hidup persaingan diperlukan pengetahuan atas kemampuan diri, yang lazim disebut “tahu diri” (mawas diri).
Oleh karena itu ada petuah memberi peringatan : “yang besar jangan melanda, yang maksudnya mentang-mentang orang besar atau kuat jangan meremehkan orang yang kecil dan lemah, karena orang kecil itupun tahu harga dirinya.
Jadi harga diri pada setiap individu yang berguru kepada alam adalah individu yang senantiasa menjaga keserasian antara keinginan (ego) dan kedudukannya serta mengukur antara kemampuan yang dimiliki dengan keinginan melakukan persaingan dengan pihak lain




Pengunjung

  • 568,701 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

September 2014
S S R K J S M
« Agu    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

ARSIP

Flickr Photos

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: