Archive for the 'c. FALSAFAH MINANGKABAU' Category

14
Jul
09

Nasehat seorang mamak kepada kemenakan

Musik salung

ANAK DIPANGKU-KAMANAKAN DIBIMBIANG ( HJDM – 001 / VII / 2009 )

Niniak mamak nan gadang basa-batuah,

Alim Ulama Tuangku nan kiramat ,  sarato Bundo Kanduang nan arih bijaksano,

Kok mudo indak diimbaukan namo ,  kok gadang indak disabuikkan tuah , jo salam sajo ambo muliakan .

Assalamualaikum w.w.

Duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang , baitu pitaruah niniak kito. Molah kita taruihkan ” mambangkik batang tarandam “  , mangaji-ngaji ajaran Adat ,  Mudah-mudahan baguno untuak anak kamanakan kito nan mudo-mudo, isuak .  Amien……

Continue reading ‘Nasehat seorang mamak kepada kemenakan’

25
Jan
09

Minangkabau di tahun kabau……

Oleh : Hifni H. Nizhamul

1fbabbad2008-02-06-19-25-21-ws

Saya tersenyum tatkala mengetahui bahwa tahun baru imlek saat ini adalah Tahun Kerbau. Kerbau bagi urang minangkabu menyimpan mitos dan sekaligus misteri. Mengapa ? benarkah asal usul nama etnis minangkabau berasal dari suatu kemenangan dalam pertandingan aduan kerbau di Sijangat itu ?

Apa yang saya ketahui dari seekor kerbau ?

Menurut saya adalah semangat seekor kerbau dalam bekerja dan berusaha. Selain bekerja membajak sawah – kerbau juga dijadikan tenaga penggerak bagi sebuah pedati. Bahkah dapat digunakan sebagai tenaga penggerak di daerah pedesaan untuk keperluan teknologi yang sangat sederhana. Walau demikian – terkadang kerbau dianggap sebagai binatang bodoh – karena melalui cingurnya kerbau dikendalikan oleh sang majikannya. Bahkan matanya ditutup untuk mengelabui jam kerja hewan tambun ini. Namun ia tidak pernah mengeluh. Seandainya kerbau mengeluh – ia hanya melenguh. Suaranya tidaklah senyaring suara anjing atau seekor singa.

Lalu apa hubungannya minangkabau di Tahun Kerbau ?

Continue reading ‘Minangkabau di tahun kabau……’

21
Apr
08

Manusia dan Individu :

Ditulis oleh : Hifni Hfd

“Alam terkembang jadi guru”, demikian falsafah yang dianut oleh masyarakat yang hidup dan berasal dari alam Minangkabau. Falsafah ini “unique”, karena berlaku sebagai panutan dan pelajaran hidup bagi hubungan antar manusia dengan masyarakat dan indivisu dengan individu. Masyarakat minangkabau, memetik suatu kejadian, peristiwa akibat sesuatu yang ditimbulkan dari proses alam. Manusia adalah subyek hukum yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda menurut kodrat dan dan harkat yang diberikan alam kepadanya. Secara sosio psikologi, kemampuan munusia dalam berbuat sesuatu tidaklah sama. Seperti halnya contoh yang diberikan alam, ada bermacam-macam buah yang berbeda bentuk dan rasanya. Begitu pula bagi makhluk hewan, ada yang jinak dan ada yang buas.

Continue reading ‘Manusia dan Individu :’

21
Apr
08

Harga diri ;

Ditulis oleh :Hifni Hfd

Sifat ego manusia timbul manakala meletakkan seseorang, agar menjadi berarti dan penting atau setidak-tidaknya sama dengan orang lain, ketika timbul amanat agar hidup bersaing terus menerus dalam mencapai kemuliaan, kepintaran, dan kekayaan seperti yang dimiliki oleh orang lain. Petua alam itu menyatakan :
“Ingin mulia bertabur urai. Ingin ternama dirikan kemenangan. Ingin pintar rajin berguru. Ingin kaya kuat berusaha”.
Akibatnya nilai yang dicapai pada persaingan itu adalah melawan dunia orang. Yaitu bila orang mampu tentu kita mampu pula. Sebaliknya bila kita mampu tentu orang lain mampu pula. Melawan dunia orang – adalah suatu sikap yang menanamkan bawa persaingan hidup itu penting, akan tetapi banyak petuah yang mengingatka agar setiap individu menjaga keseimbangan yaitu ; kurang adalah ke sia-sian dan berlebih adalah kegialaan. Artinya kesia-siaan bila merasa kurang dari orang lain. Ini yang disebut rendah diri. Akan tetapi juga adalah suatu kegilaan bila menganggap diri lebih dari orang lain. Sebab manusia mempunyai keterbatasan, yaitu :
Bila menjangkau hanya serentang tangan,
Memikul sekuat badan,
Melompat seayun langkah,
Berkata sepanjang akal
Maksudnya; dalam hidup persaingan diperlukan pengetahuan atas kemampuan diri, yang lazim disebut “tahu diri” (mawas diri).
Oleh karena itu ada petuah memberi peringatan : “yang besar jangan melanda, yang maksudnya mentang-mentang orang besar atau kuat jangan meremehkan orang yang kecil dan lemah, karena orang kecil itupun tahu harga dirinya.
Jadi harga diri pada setiap individu yang berguru kepada alam adalah individu yang senantiasa menjaga keserasian antara keinginan (ego) dan kedudukannya serta mengukur antara kemampuan yang dimiliki dengan keinginan melakukan persaingan dengan pihak lain

21
Apr
08

Malu yang tidak dapat dibagi ;

Ditulis oleh : Hifni Hafida

Apabila merasa tidak percaya percaya diri berarti merasa diri kurang berharga dan ini merupakan; kesia-siaan. Sedangkan terlalu percaya diri berarti merasa diri lebih berharga dan ini merupakan . Harga diri pada setiap individu yang berguru kepada alam adalah sifat individu yang senantiasa menjaga keserasian antara keinginan (ego) dan kedudukannya serta mengukur antara kemampuan yang dimiliki dengan keinginan melakukan persaingan dengan pihak lain.

Continue reading ‘Malu yang tidak dapat dibagi ;’

21
Apr
08

Pola awak samo awak

Oleh : Hifni Hafida

Tidak ada kehidupan didunia ini yang tidak berkelompok, sebagaimana yang tampak pada makhluk hidup di alam raya. Perhatikan semut beriringan, burung berterbangan dan ikan-ikan berenang, bahkan binatang buas seperti harimau sekalipun akan membentuk kelompoknya. Dengan berguru kepada alam inilah, setiap individu membentuk kelompok sosial maupun dalam usaha.
Awak, artinya sama dengan anggota atau kita. Awak dapat digunakan sebagai kata ganti orang pertama, orang kedua dan orang ketiga tunggal atau jamak dan lazim diikuti kata ganti personalnya, yaitu bawak (den), awak (ang), awak (kau), awak (nyo). b Setelah dikaitkan dengan personalnya, maka asal awak dilukiskan seperti setetes air akan menjadi air beriak, riaknya itu menumbuhkan lingkaran-lingkaran yang kianmeluas. Lingkaran itu berbaur dengan lingkaran lain yang dimulai dari asal tetesan air itu.
Tiap individu hingga menjadi kelompok menamakan dirinya awak. Segalanya bermula dari awak, oleh awak, untuk awak, demi awak. Pola ini melahirkan istilah awak sama awakdalam lingkaran komunitas yang menuntut kebersamaan dan menyelesaikan setiap kesulitan. Setiap kesulitan , kepentingan, kejayaan individu, kerabat, kaum, suku kampung, nagari bahkan sealam Minang kabau merupakankesulitan, kepentingan, kejayaan individu , kerabat, kaum, suku kampung, nagari « awak ».

21
Apr
08

Rasa dan Periksa

Ditulis Oleh : Hifni Hfd

Setelah mengukur ego dengan melawan dunia orang (harga diri) maka individu diharuskan menjaga keseimbangan yang harmonis dengan memakai ukuran, yang disebut rasa dan periksa. Artinya rasa berdasarkan ukuran perasaan yang sama, sedangkan periksa adalah ukuran pemeriksaan yang senilai.
Rasa dapat diukur ketika rasa sakit dan rasa senang. Rasa sakit dapat kita ukur apabila kita kita sakit dicubit – maka orang lain pun akan sakit. Oleh karena itu janganlah menyakiti orang lain. Pepatah menyebutkan soal ini: sakit bagi kita sakit pula bagi orang lain. Senang dapat diukur dengan pepatah : enak bagi, kita suka bagi orang.

Continue reading ‘Rasa dan Periksa’

21
Apr
08

Kesamaan dan kebersamaan ;

Oleh : Hifni Hfd

Manusia dan individu membetuk masyarakat komunal, namun demikian tetap mempertahankan eksistensi pribadi dalam kelompoknya. Kesamaan antara kaum laki dan kaum wanita menurut falsafah alam ditunjukkan bahwa : Laki-laki memiliki kekuatan dan kekeuasaan, akan tetapi kaum laki-laki tidak mempunyai hak atas harta dan keturunan.Eksistensi pribadi akan terlihat masyarakat hidup berkampung-kampung dan bernagari-nagari, akan tetapi sebagai manusia dan inividu mereka hidup dalam bersuku-suku.
Manusia dan individu hidup dalam „ rumah gadang“, namun dalam kehidupan rumah gadang terdapat tata cara yang mengatur penempatan anggota keluarga. Masing-masing pasangan perkawinan hidup dalam bilik-bilik yang dibatasi oleh „lanjar’ yang ada dirumah gadang itu.
Pola kebersamaan dituangkan dalam pepatah yang berbunyi : „Duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang. Apa maksudnya ? Ternyata falsafah ini mengandung makna yang dalam, yaitu ketiku kita hidup menyendiri terasa dunia ini sempit, karena tidak ada orang yang datang menolong atau orang yang diajak berunding, bekerjasama, atau datang membantu. Lain halnya jika hidup bersama-sama, maka tiada kesulitan yang tidak dapat diatasi, sehingga dunia teras lapang.
Arti kebersamaan berbeda dengan arti persatuan, karena sama dan bersama dihimpun dalam suatu ikatan bulat untuk mejadi satu. Dalam menetapkan kesepakatan dalam hal perbedaan, maka diperlukanlah suatu kesesuaian yang dikenal dengan „seiya sekata

21
Apr
08

Seiya sekata ;

Ditulis oleh : Hifni Hfd

Arti seiya adalah ber .. ya..ya…. Pasangannya adalah bertidak – tidak atau ber bukan- bukan. Arti sekata adalah kebulatan kata. Seiya dan sekata mengandung arti, bahwa apabila semua individu telah menentukan kesepakatan dan kebulatan kata, maka secara sungguh-sungguh harus melaksanakannya. Bukan asal mufakat, bukan meng –iya-iya saja atau mengikuti hirarkhi dalam pengambilan keputusan. Petuah alam telah menguraikan bahwa dalam suatu kelompok hirarkhi dalam pengambilan keputusan ditetapkan sebagai berikut : „ kemenakan beraja ke mamak. Mamak beraja ke penghulu. Penghulu beraja ke mufakat. Mufakat ber raja ke alur dan patut“. Mufakat merupakan kebulatan pendapat yang diperoleh dari hasil seiya sekata tadi, sebagaimana pepatah yang berbunyi ; “ Bulat air karena buluh (bambu). Bulat kata karena mufakat“.

Continue reading ‘Seiya sekata ;’

30
Oct
07

FILOSOFI HIDUP DI MINANGKABAU BERSUMBER DARI ALAM

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Batang; panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-alt:바탕; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Cambria; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face {font-family:Georgia; panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”@Batang”; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; color:windowtext; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} span.MsoEndnoteReference {mso-style-unhide:no; vertical-align:super;} p.MsoEndnoteText, li.MsoEndnoteText, div.MsoEndnoteText {mso-style-unhide:no; mso-style-link:”Endnote Text Char”; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; color:windowtext; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} p {mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:8.5pt; font-family:”Verdana”,”sans-serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; color:black; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} span.EndnoteTextChar {mso-style-name:”Endnote Text Char”; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:”Endnote Text”; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} /* Page Definitions */ @page {mso-footnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/HIFNI/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm”) fs; mso-footnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/HIFNI/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm”) fcs; mso-endnote-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/HIFNI/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm”) es; mso-endnote-continuation-separator:url(“file:///C:/DOCUME~1/HIFNI/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm”) ecs;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:561058963; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1699057492 -2044034326 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; mso-ansi-font-weight:bold; mso-bidi-font-weight:bold;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

Alam takambang jadi guru dan diberi ruh oleh Islam. Konsep ABS-SBK adalah kristalisasi ajaran hukum alam yang bersumber dari Islam. Yang diperlukan sekarang adalah pemantapan dan pengamalan. Maka, prinsip-prinsip ABS-SBK harus masuk ke dalam seluruh kehidupan secara komprehensif.

Dengan perpaduan yang baik, kebudayaan Minangkabau akan berlaku universal. Langkah sekarang adalah, menjabarkan ajaran ABS-SBK, secara sistematis dan terprogram ke dalam berbagai sistem kehidupan. Dimulai dalam pelaksanaan pemerintahan di tingkat Nagari, seperti, kebersamaan, gotong royong, sahino samalu, kekerabatan, dan penghormatan sesama, atau barek sapikue ringan sajinijing, yang menjadi kekuatan di dalam incorporated social responsibility.

Continue reading ‘FILOSOFI HIDUP DI MINANGKABAU BERSUMBER DARI ALAM’




Blog Stats

  • 62,515 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Flickr Photos

The Crack

Nightmare

Rawlings

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory