Archive for the 'h. SUARA PADUSI' Category

13
Oct
09

Kearifan lokal Wanita Minangkabau

oleh : Hifni H. Nizhamul

DSC00229Diantara lima besar suku bangsa terbesar di Indonesia yang tumbuh di alam NKRI, seperti Jawa, Minangkabau, Batak, Bugis, Madura, maka Minangkabau jelas tetap diperhitungkan sebagai suku bangsa yang unik, egaliter dan demokrasi yang ditegakkan secara konsisten. Kehidupan masyarakatnya jauh dari paham paham feodalisme. Masyarakatnya tumbuh dalam kondisi masyarakat  yang selalu ingin berubah menuju arah perbaikan. Akan tetapi masih ada sistem sosial kemasyarakatan yang tetap belum terkikis habis, yaitu sistem matriarkatnya dan masalah harta pusaka.

Walau mengalami berbagai benturan—dari dalam masyarakat Minang sendiri maupun dari luar, yang ingin menegakkan Adat bersendi syara’ dan syara’ bersendi kitabullah sejak dicanangkan pada pasca Perang Paderi sampai sekarang—namun ternyata sistem matriarkat Minangkabau menunjukkan resistensi dan relatif bertahan.

Mengapa sistem matriarkat dan Islam dapat hidup berdampingan di Ranah Minang? Padahal keduanya mengatur tata aturan yang saling bertolak belakang.

Continue reading ‘Kearifan lokal Wanita Minangkabau’

19
Nov
08

Chicken Soup – Minang’s version – Cinta dan Ketulusan

78e7b66ddua-sejoli30-08-2007Mulonyo kato nan dikatokan, asanyo carito nan kadisabuik, adolah satu wakatu – katiko ombak nan badabua mahantam tapian pantai Padang nantun, tasabuiklah kaba elok dari Bundo Rubiah nan sadang kagadangan hati manarimo surek dari anak padusinyo, nan alah tingga di rantau urang. Anak padusi nyo tu – manulihan surek ka Mandenyo sarupo iko :

“ Wahai Bundo, kiniko denai iyolah sadang mangayuah biduak rumah tanggo sarato rutinitas hiduik, nan harus denai karajoan sasudah kami babulan madu. Disaat ikolah denai taragak jo Bundo. Apolai, Bundo tingga dake’ denai, tantu Bundo dapek pulo mancaliek kaadaan keluarga denai jo laki denai sarato pangalaman iduik nan denai lalui basamo Uda Sutan.

“ Ondeh..sungguah Bundo. laki denai – Uda Sutan ko, laki-laki nan elok bana. Dari caronyo, baa inyo manyayuh biduak nantun, Uda Sutan ko, iyolah sabana-bana laki-laki nan patuik denai cintoi. Baitu pulolah harok denai ka Uda Sutan nanko – indak kadipupuih pulo cintonyo ka denai. Denai mangarajoan sadonyo nan disukoi Uda Sutan, supayo dapek mambuek hati Uda Sutan tuh sanang. Picayo lah Bundo, denai mangarajoan kasadonyo sasuai jo nasihat sarato pasan-pasan Bundo kapado denai. Continue reading ‘Chicken Soup – Minang’s version – Cinta dan Ketulusan’

05
Aug
08

Menjadi Pria Idaman

Oleh : Hifni Hfd

Wanita, adalah insan yang juga mempunyai hak menilai dan mengamati tingka laku pria karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu selayaknyanya kaum pria tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata kaumnya. Contohnya, ketika kedudukan wanita minang yang mendapat tempat dihadapan adat dan budaya – seringkali ia memperoleh perlakuan yang jauh dari harapannya. Tidak semua pria menyadari bahwa padusi – lebih-lebih isteri adalah sahabat terdekat. Sahabat didalam keluarga intinya dan sahabat dikaumnya. Pada adat dan budaya Minangkabau, walau terkadang kedudukan seorang suami berada di luar keluarga isterinya, namun adat dan budaya telah menempatkan dan memposisikan dirinya sebagai semenda yang dijaga hatinya – Bak menating air didulang.
Didalam agama, suami menuntun istiri, tidak saja di dunia melainkan membawanya sampai di kealam surga. Karena itulah dalam rangka menuju pembentukan kepribadian menuju masyarakat yang dicita-citakan dan bermartabat, selayaknya kaum priapun memiliki sifat-sifat yang terpuji, dimana ia akan menjadi tiang harapan dan cita-cita dalam pembinaan keluarga. Target dalam meningkatkan peran padusi minang dalam pembentukan kepribadian anak dan generasi muda tentu harus didukung pula oleh kaum prianya. Berikut ini , sifat yang secara umum menjadi idaman kaum wanita pada umumnya . Semoga bermanfaat. Continue reading ‘Menjadi Pria Idaman’

02
Jul
08

Wanita bijaksana menciptakan kehidupan yang bahagia

Oleh : Hifni Hfd

Tulisan ini ter-inspirasi dari lagu yang diputar oleh Radio Cimbuak, yang berjudul ” Usah Berang “. Betapa rumitnya rumah tangga di Minangkabau, jika sekiranya lirik dalam lagu itu menjadi gambaran keluarga di Minangkabau pada umumnya. Apa yang bisa kita tanggapi terhadap realita lagu itu..??
Tidak mudah menjadi seorang wanita – khususnya bagi seorang isteri – untuk menciptakan kehidupan yang bahagia. Kondisi kuangan keluarga tertatih-tatih. Suami tak bekerja. Sikap isteri yang lepas kendali. Meskipun demikian, apa yang diharapkan untuk kedamaian dalam keluarga. Semestinyalah wanita / isteri harus bersikap lembut terhadap suaminya. Senyuman ramah. Jangan menambah suntuk ketika suami sedang banyak masalah. Sebaliknya ia mendampingi dan melayani apa yang dibutuhkan keluarganya. Bagainamapun keadaan rumah tangganya, ia harus bersikap mengayomi agar rumah yang dirawatnya sebagai tempat berteduh yang nyaman.

Jika seorang wanita dalam peranannya mampu membantu menyelesaikan masalah keluarganya, maka itu akan telah menjadi wanita yang bijakasana. Bagaimana menjadi wanita yang bijakasana itu. Apabila sorang wanita mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan dirinya sebagai subyek sosial dan kepentingan keluarga, maka ia telah menjalankan peran untuk menciptakan kehidupan yang bahagia. Anggota keluarga yang sakinah akan merasakan bahwa didalam rumahnya terdapat sebuah permata berharga, bahkan lebih berharga dari sebuah permata yang ada di dunia.

Semoga Allah mendatangkan jalan keluar
Setiap hari Allah lah yang mengurus makhluk-nya

30
May
08

Pria dan Wanita Minang Saling Komplementer

oleh : Hifni H. Nizhamul

Dalam Adat dan Budaya :

Artikel ini dibuka dengan suatu pepatah yang menunjukkan peran yang diemban oleh wanita minang, yang berbunyi :
Bundo kanduang
Limpapeh rumah nan gadang
Amban puruak pegangan kunci
Amban puruak aluang bunian
Pusek Jalo kumpulan tali
Hiasan dalam nagari

Sedangkan peran yang diberikan kepada Pria Minang, ditunjukkan pada pepatah yang berbunyi :
Tagak badunsanak mamaga dunsanak
Tagak basuku mamaga suku
Tagak ba kampuang mamaga kampuang
Tagak ba nagari mamaga nagari

Kedua pepatah ini tidak menunjukkan perbedaan, diskriminasi, apalagi dominasi wanita terhadap Pria sebagaimana yang diduga oleh kebanyakan orang minang sendiri atau sebaliknya. Kedudukan Pria dan wanita didalam adat sama. Pria Minang merupakan komplemen terhadap wanita dalam pengertian bahwa hakekat dan spesifikasi Pria saling komplemen pula (mengisi) satu sama lain. Continue reading ‘Pria dan Wanita Minang Saling Komplementer’

04
Mar
08

Feminisme pada Masyarakat Matrilineal Minangkabau

Diposting oleh greata

Pengantar

Membaca pemikiran Feminisme memang tidak mudah. Feminisme bukanlah pemikiran tunggal, tetapi terdiri dari berbagai macam pemikiran yang saling berbeda yang terpolarisasi aliran-aliran feminis. Feminisme radikal, misalnya, menganggap “penindasan terhadap perempuan ditandai oleh kuasa, dominasi, hirarki, dan kompetisi. Sistem patriarkhal tidak dapat dibentuk ulang, tetapi harus dicabut dari akar dan cabang-cabangnya. Bukan hanya struktur hukum dan politis partriarkhi saja yang harus dicabut untuk memberikan jalan bagi pembebasan perempuan. Lembaga sosial dan kultural juga dicabut dari akar-akarnya” (Tong, 1998; hal 3; ).

Continue reading ‘Feminisme pada Masyarakat Matrilineal Minangkabau’

24
Jan
08

Benarkah Peran Sosial Wanita Minang Dalam Adat dan Budayanya Sebagai Wujud Kesetaraan Gender?

oleh : Hifni Hfd

Berbicara dari aspek sosial, manusia berada pada tempat yang sama, namun masing-masing mempunyai fungsi dan peran yang berbeda dalam kehidupan masyarakat. Dalam artikel ini, kita mencoba mengurai peran sosial wanita dalam kehidupan kemasyarakatan pada umumnya dan wanita minang pada khususnya. Dari aspek sosial dan hukum, sesungguhnya wanita secara kodrati, memiliki keterbatasan dalam melakukan kegiatan fisik. Namun dimasa sekarang, akibat tuntutan kehidupan ekonomi yang semakin berat, tidak ada lagi batasan bagi wanita untuk melakukan tugas-tugas fisik. Demikian pula dalam kegiatan non fisik seperti; politik, ekonomi dan perdagangan. Peran non fisik inilah yang sering dituntut oleh para kaum wanita masa kni dalam kesetaraan gender. Apakah kesetaraan gender itu ? apakah sudah tidak membatasi hal-hal yang bersifat kodrati ? Sehingga saat ini kita dapat menyaksikan betapa kaum wanita sedemikian berpeluang apa saja, sudah melampaui hal-hal yang manusiawi dari diri seorang wanita, seperti menjadi wanita pegulat, wanita pesepak bola, bahkan di kota metropolitan Jakarta, menjadi sopir bush-way dengan syarat berpendidikan Strata 1 !. Yang lebih menyedihkan mereka menjadi tukang batu, kuli angkat, sebagaimana yang kita saksikan di pulau dewata „Bali“, dimana wanitanya menjadi kuli bangunan juga di ekploitasi untuk keperluan pemuas dahaga pria yang berkedok seni patung, dll sebagainya.
Continue reading ‘Benarkah Peran Sosial Wanita Minang Dalam Adat dan Budayanya Sebagai Wujud Kesetaraan Gender?’




Blog Stats

  • 61,500 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Flickr Photos

il paese che muore

290/365

Untitled

More Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory