15
Mei
08

~ Kaum dan Pasukuan ~


KAUM DAN PESUKUAN
Orang Minangkabau yang berasal dari satu keturunan dalam garis matrilineal merupakan anggota kaum dari keturunan tersebut. Di dalam sebuah kaum, unit terkecil disebut samande.Yang berasal dari satu ibu (mande). Unit yang lebih luas dari samande disebut saparuik. Maksudnya berasal dari nenek yang sama. Kemudian saniniak maksudnya adalah keturunan nenek dari nenek. Yang lebih luas dari itu lagi disebut sakaum. Kemudian dalam bentuknya yang lebih luas, disebut sasuku.Maksudnya, berasal dari keturunan yang sama sejak dari nenek moyangnya. Suku artinya seperempat atau kaki.
Jadi, pengertian sasuku dalam sebuah nagari adalah seperempat dari penduduk nagari tersebut. Karena, dalam sebuah nagari harus ada empat suku besar. Padamulanya suku-suku itu terdiri dari Koto, Piliang, Bodi dan Caniago. Dalam perkembangannya, karena bertambahnya populasi masyarakat setiap suku, suku-suku itupun dimekarkan.
Koto dan Piliang berkembang menjadi beberapa suku, yaitu :
– Tanjuang,
– Sikumbang,
– Kutianyir,
– Guci,
– Payobada,
– Jambak,
– Salo,
– Banuhampu,
– Damo,
– Tobo,
– Galumpang,
– Dalimo,
– Pisang,
– Pagacancang,
– Patapang,
– Melayu,
– Bendang,
– Kampai,
– Panai,
– Sikujo,
– Mandahiliang,
– Bijo dll.

Bodi dan Caniago berkembang menjadi beberapa suku, yaitu :
– Sungai napa,
– Singkuang,
– Supayang,
– Lubuk Batang,
– Panyalai,
– Mandaliko,
– Sumagek dll.

Dalam majelis peradatan keempat pimpinan dari suku-suku ini disebut urang nan ampek suku. Dalam sebuah nagari ada yang tetap dengan memakai ampek suku ini, akan tetapi ada juga memakai limo suku, maksudnya ada nama suku lain; Malayu yang dimasukkan ke empat suku ini.
Diantara suku dengan suku yang lain, mungkin berdasarkan sejarah, keturunan atau kepercayaan yang mereka yakini tentang asal usul mereka, boleh jadi mereka berasal dari perempuan yang sama. Oleh karena itu, Suku-suku yang merasa punya kaitan keturunan ini disebut dengan sapayuang. Dari beberapa payuang yang juga berasal sejarah yang sama, disebut sahindu.Lazimnya dalam berbagai aktivitas sosial masyarakat Minangkabau dikenal dengan isitilah sasuku dan sapayuang saja.
Sebuah kaum mempunyai keterkaitan dengan suku-suku lainnya, disebabkan oleh terjadinya perkawinan. Oleh karena itu kaum mempunyai struktur yang umumnya dipakai oleh setiap suku;

STRUKTUR DI DALAM KAUM

Di dalam sebuah kaum, strukturnya sebagai berikut;
a. Mamak yang dipercaya sebagai pimpinan kaum yang disebut Penghulu bergelar datuk.
b. Mamak-mamak di bawah penghulu yang dipercayai memimpin setiap rumah gadang, karena di dalam satu kaum kemungkinan rumah gadangnya banyak. Mamak-mamak yang mempimpin setiap rumah gadang itu disebut; tungganai.
Seorang laki-laki yang memikul tugas sebagai tungganai rumah pada beberapa suku tertentu mereka juga diberi gelar datuk.
Di bawah tungganai ada laki-laki dewasa yang telah kawin juga, berstatus sebagai mamak biasa.
Di bawah mamak itulah baru ada kemenakan.

STRUKTUR TALI PERKAWINAN DENGAN SUKU LAIN.
Akibat dari sistem matrilienal yang mengharuskan setiap anggota suku harus kawin dengan anggota suku lain, maka keterkaitan akibat perkawinan melahirkan suatu struktur yang lain, struktur yang mengatur hubungan anggota sebuah suku dengan suku lain yang terikat dalam tali perkawinan tersebut.

a. Induk bako anak pisang
Induak bako anak pisang merupakan dua kata yang berbeda; induak bako dan anak pisang. Induak bako adalah semua ibu dari keluarga pihak ayah.
Bako adalah semua anggota suku dari kaum pihak ayah.
Induak bako punya peranan dan posisi tersendiri di dalam sebuah kaum pihak si anak.

b. Andan pasumandan
Andan pasumandan juga merupakan dua kata yang berbeda; andan dan pasumandan.
Pasumandan adalah pihak keluarga dari suami atau istri. Suami dari rumah gadang A yang kawin dengan isteri dari rumah gadang B, maka pasumandan bagi isteri adalah perempuan yang berada dalam kaum suami.
Sedangkan andan bagi kaum rumah gadang A adalah anggota kaum rumah gadang C yang juga terikat perkawinan dengan salah seorang anggota rumah gadang B.

c. Bundo Kanduang

Dalam masyarakat Minangkabau dewasa ini kata Bundo Kanduang mempunyai banyak pengertian pula, antara lain;
a). Bundo kanduang sebagai perempuan utama di dalam kaum, sebagaimana yang dijelaskan di atas.
b). Bundo Kanduang yang ada di dalam cerita rakyat atau kaba Cindua Mato. Bundo Kanduang sebagai raja Minangkabau atau raja Pagaruyung.
c). Bundo kanduang sebagai ibu kanduang sendiri.
d). Bundo kanduang sebagai sebuah nama organisasi perempuan Minangkabau yang berdampingan dengan LKAAM.

Pengertian Bundo kanduang sebenarnya adalah sebagai perempuan utama. Apabila ada seorang ibu dari seorang mamak yang berkedudukan sebagai Penghulu , maka ibu (mandeh) dari seorang Penghulu itulah yang disebut Bundo Kanduang, atau mandeh atau niniek. Dialah perempuan utama di dalam kaum itu.
Perempuan yang disebut bundo kanduang dalam kaumnya, mempunyai kekuasaan lebih tinggi dari seorang penghulu. Mengapa demikian ? Ke unik-an sistem kekerabatan matriarkal menjadi sedemikian penting. Perannya sebagai perempuan utama dalam lingkungan keluarga menjadi dominan. Sang bundokanduang – perempuan utama dalam kaumnya , senantiasa akan mengarahkan penyelesaian setiap persoalan yang ada dilingkungannya, khususnya seputar adat dan budaya yang wajib ia tentukan dan putuskan. Dia dapat menegur seorang penghulu, apabila si penghulu melakukan suatu kekeliruan.
Demikian pulalah padusi-padusi setingkat ibu (mande) di bawahnya, apabila padusi itu dianggap cakap, pandai dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan kaum, iapun sering dijadikan perempuan utama di dalam kaumnya.
Jadi secara implisit pada alam Minangkabau, peran sosial padusi minang tampak di dalam suatu kelembagaan kaumnya. Seorang padusi yang berkedudukan sebagai perempuan utama ini memiliki peran seperti badan pengawasan atau lembaga kontrol dari apa yang dilakukan seorang penghulu.

Diolah dari tulisan Buya Mas`oed Abidin dari sumber : http://hmasoed.wordpress.com

Iklan

4 Responses to “~ Kaum dan Pasukuan ~”


  1. 1 hendri
    Oktober 3, 2008 pukul 3:42 pm

    Apakah boleh menikah satu suku?, contoh sesama suku Tanjung menikahi Tanjung yang lain, mereka beda kampung dan beda datuk. Karena menurut pepatah adat Minangkabau itu bersendikan agama islam (Adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah). Nah jika dilihat dari sisi agama kan sah-sah aja menikah satu suku, toh kalau menurut agama Islam garis keturunan itu ditarik dari bapak bukan dari Ibu sebagaimana hal ny apda adata Minangkabau. jadi kembali saya tanyakan apakah menurut anda nihak satu suku itu boleh? terima kasih.

  2. 2 ~padusi~
    Oktober 6, 2008 pukul 8:39 am

    assalamualaikum,wrwb

    Sesuai dengan ajaran ABS SBK, maka orang minang saat ini memang lebih mengutamakan pada ketentuan Islam dalam hal perjodohan.
    Pertanyaan ananda/kemenakan, bahwa perkawinan sesuku bisa saja terjadi. Namun yang masih terbatas adalah perkawinan sesama saudara ibu (sanak ibu) dan sesama saudara nenek (sanak nenek), yang dianggap masih tabu. Meskipun demikian, karena agama tidak melarangnya maka perjodohan itu bisa saja terjadi.
    Lain halnya sanak ayah – karena ayah yang beradik kakak – meskipun adat minang membolehkan namun tetap tidak dibolehkan oleh agama

  3. 3 Yuan Ajja
    November 5, 2011 pukul 3:25 am

    di kampung saya kalau terjadi pernikahan sasuku, maka kedua pasangan ini akan mendapat sanksi dari kaum atau nagarinya seperti dikeluarkan dr kampung,.. apakah mereka wajar mendapat sanksi tersebut????
    kembali kepada adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,,syarak mangato adat mamaki..klau memang adat itu sudah bersendikan syarak artinya adat tidak bisa melarang nikah sesuku karna islam sudah meengatakan boleh

  4. 4 Yuan Ajja
    November 5, 2011 pukul 3:26 am

    i kampung saya kalau terjadi pernikahan sasuku, maka kedua pasangan ini akan mendapat sanksi dari kaum atau nagarinya seperti dikeluarkan dr kampung,.. apakah mereka wajar mendapat sanksi tersebut????
    kembali kepada adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,,syarak mangato adat mamaki..klau memang adat itu sudah bersendikan syarak artinya adat tidak bisa melarang nikah sesuku karna islam sudah meengatakan boleh
    mohon penjelasanny terimaksih
    wassalam…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,001,880 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

ARSIP

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: