25
Jun
08

~tanggapan atas tulisan ~ ” PRIA DAN WANITA MINANG SALING KOMPLEMENTER”


Pengantar oleh : hifni hfd

Mari kita memberi penghargaan yang setingi-tinggi kepada member cimbuak.net yang bernama samaran Ching pada tanggal 13 Juni 2008 atas tanggapannya dari sebuah tulisan yang berjudul ” PRIA DAN WANITA MINANG SALING KOMPLEMENTER”. Mengingat artikel tersebut bersumber dari tulisan di blog bundokanduang ini, maka kami memasukkannya sebagai artikel yang perlu dibaca untuk memperoleh obyektivitas dari suatu tulisan. Berikut ini tanggapan sdr. Ching atas tulisan ” PRIA DAN WANITA MINANG SALING KOMPLEMENTER” :
” mengutip dari apa yang disampaikan di atas tentang perempuan minangkabau, memang perempuan minang mempunyai kedudukan yang tidak terlalu dibeda-bedakan dengan laki-laki. Perempuan dan laki-laki minang seadanyalah saling melengkapi satu sama lainnya.Inilah yang seharusnya disadari oleh masyarakat minangkabau. Laki-laki dan perempuan mempunyai tanggungjawab masing-masing baik dalam rumah gadang maupun nagari, satu sama lain harus menunaikan tanggungjawab dan kewajiban masing-masing sebagaimana mestinya. Maka niscaya akan terciptalah keluarga dan selanjutnya masyarakat yang aman, damai, makmur, dan diberkahi oleh NYA…

Di Minangkabau perempuan dan Laki-laki di beri kedudukan yang terhormat – Perempuan sebagai penanggungjawab rumah gadang, kebanggaan rumah gadang (keluarga, pasukuan,dan nagari) dan dihormati. Laki-laki sebagai mamak, rang sumando, dan kamanakan…kapaga nagari. Akan tetapi kenyataannya sekarang ini, hal seperti itu tidak lagi disadari oleh masyarakat minang itu sendiri. Petuah-petuah adat tidak lagi menjadi perhatian dalam hidup mereka. Kalaupun ada, malahan yang terjadi adalah mereka menyalah artikan (menyalahgunakan) maksud dari petuah-petuah adat tersebut.
Perempuan minang sebenarnya bukan perempuan yang dimanjakan, bukan untuk bermalas-malasan, tetapi mereka juga dituntut untuk berkreatifitas dan menuntut ilmu, perempuan minang juga harus cerdas dan pandai, pandai menjaga diri dan nama baik keluarga dan nagari, sedangkan laki-laki minangkabau adalah seorang pemimpin,yakni sebagai mamak, panghulu, rang sumando (ayah & suami). Laki-laki minang adalah pekerja keras yang ulet, pemikir yang cerdas dan pandai, pemberani, bertanggungjawab, bijaksana, sehingga dihormati dan disegani oleh anak-kamanakan serta masyarakat.

Lebih lanjut sdr. Ching menuangkan sebuah pepatah yang mengandung harapan :
kalau gadih jadilah gadih pusako
kalau bujang jadilah bujang pusako
kalau rang tuo jadilah rang tuo pusako

Jika dilihat kenyataannya sekarang ini, hal tersebut sudah menjadi hal yang langka, malahan tidak sesuai lagi dengan petuah adat minangkabau yang semestinya. Perempuan sudah banyak yang membanting tulang dari siang sampai malam untuk menghidupi keluarga, sementara banyak pula ditemukan kaum laki-laki – tidak berbuat apa-apa atau tidak berusaha untuk membanting tulang serta memikirkan kelangsungan hidup keluarganya sebagaimana selayaknya laki-laki, yaitu sebagai penanggungjawab keluarga yakni menjaga, melindungi, serta menafkahi keluarganya (palingtidak untuk anak-istrinya). Dengan kondisi yang demikian itu, perempuan memutuskan untuk ikut turut andil membantu suami mencari nafkah keluarga. Setelah itu apa yang terjadi ? si suami malah tidak jarang akhirnya hanya mengandalkan tenaga istrinya.
Dimana letaknya harga diri seorang laki-laki minangkabau saat istrinyalah yang menjadi andalan menafkahi keluarganya?????dimanakah harga diri seorang laki-laki minang saat dia tidak mampu menunjuk ajari kamanakannya, tidak “tahu” apa-apa dengan petuah-petuah adat sedikitpun ?????
Begitu juga dengan perempuan minang sekarang ini. Dimanakah harga diri serta kehormatan seorang perempuan yang disebut sebagai limpapeh rumah gadang, jika saat dia tidak mampu menjaga dirinya sendiri dan menjaga nama baiknya dan keluarganya???? Masih pantaskah dia – perempuan minang disegani dan dihargai saat dia tidak tahu berbuat apa yang terbaik untuk rumahnya????

Apa yang harus disebutkan, saat perempuan dan laki-laki minang tidak lagi mau tahu, mengabaikan petuah adat, serta adat budaya minanagkabau itu sendiri???? indak tahu di adaik??? apakah mereka sadar dan peduli akan hal itu??? Kesadaran dan kepedulian itulah yang harus kita bangkitkan kembali di dalam masyarakat kita minangkabau.. Sadar. peduli, dan bertindak…

Iklan

0 Responses to “~tanggapan atas tulisan ~ ” PRIA DAN WANITA MINANG SALING KOMPLEMENTER””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,001,875 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

ARSIP

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: