21
Agu
08

” dendeng batokok “



Dendeng batokok
yang asli, penuh dengan sentuhan tradisional karena menggunakan bahan-bahan tradional serta pengerjaannya secara tradional pula. Dendeng batokok merupakan pusaka kuliner ranah Minang

Bahan :
– 1 kg daging kelapa (gandek),
– 1/4 kg cabe ijo, diiris
– bawang merah diiris tipis
– tomat kecil ijo

Cara membuat :
– Siapkanlah arang pembakaran
– Irislah daging dengan potongan yang sesuai.
– pangganglah daging iris itu dengan api arang yang sedang-sedang saja. Sebelum dendeng ini dibakar diolesi dulu dengan minyak tanah.
– Ketika daging setengah matang, dendeng itu di “tokok” (dipukul pukul atau dibeubeuk -sunda ), diatas dipenggilangan cabe yang terbuat dari batu alam (Minang : Batu lado),
– setelah itu dendeng diolesi lagi dengan minyak tanak lagi, lalu dibakar lagi sampai matang sedikit agak gosong kehitaman tapi rapuh dan garing.

Saos dendeng batokok ; juga berasal dari minyak tanak yang terdiri dari campuran :
* irisan bawang merah atau bawang bombai
* irisan cabe hijau (iris serong).
* irisan tomat hijau kecil
* bubuhi garam untu menimbulkan rasa gurih masakan.

Rasakan harumnya, yang terdiri dari bahan-bahan asli itu

Iklan

7 Responses to “” dendeng batokok “”


  1. 1 ~padusi~
    September 1, 2008 pukul 1:47 am

    Terima kasih Andi, koreksinya. Sengaja Uni menuliskan namamu, agar supaya pengunjung blog ini salut dan mereka akan berkata :” Bukan main seorang pria minangpun sangat peduli dengan masalah pusaka kuliner. Salam ~ padusi ~

  2. September 15, 2008 pukul 6:58 am

    Assallamualaikum, uni hifni,

    awaka lah singgah lo mancigok di siko..
    banyak nan taragak jo makanan nan ado disiko..titiak salero

    wassallam,
    Datuak Arifz

  3. 3 ~padusi~
    September 16, 2008 pukul 3:09 am

    tarimo kasih Datuak,

    Unipun batitiek salero.. bilo bilo suruahlah urang rumah mambueknyo….

    Salam ~padusi~

  4. Oktober 30, 2008 pukul 3:54 am

    ado metode yang agak beda : berilah daging dengan garam secukupnya, diamkan ya kira-kira 1 jam atau lebih juga boleh setelah itu bakar sampai air dari daging kering, setelah itu ditokok. Tapi biasanya kami tidak dibakar lagi, senangnya setengah matang gitu. Tapi kalau masih agak mentah setelah ditokok, dibakar lagi aja (Jarang sih kasusnya).

    Kalau mau kering kita goreng lagi dan masak dengan lado giling halus.

    Kalau yang tidak digoreng ingin dimakan tinggal tambahkan minyak orum (batanak) yang dibuat dari santan yang dimasak sampai berminyak (wanginya …..). Sambel ladonyo : cabe giling digiling setengah halus dengan bawang merah dan ditambah garam secukupnya. Sebelum dituangkan minyak batanak, olesin seketek lado giling tako dan siram dengan minyak batanak.

    Yang diatas cara paling gampang dan cepat.

    Kalau pake cara Silungkang, lebih ribet dan lama tapi hasilnya mantap, ambo pernah dikirim daging batokok dari Silungkang .. nyam-nyam …

  5. September 8, 2009 pukul 3:25 am

    hueeeeeeeeeeee…. jadi pengen pulang kampung 😦

  6. 6 Arin
    Juli 25, 2014 pukul 4:22 pm

    Sebelum dendeng ini dibakar diolesi dulu dengan minyak tanah.

    Pake minyak tanah apakah aman utk dimakan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,001,880 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

ARSIP

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: