25
Sep
08

Menyambut Hari Raya : manjalang mintuo


Bagi pasangan pengantin baru, selama masa bulan madu masih berlangsung atau diawal perkawinan, maka suatu tata cara yang tidak kalah pentingnya bagi mempererat tali silatuahmi kedua keluarga, dalam tata cara adat istiadat perkawinan di Minangkabau, ialah acara manjalang mintuo pada saat Hari Raya Iedhu Fitri. Beberapa nagari di Sumatera Barat, saat ini masih mempraktekkan khazanah budaya ini dengan berbagai macam istilah. Ada yang menyebut dengan istilah manjalang mintuo, mahanta nasi, mahanta nasi katunduakan, dll. Namun maksud dan tujuannya sama, yaitu kewajiban untuk mengisi adat pada saat menyambut hari raya Iedhul Fitri, yang dilakukan 1 hari sebelum Hari Raya, biasa pada saat sore hari atau menjalang malam takbiran.
Mengisi adat ini mengandung arti bahwa pihak keluarga pengantin wanita pada beberapa bulan perkawinan harus datang secara resmi kerumah ayah ibu pengantin pria, untuk mengantarkan segala keperluan makanan untuk hari Raya itu.
Pada saat berkunjung kerumah mertuanya itu, menantu perempuan ini diharuskan untuk membawa berbagai macam makanan, meliputi;
– singgang ayam,
– rendang atau pangek gadang (asampadeh daging) dll,
– kue-kue berbunga atau cake besar,
– kue-kue hari raya yang sudah dikemas dalam kemasan yang cantik, antara lain kue – kue kecil, kacang tojin, arai pinang, kue bawang, dll.
Semua bawaan tersebut, ditata dalam baki yang tentunya berbeda cara membawakan makanan ketika acara manjalang mintuo pada saat baralek gadang.
Jika manjalang mintuo, masyarakat Di daerah lingkung adat Kubuang Tigo Baleh (Solok), membawa nasi dan lauk pauk dalam acara ini yang disebut mahanta nasi katunduakan, ditata dalam mangkok besar berkaca putih yang dijunjung oleh wanita-wanita berpakaian adat setempat dengan barisan berderet satu-satu bagaikan itik pulang petang. Demikian pula di di daerah pesisir seperti Padang dan Pariaman, maka segala barang bawaan ini, baik yang dijunjung diatas dulang maupun yang ditata diatas baki, tidak boleh ditutup agar orang-orang kampung lain bisa melihatnya sepanjang perjalanan yang dilaluinya.
Untuk keperluan menyambut hari raya, pihak yang datang adalah sang menantu perempuan langsung yang biasanya akan diiringi pula oleh suami. Tentunya tidak ada lagi upacara penyambutan seperti yang kita kenal dalam upacara perkawinan.

Makna yang terkandung dari khazanah budaya menyambut Hari Raya ini, adalah silaturahmi yang harus terjalin bagi pasangan muda itu didalam keluarga besarnya. Bagi sang mertua, bukan berat ringan barang yang dibawa oleh sang menantu melainkan rasa kebersamaan yang dijalin antara dirinya dengan sang menantu sehingga walaupun mereka berada dirumah gadang masing-masing, ternyata mereka tetap bersatu dalam cita dan rasa.

Iklan

2 Responses to “Menyambut Hari Raya : manjalang mintuo”


  1. Oktober 30, 2008 pukul 3:40 am

    kalau ande ambo ga mau pake adat seperti itu, kata beliau kasihan, merepotkan ughang… beliau ga peduli dibilangin “ga tarotik”. Untungnya mertua ande sudah lamo maningga waktu bapak masih ketek. Kalau saya sih senang aja, di rumah banyak makanan dan ga usah bikin kue lebaran lagi hehehehe 🙂

    Kalau orang ga mampu terus harus mengikut adek, berat ya .. apalagi mertuanya koreh bona memang adat dan indak toleran 🙂

  2. 2 ~padusi~
    Oktober 30, 2008 pukul 7:45 am

    salam aulia,

    Jika dirasakan berat memang berat. Akan tetapi bila ada saling pengertian serta keihklasan, maka pelaksanaan khazanah budaya ini tidak akan terasa berat.
    Hal seperti ini. uni pernah lakukan kepada ibunda mertua yang uni sayangi. Akhirnya berkat doanya, pengganti materi yang kami berikan secara ikhlas kami peroleh kembali melebihi apa yang uni berikan. apakah itu ?
    kasih sayang – perhatiannya kepada anak anaknya. dan yang lebih adalah rezeki dari Allah SWT.

    Salam

    ~padusi~


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,001,875 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

ARSIP

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: