25
Jan
09

Minangkabau di tahun kabau……


Oleh : Hifni H. Nizhamul

1fbabbad2008-02-06-19-25-21-ws

Saya tersenyum tatkala mengetahui bahwa tahun baru imlek saat ini adalah Tahun Kerbau. Kerbau bagi urang minangkabu menyimpan mitos dan sekaligus misteri. Mengapa ? benarkah asal usul nama etnis minangkabau berasal dari suatu kemenangan dalam pertandingan aduan kerbau di Sijangat itu ?

Apa yang saya ketahui dari seekor kerbau ?

Menurut saya adalah semangat seekor kerbau dalam bekerja dan berusaha. Selain bekerja membajak sawah – kerbau juga dijadikan tenaga penggerak bagi sebuah pedati. Bahkah dapat digunakan sebagai tenaga penggerak di daerah pedesaan untuk keperluan teknologi yang sangat sederhana. Walau demikian – terkadang kerbau dianggap sebagai binatang bodoh – karena melalui cingurnya kerbau dikendalikan oleh sang majikannya. Bahkan matanya ditutup untuk mengelabui jam kerja hewan tambun ini. Namun ia tidak pernah mengeluh. Seandainya kerbau mengeluh – ia hanya melenguh. Suaranya tidaklah senyaring suara anjing atau seekor singa.

Lalu apa hubungannya minangkabau di Tahun Kerbau ?


27cb025dngarai-sianok-kcl

Bagi saya – mengumpamakan “alam takambang jadi guru -dizaman serba modern saat ini. Masih bisakah urang minangkabau baik yang berada di Ranah maupun di Rantau menjalin kebersamaan, gotong royong, raso sahino samalu, kekerabatan, dan penghormatan sesama, atau barek sapikue ringan sajinijing, yang menjadi kekuatan di dalam incorporated social responsibility, seperti yang digambarkan dalam kemampuan tenaga kerbau menghela pedati ?

Ini yang menjadi masalah kita saat ini. Pamor kita semakin surut disaat era globalisasi. Saya merasa ada kevakuman selama setengah abad persis diusia saya. Baik dalam struktur pemerintahan maupun dalam fungsional kemasyarakatan.

Urang minangkabau saat ini – akhirnya benar-benar hanya mengandalkan tulang salapan karek dalam bekerja. Banyak kalangan terdidik lulusan dari Perguruan Tinggi berada dalam kesempitan lowongan pekerjaan. Bahkan karena ada pepatah yang mengatakan : Karatau madang dihulu babuah babungo balun. Marantau buyuang dahulu dirumah paguno balun, sehingga anak-anak muda ini harus meninggalkan kampong halamannya untuk merantau. Akan tetapi sangat disayangkan kesempatan untuk bekerja di jalur formal sangat terbatas. Tingkat pengangguran yang sangat tinggi – maka jumlah perantau minang yang berkerja di sector informal semakin banyak.

Menurut astrologi (sungguh saya tidak mau dianggap sekuler mempercayai ilmu ini),tahun kini adalah tahun kerbau. Orang ber shio kerbau – selalu memandang masalah sebagai hal yang harus diselesaikan. Tidak ada masalah yang ditunda-tunda penyelesaiannya. Karena itu mereka ini – saat bekerja selalu tekun berusaha. Inilah yang dapat kita padankan dengan kehidupan warga shio ini.

Untuk mengamati “urang minangkabau” saat kini – kita tidak dapat mengamatinya secara sempit. Ternyata banyak banyak masalah yang harus disepakati lebih dulu sebelum menetapkan keadaan masyarakat ini.

Dari beberapa informasi tentang keminangkabauan, saya menarik kesimpulan bahwa urang Minangkabau sampai sekarang, tetap  menjunjung agama dan adat dalam bermasyarakat dan bernegara. Ada Adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendi kitabullah yang menjadi pedoman hidup berkeluarga dan bermasyarakat.

Bagaimana upaya kita meningkatkan jati diri ” urang Minangkabau ” ???

Seorang eksekutif disebuah BUMN menanamkan spirit kepada para staff yuniornya agar bermental Global (Global Mentality). Bahkan ia menyuruh para staff yunior melakukan penelusuran terhadap tokoh-tokoh di Indonesia yang bermental global itu, Anak saya yang menjadi staff yunior itu bertanya kepada saya : Siapakah tokoh kita saat ini yang bermental Global itu ?

Secara sempit Saya menunjukkan tokoh nasional yang berasal dari Minangkabau, yaitu DR. Moh. Hatta, KH Agus Salim, Dr. Syahrir, dll.

Itu ternyata sudah ketinggalan zaman untuk dijadikansebagai contoh…!

Sebagai seorang ibu – saya merenung bahwa saya memiliki angan-angan untuk membentuk karakter anak-anak saya menjadi seorang bermental global itu. Seandainya jalan itu masih panjang – karena ia masih berusia 22 tahun, tentu perlu ada pencerahan dan penalaran sehingga wawasan berpikir mereka akan terbuka menjadi generasi yang bermental global itu.

Nah bagaimana dengan anak urang Minangkabau kedepan ? Disinilah menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita harus mengasah kemampuan dan potensinya, yaitu menjadi seorang fungsional dan menjadi seorang profesional.

Bagi saya rasa-rasanya bermodalkan tulang nan salapan karek itu sudah tidak zamannya lagi diaplikasikan dalam berjuang hidup. Walaupun ada falsafah yang masih cocok untuk dipraktekkan yaitu :

“ Jika hendak mulia – harus suka memberi, jika ingin ternama (terkenal) , dirikan kemenangan, jika mau pandai rajin berguru, jika ingin kaya harus kuat berusaha”.

Inilah suatu upaya merealisasikan sebuah angan-angan menjadi impian sehingga dalam menghadapi persaingan global itu urang minangkabau harus berani melawan dunia orang. Ini menyangkut harga diri bukan ..??

Bila ada kekhawatiran akan menyalahi adat dan kebiasaan, akan berubah karena kemajuan teknologi dan globalisasi, seorang tokog agama di Minangkabau saat ini Buya Mas’oed Abidin “ memberikan contoh tentang bangsa Jepang dan beberapa negara modern lainnya; dimana adat-budaya dapat dilestarikan dan secara serasi tumbuh bersama kemajuan sosial-ekonomi negaranya. “ Kiat” itulah yang perlu kita pelajari. Tidak semata adat dan agama, namun keyakinan tetap harus teguh, sesuai dengan falsafah : adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, akan menjadi pedoman orang minang kabau dalam memasuki dunia.


Meski lambat dalam mewujudkan global mentality ini – pada kita urang minangkabau, mestinya prinisp dapat disetarakan dengan “ melawan dunia orang” agar mendapatlkan harkat dan martabat yang lebih. Dahulu urang minangkabau selalu jeli dan cermat dalam menghadapi segala hal. Itulah yang membawa keberhasilan dan mampu membuat orang percaya padanya. Akan tetapi sayangnya, urang minangkabau dalam korelasi pihak lain – kurang memiliki ketenangan dan selalu emosi? Padahal dalam mengandalkan potensi diri kita – selayaknya kita selalu berikhtiar sesuai dengan falsafah yang diajarkan oleh nenek moyang kita itu.

Mengumpamakan oleh urang Minangkabau, mampu hidup mandiri dengan modal tulang salapan karek tadi, maka dengan cara yang amat sederhana sekalipun, ia merasa “lebih terhormat”, bekerja dengan menggunakan tenaganya daripada meminta-minta dan menjadi beban orang lain.

Tapi tunggu dulu…!!! tulang salapan karek yang bagaimana yang akan diandalkan oleh urang minangkabau ini ? Bagaimana meningkatkan kualitas pekerjaan professional ini agar lebih bernilai ? Berarti yang dibutuhkan bukan tulang salapan karek semata, melainkan akal dan pikiran.

Di milist RantauNet saat ini ada topic yang diulas para “ rang mudo”, yang tak kalah serunya. Serasa topic itu sudah ketinggalan untuk terus diperbincangkan. Apalagi kita tidak bisa mewujudkan dalam artian sebenarnya.

Saya ingat DR. Mahathir Mohammad – mantan PM Malaysia. Ia rajin mempromosikan negaranya sebagai negara Islam dengan menyatakan, “UU Islam atau hukum syaro’ ditegakkan di Malaysia dengan memperhitungkan keadaan negara yang majemuk keberagamannya dan keadilan yang menjadi bagian pokok dalam UU Islam.” Ia juga merujuk Daulah Islam di Cordova, Spanyol yang masyarakatnya majemuk. Meski begitu kenyataannya tidak demikian. Praktek kehidupan kapitalisme-sekularisme bertebaran di sana dengan pesta tahun baru dengan penari berpakaian minim di klub-klub malam terkenal di Kuala Lumpur. Juga ada tempat judi di Genting Highlands. Malaysia tak mewajibkan muslimahnya berjilbab. Selain itu tokoh penting dan penguasanya menolak anggapan jika negaranya ialah negara Islam, seperti Tunku Abd. Rahman Putra, bapak kemerdekaan Malaysia.

Nah ini berarti kita tidak perlu lagi mempersoalkan bahwasanya Minangkabau identik dengan islam, melainkan identik dengan kemampuan membaca zaman.

Nah.. kembali kepada judul artikel Minangkabau di tahun Kerbau…, marilah kita jadikan momen tahun kerbau ini sebagai awal kebangkitan yang kesekian kalinya dari kemenangan orang minangkabau dalam melawan dunia orang.

Barangkali bisa saja mythos – nama etnis minangkabau – yang semula berasal dari kemenangan adu kerbau – berubah menjadi kemenangan dalam melawan dunia orang ketika pepatah yang bebunyi :

“ Jika hendak mulia – harus suka memberi, jika ingin ternama (terkenal) , dirikan kemenangan, jika mau pandai rajin berguru, jika ingin kaya harus kuat berusaha”.

Benar – benar diaplikasikan dalam kehidupan generasi muda minangkabau.  Mari kita go internasional dengan pepatah ini dan kita ada bagian dari global mentality itu.

Iklan

3 Responses to “Minangkabau di tahun kabau……”


  1. Maret 1, 2009 pukul 3:33 pm

    Just passing by.Btw, your website have great content!

    _________________________________
    Making Money $150 An Hour

  2. 2 Almer
    Maret 15, 2009 pukul 1:28 pm

    I agreed with u Mike….logical as it is explanation to the young Minangkabau, thank you Padusi…for sharing…

  3. 3 ghoji
    Januari 10, 2010 pukul 4:26 pm

    jangan terlalu sentimentil bong…
    ini tahun kerbau ya.,..
    saya perlu penjelasan dari anda beberapa hal berikut?
    1. apa maksud pepatah masy minang ” karajo sekitik piti nan panyak?”
    2. kahimpit nak diluar kainjak..nak diatas (tepatnya gmn? Anda lebih tahu., itu saya dapat pepatah ini dari seorang bpk saat ngobrol di lapau)
    3. apa yang membuat orang minang betah di lapau siang-malam apa lagi ada kartu domino?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,001,875 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

ARSIP

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: