23
Apr
10

`sitti manggopoh `


Tidak banyak orang mengenal pejuang wanita dari Ranah Minang ini. Mungkin karena berjuang di wilayah lokal sehingga keharuman namanya tidak seperti KARTINI. Kartini memiliki keberuntungan – karena di polulerkan oleh Orang Belanda – yang menjadi teman curhat dalam tulisan – tulisan yang bernilai sastra. Kemudian surat -suratnya itu di populerkan dalam suatu thema yang berjudul : HABIS GELAP TERBITAH TERANG. Apa yang dikemukakan KARTINI sangat pas kala itu disaat Hindia Belanda sedang merealisasikan politik balas budi. Meskipun zaman berbeda dari dua orang wanita ini – namun memiliki kesamaan dalam semangat.

Siapakah Sitti Mangopoh ini ?. Sitti Mangopoh adalah perempuan pejuang dari desa kecil terpencil di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. “Perempuan pejuang yang berjuang bersama kaum laki-laki tanpa mengenal perbedaan jenis gender. Ia tidak mengusung idealismenya dalam tuntutan  persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Yang dilakukannya adalah menggelorakan semangat anti penjajahan.

Kita mengenal sosok padusi minang yang berkiprah sesuai dengan bidangnya, seperti ROHANA KUDUS, HR RASUNA SAID. RAHMAH EL YUNUSSIAH, dll namun orang tidak ada yang Siti Manggopoh. Sitti Manggopoh turut berjuang untuk mengusir penjajah dari Kampung halamannya dan juga Indonesia pada umumnya.

DR. DAMSAR , sosiolog dari Universitas Andalas Padang mengatakan, Siti Manggopoh merupakan gong perjuangan kebangkitan kaum perempuan dalam kancah politik.  “Siti Manggopoh berjasa dalam menegakkan marwah rakyat tertindas. Pantas gelar pahlawan Nasional pantas diberikan kepada dia. Gelar tersebut telah diberikan masyarakat Minangkabau, namun belum diberikan oleh Pemerintah Indonesia,” katanya.

Sitti Mangopoh – mengalami nasib yang sama – seperti pejuang yang tidak dikenal lainnya. Terabaikan jasa-jasanya hanya karena Instansi  yang berkompeten atau tokoh – tokoh didaerahnya atau siapapun Ia – tidak gigih memperjuangkannya sebagai pahlawan nasional.

Jika kita bandingkan dengan Raden Ajeng Kartini, perjuangan Siti Manggopoh tidak kalah besarnya dalam sumbangannya bagi bangsa Indonesia.  Apakah Siti Manggopoh layak diberi gelar  pahlawan nasional ?

Bagi masyarakat minangkabau – mengangkat jasa dan kiprah Sitti Mangopoh dalam perjuangan melawan penjajah patut di beri dukungan. Ia sebenarnya adalah pelaku sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Jangankan Ia disebut dalam buku sejarah nasional, jasa Siti Manggopoh hampir tak pernah dikenal dilingkungan masyarakat minangkabau sendiri. Ia seakan tidak dipedulikan. Kalaupun disebut, hanyalah ketika orang mengenang jasa pahlawan – pahlawan wanita lainnya.

Akankah Ia akan bernasib sama dengan peranan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang tidak secara khusus dianggap sebagai pemerintahan yang kedaulatan negara.

Sebagaimana yang ditengarai oleh peneliti dan sejarawan Dr Mestika Zed MA, keberadaan PDRI yang berpusat di Bukittinggi – bisa menjadi satu buku tebal dan mendapat banyak pujian dari kalangan sejarawan dalam dan luar negeri. Sampai-sampai buku tentang PDRI itu pernah mendapat penghargaan sebagai buku ilmu-ilmu sosial terbaik tiga tahun lalu. Dan cerita soal Siti Manggopoh bisa menjadi buku setebal 98 + xiii halaman. Menurut Raudha Thaib, buku Siti Manggopoh penuh dengan makna tertulis dan tersirat.

Perjuangan Sitti Mangopoh

Sitti mangopoh dilahirkan bulan Mei 1880. Pada tahun 1908 – Sitti Mangopoh melakukan perlawanan terhadap kebijakan ekonomi Belanda mengenai pajak uang (belasting). Perlu diketahui pengenaan belasting kepada rakyat ini sangat menyengsarakan rakyat kala itu. Belasting ini bagaikan penghisap darah. Karena derita rakyat inilah, maka Ia bersama rakyat menolak kebijakan belasting dari Pemerintah Hindia Belanda di Manggopoh disebut dengan Perang Belasting.

Dalam perspektif rakyat minangkabau – tindakan pemerintah Hindia Belanda yang mengutip pajak atas tanah rakyat dianggap telah menginjak harga diri masyarakat.  Pengenaan pajak ini berlaku secara turun – temurun.

Dr M Nur MS, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Sumatera Barat, ” belasting ”  merupakan tindakan pemerintah Hindia Belanda yang mewajibkan rakyat mematuhi peraturan untuk membayar pajak tanah yang dimiliki secara turun temurun. Belasting dianggap bertentangan dengan adat Minangkabau. Tanah adalah kepunyaan komunal atau kaum di Minangkabau.

Berdasarkan prinsip tanah – tanah di Minangkabau merupakan milik KAUM, maka Sitti Manggipoh melakukan Gerakan penolakan. Ia seorang perempuan yang sangat berani dan gigih menentang koloni asing itu. Ia melakukan perlawanannya berbentuk reaksi hebat terhadap penetrasi Pemerintah Hindia Belanda.

Sejarawan Dr M Nur MS berpendapat, Siti Manggopoh adalah satu-satunya perempuan Minangkabau yang berani melancarkan gerakan sosial untuk mempertahankan nagarinya terhadap pengaruh asing. Bahkan tidak jarang gerakan yang dilancarkannya secara fisik. ” Nilai perjuangan antara Siti Manggopoh di Minangkabau dan Cut Nyak Dien di Aceh mungkin dapat ditarik suatu garis lurus dalam persamaan atau mungkin perbedaannya. Akan tetapi, yang jelas, kedua perempuan ini tidak kenal lelah dan berani memimpin untuk menegakkan hak – hak yang diinjak pemerintah Hindia Belanda bersama kaum laki-laki.

Peristiwa itu dapat dijadikan pedoman dan bukti bahwa kaum perempuan Minangkabau tidak berbeda kemampuan dan haknya dari kaum laki-laki,” jelasnya. (YURNALDI sumber KOMPAS)

disarikan dari Sumber : www.kompas.com

Iklan

8 Responses to “`sitti manggopoh `”


    • 2 aragar
      April 4, 2012 pukul 6:31 pm

      Perjuangan Mandeh Sitti (Sitti Manggopoh) alah jaleh,monumennyu alah tagak di simpang tigo Manggopoh,ambo sato hadir dalam rombongan wkt peletakan batu pertamo monumen Mandeh Sitti,masotu ambo masih ketek,babarapo puluah tahun nan lalu.Kini sadiah ambo mancaliak monumen Mandeh alah tahalang suok kidanyu jo toko tampek urang manggaleh.Ambo mohon masyarakaik ataupun Pemda Kab Agam baa caronyu supayo awak bisa mancaliak monumen Mandeh Sitti bisa dipandang jaleh dari sagalo arah,sebagai bantuak penghargaan awak ka pejuang padusi Minangkabau.Dan manuruik carito papa ambo,suami Sitti manggopoh maningga dan dikubua di Manado.

      • 3 iyo ambo bana
        September 10, 2012 pukul 7:18 am

        batua dunsanak, mandeh siti adolah cerminan karekter padusi minang kabau nan acok didanga, salah satu bunyinyo……. “samuik dipijak indak mati, alu tataruang patah tigo”. kefeminimam perempuan minang nan indah gemulai jan dipandang sabalah mato, kalau inyo tasasak, itulah bantuaknyo, mandeh siti mampu mandabiah sekitar 45 urang tentara balando katiko itu, dek karano si iduang mancuang ado nan salamaik surang, disikolah mandeh siti dikaja2 dan suaminyo dibuang k Manado. Ado 2 urang anaknyo, cucu dan piyuik kanduang baliau (mandeh siti) sampai kini masih ado, kalau ado nan ingin tau datanglah kanagari banamo Tiagan (katiagan) nan indak talampau jauah dari mangpopoh…….

  1. 4 dira
    Oktober 12, 2012 pukul 9:16 am

    Assalamualaikum wr wb, cerita mengenai siti manggopoh sudah pernah saya dengar ketika masih berusia belasan tahun dari sepupuku di kampuang. Ada rasa bangga mendengar kisah mengenai pahlawan perempuan Minangkabau karena meski lahir dan besar di rantau Jakarta dan tidak akrab dengan bahasa Minang, namun perasaan dan rasa masih sebagai urang Minangkabau. Sekarang senang sekali bisa membaca tulisan-tulisan mengenai perempuan hebat ini. Semoga beliau bisa terangkat sebagai pahlawan Nasional. (maaf tidak berbahasa Minang karena keterbatasan kemampuanku).

  2. 5 Titien
    Desember 19, 2012 pukul 3:26 pm

    Alhamdulillah terima kasih sdh menambah wawasan saya, meskipun bukan urang Minang tapi saya turut merasa bangga memiliki Bunda Sitti Manggopoh dalam sejarah pergerakan emansipasi perempuan Indonesia. Semoga kita tidak hanya bangga tapi mampu memproyeksikan budipekerti dan semangat cinta tanah air yg beliau ajarkan pd kita, Subhanallah!

  3. 6 Urang awak juo nyo sanak
    Oktober 24, 2014 pukul 5:05 am

    Awk ikuik kgum plo snak. Btw snak klaw cucu piuk nyo d ktiagan baa koq cwe katiagan thu bnyak bna nan smbong

  4. 7 aragar anwar ali akbar
    Agustus 10, 2015 pukul 2:13 pm

    insya Allah,urang mudo Manggopoh,mari kito perjuangan Mandeh Sitti menjadi Pahlawan Nasional….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,065,195 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

ARSIP

Flickr Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: