15
Jul
10

Minangkabau yang resah, gelisah & bingung dalam konteks terkini pada lingkup Republik Indonesia


Sumber : Pituah Adat Minangkabau
Sebenanya pada adat istiadat di Minangkabau masih terdapat kebiasaan di masyarakat yang bertentangan dengan syariah islam dan itupun akan terus menerus dikoreksi. Namun pertemuan antara Alim Ulama dengan Ninik Mamak saat ini memang sangatlah jarang terjadi, malah beberapa tahun terakhir ini bisa disebutkan tidak ada sama sekali. Saat ini secara resmi berjalan sendiri – sendiri.Hingga saat ini pula Penghulu merupakan pemimpin adat di kaumnya dan nagari adalah persekutuan antara Ninik Mamak penghulu kaum dalam masyarakat adat, tercatat ada 624 nagari yang tersebar di 11 kabupaten di Sumatera Barat minus Kepulauan Mentawai.

Yang menjadi problem adalah, konteks ninik mamak yang hanya berada di salingka nagari(rujukan Tambo Adat Minangkabau) sedangkan LKAAM sebagai organisasi ninik mamak di Provinsi & Kabupaten hanya bersifat koordinasi, yang tidak memiliki pengakuan penuh dari nagari-nagari di minangkabau.

Perlunya sebuah kesepakatan dari Ninik Mamak yang ada di minangkabau (karena kita menganut paham egaliter dengan persamaan hirarki antara nagari-nagari di minangkabau) bahwa adanya persekutuan di ranah minangkabau, yang diakui oleh seluruh ninik mamak di nagari-nagari. Oleh karena itu pula LKAAM tidak bisa mengatasnamakan seluruh ninik mamak, karena ada juga MTKAAM sebagai wadah ninik mamak yang diakui oleh sebagian nagari-nagari di ranah minang.

Hal ini menambah kerumitan masalah dengan terkendalanya pada pemahaman bahwa minangkabau terbagi atas luhak & rantau, dimana luhak hanya terlingkup pada Tanah Datar, Agam, 50 Koto, sehingga menjadikan bias posisi Penghulu di Dharmasraya, Pasaman, Pasaman Barat, Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok & Solok Selatan , kembali pada rujukan Tambo Adat Minangkabau “Luhak bapangulu, rantau barajo” dengan demikian seluruh Penghulu di Dharmasraya, Pasaman, Pasaman Barat, Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan adalah tidak sah & tidak tepat, apabila kita merujuk padaTambo Adat Alam Minangkabau.

Pada masa lalu kepemimpinan di Minangkabau dipegang oleh Rajo Tigo Selo, yaitu Rajo Alam, Rajo Adat dan Rajo Ibadat yang berkedudukan di Pagaruyung, Buo, Sumpur Kudus. Dan yang menambah polemik ini semakin berlarut-larut, sejak tahun 2 Mei 1833 Sultan Tangkal Alam Bagagarsyah ditangkap & diasingkan kolonial Belanda ke Banten yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Pagaruyung.

Sebagai informasi tambahan, Kerajaan Pagaruyung bukanlah kerajaan yang kita kenal dalam paham feodalistik seperti pada sistem budaya dimasyarakat lain dimana sebagai penguasa, pemilik & pemegang kendali. Hal ini lebih merupakan sebagailembaga tempat pengambil keputusan terakhir apabila silang sengketa tidak bisa diselesaikan pada nagari – nagari di minangkabau, sungguh sistem kerajaan yang unik – seperti uniknya pola matrilineal yang ada di minangkabau – karena menganut paham egaliter sehingga nagari di minangkabau dikenal sebagai republik- republik kecil dimasa lampau.

Saat ini, setelah terhapus 20 tahun, nagari masih sama seperti desa diera tahun 1980 – 2001 hanya berganti penyebutan saja. Insya Allah kedepan akan ada perbaikan-perbaikan mendasar untuk otonomi sebuah kata bernama nagari, seiring penyempurnaan Perda No.2 Th 2007 Tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari.

Beralih pada alim ulama, dimana kita mengenal MUI Sumbar sebagai organisasi ulama di Sumatera Barat. Dimana ulama-ulama yang tergabung pada MUI berasal dari berbagai kalangan, mulai NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, hingga Perti. Oleh karena itu garis gugus yang bersifat vertikal dari MUI Pusat, sehingga MUI Sumbar tidak bisa mewakili kaum Alim Ulama di tataran masyarakat minangkabau. Sehingga yang dimaksud dengan Alim Ulama pada masyarakat minangkabau adalah Ulama yang berasal dari minang, walaupun tergabung pada MUI Sumbar namun bersifat perseorangan (bukan organisasi), dan sampai saat ini belum ada sebuah lembaga Alim Ulama Minangkabau seperti halnya organisasi ninik mamak LKAAM & MTKAAM.

Beralih pula pada kalangan Cerdik Pandai, siapa cerdik pandai? Apakah dosen-dosen di Universitas Andalas, IAIN Imam Bonjol, Universitas Negeri Padang, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan ribuan tenaga pengajar di puluhan universitas, akademi, institut yang ada di Sumatera Barat bisa dikategorikan dalam Cerdik Pandai?? Kami kembalikan pertanyaan ini pada seluruh penggemar PAM yang budiman.

Pada kenyataan “Saiyo Sakato” pada “Tigo Tungku Sajarangan” memang belum tercipta saat ini di minangkabau dalam lingkup ninik mamak, alim ulama & cerdik pandai, apalagi mengenai pembahasan ABS SBK dalam penerapan di masyarakat minangkabau.

————————————————————————————

Baitu pulo jo istilah Tigo Tungku Sajaragan nan ko, kok dikaji pado falsafah Alam takambang jadi guru, kini tungku indak hanyo tigo sajo, bahkan tampek batanak alah ado nan ampek tunggu jo limo tungku, dek karano itu pulo Bundo Kanduang jo Pemuda nio sato dalam mamutuihan apo-apo nan paralu dimusyawarahkan menganai permasalahan di masyarakat.

Nan bedonyo, alah adopulo kompor nan indak batungku, dek istilah kini banamo “ Kompor Tungku Flat” , nan data samo sakali indak ado ba tungku.

Dek karano itu pulo, masalah Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah paralu bana dirundiangkan antaro kito nan banamo Urang Minangkabau……..

Semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin.

(tulisan ini mencoba memberi gambaran kompleksnya permasalahan minangkabau saat ini & masa mendatang, hanya dengan bersama-bersama kita duduk semeja, saling menghargai pendapat yang lain sehingga bisa diambil sebuah mufakat nan barajo ka nan bana)

sumber : PITUAH ADAT MINANGKABAU
Iklan

0 Responses to “Minangkabau yang resah, gelisah & bingung dalam konteks terkini pada lingkup Republik Indonesia”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,065,197 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

ARSIP

Flickr Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: