25
Agu
11

Kepada Siapa Kita mesti berguru ?


Oleh : Hifni Hafida

Saya pernah berdiskusi dengan seorang pakar kebudayaan yang berasal dari Madura. Saya ingin mengetahui sejauh mana penanganan  masalah sosial di Minangkabau dengan 2 pilar agama dan adat, bila ditinjau dari kaca mata non etnis Minangkabau. Juga, apakah orang diluar Minang mengetahui kondisi ke KINIAN Minangkabau ??. Ternyata Dia mencermati bahwa etnis Minangkabu mengalami kemunduran dalam beragama, karena 2 pilar Islam yaitu Syariah dan Ilmu Tasawuf yang yang selalu diajarkan oleh ulama Minangkabau zaman dahulu sudah tidak ada penerusnya lagi.

Saya bertanya kepadanya : ” Bapak Professor Yth.., karena bapak non etnis Minang, bolehkan saya minta saran bapak, bagaimana Bapak memandang Minangkabau dari sisi praktek keislamannya bila dibanding dengan keunggulan orang Mandura itu dalam menjalani praktek keislamannya.

Beliau menjawab  : ” Orang Jawa Timur dan Madura – menerima Islam dari orang Melayu atau Sumatra (Minangkabau). yaitu menjalani Syariah dan mengemasnya dalam Tasawuf .  Semestinya orang Maduralah yang harus belajar bagaimana menjadikan dua pilar Islam itu, yaitu Syariah dan Tasawuf, menjadi sendi utama bagi pengembangan KEBUDAYAAN di Jawa Timur dan Madura. Jika kondisi Minangkabau sekarang ini rapuh, kembalikan lagi kepada dua pilar ini secara bijak. Dan transformaskan ISLAM menjadi way of life, sistem nilai dan Weltanschauung baru yang segar “.

Saya pernah membaca kisah perjalanan Mualana Malik Ibrahim setelah mengembangkan agama Islam berdasarkan mazab Maliki di PARIAMAN – pesisir Minangkabau , beliau melanjutkan perjalanannya hingga ke Gresik. Di Gresik inilah dia menyebarkan ajaran tasawuf – hingga beliau wafat  di Gresik pada tahu 1419.  Di kota ini, beliau terkenal sebagai salah satu Wali dari sembilan wali penyebar agama Islam di Tanah Jawa. Kemudian beliau dikenal dengan nama Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Lalu saya berupaya mencermati etnis ini. Seperti kita ketahui Orang Madura lengket dengan kampung halamannya bukan disebabkan keindahan tanah Madura, dimana  sumber alam atau kekayaan negerinya minim. Tetapi lebih disebabkan oleh kepatuhan pada tanah leluhurnya dan agama. Sama seperti orang Minang. Madura turut dijadikan kajian anthropologi dari sisi pergi merantau.

Seputaran pesisir pantai Madura, saya menyaksikan betapa kaya raya orang2 Madura itu dengan arsitetur rumah bercitera tinggi. Pertanda orang Madura menganut falsafah setinggi terbang bangau akhirnya pulang ke kubangan juga. Meskipun Rantau mereka jauh mereka tetap berkubur di tanah Madura. Demikian perenungan saya tatkala menyaksikan pulau itu sangat kering dan kerontang. Karena tantangan alam itu mereka merantau. Sangat beda dengan alam di Ranah kampung saya.

Akhirnya saya setuju dengan pendapat Prof itu, jika yang dipahamkan oleh kebanyakan masyarakat islam di Madura bahwa mereka tidak semata memahami syariah, tetapi lebih dari itu yang memahami Ilmu Hakekat untuk lebih mengenal Allah. Sehingga kemampuan mengenal Tuhannya yang lebih inilah yang melahirkan begitu banyak Kiyai dari pulau ini.

Seperti kebudayaan masyarakat Nusantara lainnya yang beragama Islam, kebudayaan Madura bersendikan dua ilmu Islam yaitu Syariah dan Tasawuf. Apa itu tasawuf dan syariah ? Keduanya dipelajari oleh mahasiswa ilmu sosial, anthropologi, dan sejarah atau sastra . Kata Proff. Hadi, jika tidak begitu – mana bisa memahami kebudayaan Melayu, Minangkabau, Aceh, Madura, dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan Minangkabau ? Kita bersepakat bahwa 2 pilar menata sosial kemasyarakatan Minangkabau adalah Islam dan Adat. Yang dipersandingkan sehingga kita berharap keduanya – ini yang akan menangkal ekses modernisasi dan gradasi nilai nilai.

Ketika saya katakan padanya, ada yang agak saya risaukan pembelajaran keislaman di Minangkabau. Saya menduga, belum ada peningkatan pemahaman keislaman yang lebih mengarah pada bidang filsafat . Masyarakat baru sekedar memahami Ilmu Syariat . Akibatnya semarak islam itu menurun. Bukankah terasa indah bila memahami agama mengupasnya dari pembelaran ilmu tasawuf  ? Bagaimana mengemas ilmu tasawuf dalam syariat ?.  Sementara masyarakat banyak yang belum mengenal ilmu itu. Akhirnya tidak ada daya tarik untuk memahami Tuhan dan PenciptaNya. Situasi ini yang saya amati terjadi di ranah minang.

Beliau menjawab : ” Berulang kali persoalan itu saya kemukakan dalam seminar kebudayaan, seminar sastra dan seminar tasawuf. Di Paramadina dan ICAS kami sudah mulai melakukan pendekatan yang berakar umbi dalam tradisi intelektual Melayu Nusantara   itu. Syariah itu bungkus formalnya. Intipatinya tetap mengacu pada tasawuf. Entah tasawuf Al-Ghazaly, Hujwiri, Ibn `Arabi atau Hamzah Fansuri,

Tampaknya sang professor memahami benar bahwa Adat dan Budaya Minang itu  mengandung Nilai nilai filsafat Isllam yang kemudian dikemas dalam Ilmu Syariah. Jadi – nilai nilai filsafat islam yang dikompilasi oleh orang Minang dalam tingkatan adatnya ini yang dikategorikan sebagai  ” ADAT NAN SABANA ADAT”,  Alam takambang Jadi Guru.  Hal seperti ini merupakan inti sari ajaran yang wajib ditumbuh kembangkan oleh kita orang Minangkabau.

Lalu dimanakah salah kita sekarang ini ketika SURAU sudah roboh. Jangan jangan kualitas pembelajaran hakikat keislaman ini yang tidak di perdalam. Karena Nara Sumbernya juga tidak punya. Sehingga sorotan para Ustad di Surau itu hanya ” itu kaitu sajo ” tidak lebih dari Sorga dan Neraka. Halal dan Haram. Kemudian mendudukkan bahwa di sorga nanti ada bidadari bidadari cantik yang akan mendampingi pria. Sementara sang pria banyak nan duduak di Lapau, lamak ma ota ota tangguang.

Seorang perempuan muda minang intelektual – pernah curhat dengan statusnya di FB. Ia bertanya  bertanya  .. kok ustad kita seakan akan lebih tahu tentang ukuran sorga dan neraka dari Allah SWT. Seakan ia yang menakar masuk  sorga dan neraka seseorang.

Sayapun merenungi pertanyaannya itu.  Kapan ya …para Ustad mengupas sesuatu materi tentang  – apa yang diperjanjikan manusia dihadapan Tuhannya ketika ROHnya akan ditiupkan dalam rahim sang IBU ?

Apa yang menyebabkan manusia diunggulkan Allah dari makhluk pendahulunya yang membuat SYAITAN marah seumur hidupnya. Semua itu bisa dipahami dalam Al QURAN – yang melukiskan jiwa manusia dan penciptaan alam semesta. Oleh karena itulah mari kita berguru kepada ALLAH – yang dicermati dalam  Alampun Takambang Jadi Guru.

Barangkali inilah yang menjadi  ” What on my mind ?”. Ketika surau dan mesjid di Ranah Minang menyepi. Atheis Minang entah semakin marak, yang mengejar kelompok generasi muda kita. Ini pula yang saya saksikan saat prayaan Isra’ Mi’jrad Nabi Muhammad SAW, didekat Salayo – Solok.  Upaya  jemaah yang sudah hadir (perempuan) yang jumlahnya 8 orang , meminta  pengurus memanggil via pengeras suara. Sang pengurus berkata dengan pesimis : ” Buk.. sadonyo tagantuang dari hati nurani umat.. lai kasadar juo atau indak.

Tulisan ini sekaligus menumpang tulisan dialog saya dengan sang Professor. Jika benar atheis Minang itu – sungguh benar benar mengerikan.

Lebih dan kurang mohon dimaafkan ya,…

Iklan

7 Responses to “Kepada Siapa Kita mesti berguru ?”


  1. Agustus 28, 2011 pukul 11:34 pm

    Maulana Malik Ibrahim belajar ilmu tasawuf di Ulakan? Ambo kiro iko hal nan keliru, sabab Maulana Malik Ibrahim hidup di jaman yang berbeda dengan syekh Burhanuddin. Jelasnya Maulana Malik Ibrahim hidup lebih dahulu daripada syekh Burhanuddin, mohon dikoreksi kembali.

  2. September 5, 2011 pukul 3:48 am

    Terima kasih Bung Armen.. saya akan memperbaikinya..
    semula saya mendapat info ini dari ceramat Ustad .. tentang Maulana Malik Ibrahim – tidak sekedar membawa Ilmu Syariah tetapi mencakup filsafatnya. Dia lama berada di Pariaman sebagai pusat perdagangan. Ia membawa mazhab Maliki dan ingin mengembangkan mazhab ini di Pariaman. Akan tetapi upaya ini gagal karena di boikot oleh pedagang Gujarat yang beragama Islam Syiah. Akhirnya dia pindah ke Gresik dan wafat di Gresik pada tahu 1419, yang kemudian dikenal dengan nama SUNAN GRESIK.
    Pengajaran yang dibawa Maulana Malik Ibrahim ini hingga hari ini masih dikenal di kalangan penduduk pantai barat Sumatera terutama di NATAL dan AIR BANGIS.

    Menurut ceramah dari Ustad itu, bahwa Ilmu tasawuf ini yang semula ingin dikembangkan di pantai barat itu namun terkendala karena aliran yang berbeda yang saat itu – dimana paham Syiah mendomininasi wilayah itu.

  3. 3 abuya
    Desember 21, 2011 pukul 4:11 am

    tulisan ini cukup mewakili kegelisahan banyak orang ketika dalam kenyataannya Islam sudah banyak ditinggalkan penganutnya. barangkali ada yang perlu direview tentang paradigma pembelajaran Islam saat ini yang hanya berhenti pada ranah kognisi. adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah nampaknya memerlukan revitalisasi dengan pendekatan sufistik, karena tasawuf diakui atau tidak merupakan core atau substansi ajaran islam. jika pilihan ini diabaikan, maka adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah di minangkabau akan kehilangan makna.

  4. April 30, 2013 pukul 5:51 pm

    Alam takambang jadi guru, kalau dibahasa Indonesiakan maksudnya mungkin kira-kira, alam semesta ini atau alam secara universal adalah merupakan pengejawantahan kebesaran dan keagungan Illahi yang patut dipelajari, dinalar dan dipahami secara ” benar “. Sayang mengenai benar itu justru kita mempunyal interprestasi yang berbeda dan beragam.

    Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, itu juga hanya merupakan kata-kata dan falsafah adat yang dijadikan rujukan dan pembukaan pidato dalam berbagai even yang bernuansa adat yang dimaknai secara empiris dan tidak lebih seperti kata tanpa makna. Karena perbedaan persepsi justru mengenai essensi dari adat dan kitabullah itu sendiri sudah jauh dari kaedah falsafah dan tasawuf.

    Lihat aja keseharian kita, yang hanya bersikap ambigo, munafik dan dengan lantang mengatakan itulah yang paling benar. Anda t

  5. 5 200808
    Oktober 24, 2014 pukul 9:20 pm

    Bukan cando itu yg dkatokn manggali tasawuf….
    Mulai nya tasawuf.. Bisa mengenal diri mengenal Allah…
    Jadi ketahuilh tingkat sari’at kita yg kita bawa sehari-hari….
    1. Apa yg dkatakan sari’at
    2. Mana jln sari’at
    3. Mana hadap sari’at
    4. Kmana pandang sari’at…
    Sampai kita mnju tarikat.hakikat.mahrifat..

  6. 6 200808
    Oktober 24, 2014 pukul 9:43 pm

    Klu kita tidak tau mslh tentang jo ilmu tasawuf..jgn coba” untuk mnggali… Akibatnya fatal… Kecuali orang” yg benar” ahli n fase di situ…
    Jadi.. Kenalilah diri dulu… Siapa diri kita ini.. Sampai ka mncari diri nan sabana diri….
    Pepatah minang..Bapucuak cewang kalangik..Baurek tunggang kabawah…
    Istilah kata: tauu basarah diri..tauu jo Allah..
    Jadi: banyak umad manusia nan indak tau jo diri.
    . Bagai mana bisa brserah diri.. Sedang kn diri sndiri tidak mengerti…
    “Sabalun alun bara balun..dmano kito katiko itu dunsanak …
    Kok sampai kito ka Alam nyato ko…
    Jadi pasan lah ka umad ..muslim itu brsaudara…
    Dari mano kito dahulunyo…
    Sadang dmano kito kini…
    Kakamano kito laii…

    Mf kok ado salah jo jangga kato ambo… Ambo dagang nan iliah dr padang..pessel painan…kampuang ambo kecamatan SURANTIH…(sutera)

  7. 7 200808
    Oktober 24, 2014 pukul 9:50 pm

    *jiko alam takambang manjadi guru, artinyo, kalau kito alah nyato katahui lah nan dnyatokan . caliaklah rupo mangko nampaklah raso.. Dari sinan baru taraso iduik nan di iduikkan…..
    Allahu’Akbar…….La illaha illallah……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,065,195 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

ARSIP

Flickr Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: