22
Nov
11

“ KAUM MATRILINEAL “


oleh    : Hendri Anas 

 

I. Nasab.

Nasab secara etimologi berarti al qorobah (kerabat), kerabat dinamakan nasab dikarenakan antara dua kata tersebut ada hubungan dan keterkaitan. Ibnus Sikit berkata,”Nasab itu dari sisi ayah dan juga ibu.” Sementara sebagian ahli bahasa mengatakan,”Nasab itu khusus pada ayah, artinya seseorang dinasabkan kepada ayahnya saja dan tidak dinasabkan kepada ibu kecuali pada kondisi-kondisi exceptional.

Sedangkan nasab menurut terminologi, setelah dilakukan banyak penelitian pada berbagai referensi dari madzhab-madzhab fiqih yang empat maka tidak ditemukan tentang definisi terminologi (syar’i) terhadap nasab. Kebanyakan fuqoha mencukupkan makna nasab secara umum yang digunakan pada definisi etimologinya, yaitu bermakna al qorobah baina syakhshoin (kekerabatan diantara dua orang) tanpa memberikan definisi terminologinya.

Makna inilah yang digunakan untuk melegitimasi keberadaan nasab terhadap seorang tertentu atau tidak ada nasab baginya. Diantara berbagai definisi secara umum tersebut ada definisi dari al Baquri yaitu ia nasab adalah al qorobah (Kerabat) yang artinya rahim. Lafazh ini mencakup setiap orang yang ada kekerabatan diantara kamu dengan orang tersebut, baik dekat maupun jauh, dari jalur ayah atau ibu.”

II. Kenapa Orang Minang kuat menganut sistem Matrilineal ?

1.    Sistem Argumen.

Selain di Minangkabau yang menganut Matrilineal ada juga daerah lain yg menganut sistem tsb yaitu : Negara Bagian Gowa ( India )dan Malagasi di Afrika.Betapapun Modernnisasi melanda Minangkabau,Budayanya tetap tdk akan tergusur. Harta ulayat diwariskan kepada perempuan.Sedangkan kaum lelaki hanya mengawasinya. Kenapa Kaum Ibu ?

a. Yang ada didunia adalah : Ibu Negara, Ibu Kotadan Ibu Jari,tidak ada Bapak Negara,Bapak Kota atau Bapak Jari.

b. Dalam Etika Antre berbasa basi kita mendengar Ladies First .

c. Dalam Al-Quran terdapat Surat Annisa ,tidak terdapat Surat Rajulun.

d. Kuburan Nenek moyang manusia Siti Hawa diabadikan untuk nama kota Jeddah ( Nenek di Arab Saudi tapi tidak diketahui makam Nabi Adam as.

III. Dahlil.

a. Al-Quran.

Adanya surat Annisa yang khus membahas masalah tentang wanita.

Kata nasab di dalam Alquran disebutkan dalam tiga tempat.

Pertama, dalam surat Al-Mukminun ayat 101 yang artinya, “Ketika sangkakala ditiup (kiamat) maka tidak ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.”

Dijelaskan di ayat 101 itu bahwa perhubungan keturunan tidaklah dapat menolong lagi, kekeluargaan tak dapat membela. Anak Nabi Nuh tidak­lah dapat melindungkan din kepada kebesaran ayahnya. Isteri Nabi Luth tidak lah dapat bergantumg kepa,da kelebihan suaminya. Abu Lahab tidaklah dapat dilindungi oleh anak saudaranya Nabi Muhammad s.a.w. Sedangkan Nabi lagi demikian dengan keluarganya, apakah lagi manusia yang seperti kita ini. Sebab semua orang telah sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.Barangkali Allah Swt Yang Maha Bijaksana tidak mau menetapkan nasab harus diamabil dari salah satu pihak karena semua itu tak akan berguna di akhir zaman nanti kecuali amal ibadah kita selama hidup didunia…

Kedua, dalam surat Al-Furqan ayat 54, “Dan Dia pula yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia berketurunan (nasab).. dan mushâharah, dan adalah Tuhan-mu Maha Kuasa.

Tentang tafsir ayat ini, Ibnu Abbas berkata, “Allah menciptakan air mani berwarna putih, lalu meletakkannya di sulbi Adam. Setelah itu, ia dipindahkan ke sulbi Syaits, lalu ke sulbi Anusy, sulbi Qainan, dan terus berpindah dari sulbi orang-orang mulia ke rahim wanita-wanita suci sampai Allah menjadikan(nya) berada di sulbi Abdul Mutalib. Dia lalu membaginya menjadi dua, sebagian diletakkan di sulbi Abdullah dan yang lain di sulbi Abu Thalib. dari mereka, lahirlah Muhammad saw dan Ali. Makna ‘mushaharah’ adalah Fathimah binti Muhammad dan Muhammad adalah bagian dari Ali, hasan, dan Husin.”Dalam ayat ini tidak dijelaskan kita harus bernasab ke Bapak atau Ibu.

Ketiga, dalam surat as-Saffaat ayat 158,” Dan mereka adakan (hubungan ) nasab antara Allah dan jin.Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar2 akan diseret ( ke neraka )”.

Ditafsirkanantara Dia( Allah ) dan jin” (37 :. 158) mengacu pada fakta bahwa Quraisy mengatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah dan ibu mereka adalah putri jin perempuan yang mulia “Tapi jin tahu betul bahwa mereka akan diseret” (37:158) berarti bahwa mereka akan dipanggil untuk perhitungan.Dalam ayat ini jelas Nampak kaum Quraish tdk konsekwen perbuatan dgn keyakinannya yg salah pada hal punya anak perempun dimata mereka adalah kehinaan sebelum Islam datang.

Dari ayat ini juga tidak disinggung nasab tentang kita manusia.

b. Hadist.

“ Surga itu terletak di bawah kaki Ibu “

Menghormati ibu tiga kali…..Ummuka…. Ummuka….. Ummuka baru Abuka…

Nabi SAW bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal, karena agama, harta, kecantikan, dan nasab (keturunannya). Maka pilihlah agamanya maka akan menguntungkan kamu.” (HR Abu Dawud).

Dalam hadist ini juga Nabi SAW tidak menyebutkan kita menikahi perempuan harus dari salah satu nasab.

Hadist Riwayat Muslim “ Takutlah kepada Allah dalam urusan perempuan,sesungguhnya kamu ambil mereka dengan kepercayaan Allah & kamu halalkan mereka dgn kalimat Allah”.

IV. Akal

a. Bukankah bayi yang sudah bicara waktu menangis memanggil “ Maak…maak ? “

b. Dalam mengekspresikan keluhan terucap “ Ondeh Mandeh “ Memaki lawan terlontar “ Mandeh aang !

c. Waktu lahir siapakah saksinya ? Tidak ada yang tahu kecuali Tuhan dan sang ibu ketika proses pembapakan terjadi.Sementara untuk seorang ibu,sangat lah jelas,sangat transparan.Sembilan bulan Ibu mengandung bakal anaknya.Pasti banyak orang melihat.Ketika melahirkan pun ada saksinya,paling tidak bidan yang menolong persalinan.

d. Keturunan menurut garis ibu adalah pasti dan murni.Hanya dari seorang ibu dapat dibuktikan ia melahirkan seorang anak.Sedangkan dari Bapak tidak,tidak ada saksinya.

Ada pun yang selalu dipertanyakan, ketua LKAAM, Sayuti Dt Rajo Panghulu dikenal sebagai dosen, dan mantan anggota DPRD. Di antaranya, tentang tidak sesuainya adat minang dengan syara. Misalnya, dalam agama kekerabatan tidak matrilineal, atau garis keturunan dari ibu. Kenapa di Minangkabau garis keturunan justru dari ibu? Sayuti menjelaskan, dalam Islam memang tidak ada hadits yang mengatakan kekerabatan matrilineal, namun tidak ada juga hadits yang melarangnya. Bahkan, nabi justru menyuruh menghormati ibu tiga kali lebih dari ayah.

Kemudian, Sayuti juga sering mendapat pertanyaan, kenapa harta pusaka tidak boleh dijual dan dibagikan pada anak? Padahal dalam Islam orangtua harus membagi harta pada anak laki-lakinya. Pria yang akrab dipanggil Datuk ini mengatakan, dalam Minang harta pusaka terbagi dua, yaitu ; Harta pusaka yang merupakan harta milik seluruh anggota keluarga yang diperoleh secara turun temurun melalui pihak perempuan. Anggota kaum memiliki hak pakai dan biasanya pengelolaan diatur oleh datuk kepala kaum. Harta pusaka tinggi tidak boleh diperjualbelikan dan hanya boleh digadaikan.

Pusako tinggi tidak boleh dijual karena bukanlah pencarian atau pembelian orangtua kita. Harta pusaka tinggi tidak jelas siapa yang punya pertama kali dan pemilik pertama biasanya adalah orang yang membuka lahan pertama kali. Dia tidak pernah meninggalkan wasiat untuk boleh menjual. “Logikanya sederhana saja, secara Islam, kalau kita menjual harta yang bukan milik kita, dan tidak ada wasiat untuk kita, hukumnya haram. Makanya tidak boleh dijual,” bebernya.

Selanjutnya kenapa di Minangkabau pimpinan kaum tidak ada perempuan? Menurut Sayuti, dalam Islam juga tidak ada panglima perang perempuan. Pasalnya, dalam sejarah dijelaskan, setiap panglima menjelang pergi perang berwudhu dan pergi dalam keadaan suci dan hati yang ikhlas. Sehingga ketika gugur langsung dimakamkan supaya mendapatkan gelar mujahidin. Perempuan tidak mungkin bisa seperti itu, karena ada masa datang bulan dan keadaan tidak suci. Selain itu, menurutnya itu sangat sesuai dengan agama, contohnya, nabi juga tidak ada yang perempuan.

V. Kedudukan Perempuan di Minangkabau.

Perempuan/ibu –yang disebut bundokanduang– digambarkan sebagai limpapeh (tiang) rumah nan gadang (rumah tangga). Peran utamanya ada dua; pertama, melanjutkan keberadaan suku dalam garis Matrilineal dan kedua, menjadi ibu rumah tangga dari keluarga, suami dan anak-anaknya. Dalam sistim keluarga matrilineal, selain memiliki keluarga inti (ayah, ibu dan anak) juga punya keluarga kaum (extended family). Dalam keluarga kaum terhimpun keluarga Samandeh (se-ibu). Anggota keluarga Samandeh berasal dari satu Rumah Gadang dan dari saudara seibu. Pimpinan dari keluarga Samandeh adalah Mamak Rumah (yaitu seorang saudara laki-laki dari ibu). Sistem ini menempatkan laki-laki pada peran pelindung, dan pemelihara harta dari perempuan dan anak turunan saudara perempuannya.

Keterkaitan dan keterlibatan seorang individu dalam sistim matrilineal terhadap keluarga inti dan keluarga kaum adalah sama. Dimana seorang perempuan, walau sudah menikah tidak lepas dari ikatan kaumnya. Perempuan Minang dikatakan memegang “kekuasaan” seluruh kekayaan, rumah, anak, suku dan kaum, ia memiliki kebesaran yang bertuah (kata-katanya didengar oleh anak cucu). Hal ini makin memperjelas kokohnya kedudukan perempuan Minang pada posisi sentral.

Sedangkan ayah dalam masyarakat hukum adat Minangkabau, adalah bapak dari anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang diikat dengan satu hubungan pernikahan. Suku anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut ditentukan mengikuti garis keturunan ibu mereka. Seorang suami tidak punya kewenangan mengatur keluarga pihak istrinya namun kedudukannya sebagai sumando (menantu) begitu dihormati oleh kaum istrinya. Dan di sisi lain, dia tetap mempunyai keterikatan dan tanggung jawab terhadap kaumnya sebagai penghulu dan niniak mamak. Sehingga, seorang ayah tidak hanya berperan sebagai bapak dari anak-anaknya, tapi juga sebagai mamak dari kemenakannya dan berkewajiban memperhatikan dan menjaga para kemenakan tersebut. Dia wajib melindungi keduanya, sesuai pepatah adat Minang “anak dipangku kamanakan dibimbiang” (anak dipangku keponakan dibimbing).

Oleh karena itu lahirlah sebuah kompromi dari sistim matrilineal dan syariat Islam, bahwa generasi Minangkabau yang dilahirkan senantiasa bernasab ayahnya dan bersuku ibunya. Suatu persenyawaan agama dan budaya yang sangat indah.

yang jadi masalah sampai kini ko urang awam dak mangarati kalau masalah adaik tu khusus untuak adaik ijan dicampua aduak jo ego masiang-masiang batuah dak .

urang minang tu mamuliakan kaum induak karano kaum induak tu panghuni rumah gadang ijan kaum induak tu terlantar karano kaum bapak tu lai bapitih.

sadangkan kaum induak ko kamano ka dicari kok suami no alah maningga ..

nan jaleh nan wak bahas ko adaik pusako dilua adaik pusako Minang dak wak bahas du bia fokus ok karano janjangnyo alah lain tu mah .

dak ado yang manyimpang dari syariah tu surang namun kini karano urang dak banyak tahu jo adaik banyak dak mangarati jadi asa mangecek-sen sakalamak paruiknyo surang .

VI. Dasar Pikia Rang Minang :

Muhammad Rasulullah, adolah lambang kapemimpinan tuladan nan tidak kunjuang usang. Baliaulah king of the king, panghulu dari sugalo panghulu, di barat atau ditimur, dari dulu taruih bak kini sampai balipek alam nang ko.

Indak lamo jadi panghulu, ampek baleh musim tapakai mamaciak tampuak suku Arab, batuka colok dunia ko, dari bakabuik tarang jilah bakisai adat Jahiliah tatagak adat islamiah. Ilia sanang mudiak santoso, sumarak alam bakuliliang, mardeso sugalo umat, itulah sabab karanonyo nak, diantaro saratuih rang pilihan, baliau surang

nan tabilang nan lain buliah diindakkan baitu paparan buku karangan pujangga

urang Barat Nasrani pangikuik Nabi Isa, ndak urang Islam mangatokan doh,

sapanjang surah guru-guru, manuruik kaji nan badanga nak, sabagai Rasul ikutan

pidoman urang akhir zaman, baliau mamakai ampek sifaik. Sifaik nan patuik kito

tiru jalan tabantang kaditampuah dari dunia lapeh akhirat. Kok manyimpang sasek arah, indak ragian nan batiru.

Mako sakapa pasisia taniayo nan kodoh hanyuik dahulu handam karam indak batumpang. Manolah sifaik nan ampek nak, partamo siddik, kaduo amanah, katigo fatanah, kaampek tabligh.

Mari kito tapak ciek-ciek, amanah aratinyo mambanakan, mambanakan satu kabanaran, kabanaran mutlak nan tak tabandiang nyato datangnyo dari Allah.

Alhaqqu mirrabbiq falatakunna minal muntarimu, satiok nilai kabanaran timbangannyo ka Al-Qur’an, walau logika manulaknyo. Suaro banyak tak jaminan, ruang dan waktu tak mambateh, nan bana.

tataplah bana, bia sakaum maragukan. Itulah sikap Abu Bakar.

Dek mambanakan di salah Nabi baliau dapek galaran Siddiq, Abu Bakar Siddiq ra. Mangkonyo nak, mancari kabanaran ado takaran timbangannyo.

Silahkan rapek sanagari, barundiang urang cadiak pandai pakaikan alua dengan patuik, mancari bana nan sabuah, tapi tunggu dulu mamakaikannyo sabalun naiak ka timbangan, sabalum syarak mambanarkan.

Kok lah sapakaik maiyokan indak balawan jo syariat itulah bana nan hakiki. Itu pulo nan dikatokan syarak mangato, adat mamakai. Kok kamanakan barajo ka mamak, batua, mamak barajo ka panghulu, buliah, panghulu barajo ka mufakat, musti, mufakat barajo ka alua jo patuik, iyo, alua jo patuik barajo ka bana, harus, bana bardiri sandirinyo, Masiah tagantuang urusannyo lanjuikkan karajo bana yaitu Allah SWT.

Mangkonyo samparono nak, kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka

panghulu, panghulu barajo ka mufakat, mufakat barajo ka alua jo patuik, alua jo

patuik barajo ka bana, bana barajo kapado Al-Haq. Inyo nan badiri sandirinyo,

itulah baru samparono adat. Kasimpulannyo nak, sifaik siddiq mukasuiknyo,
mambanakan satiok nan bana, walaupun rumik mangatokan, “ulil haq walau” muran

katokan nan bana walaupun pahik baitu wasiat Rasulullah. Nah, kini nan kaduo.

Nan kaduo amanah, amanah aratinyo jujur, jujur ke diri surang, jujur ke urang

lain dan jujur kapado Allah. Itulah sifat Rasulullah, sahinggo baliau bagala

Aminu, Muhammad Al-Aminu, baitu tarekh mangawakan.

Tando rang bajiwa jujur nak, satiok pasan dipasampai, satiok pakirin dipalalu,

satiok pataruah dipaliharo. Kalau mangecek indak panduto, kalau nyo bajanji

ditapati, ikarar ditaguahinyo, tansano tasasek arah inyo baliak ka pangka

jalan, sasek mamakan mamuntahkan, salah ambiak mangumbalikan, tadorong cotok malantiangkan. Pangka batulak kajujuran adolah nurani dalam hati, talago fitrah dalam jiwa, labuahannyo ikhlas lapang dado, tawakal saba jo rilah.

Nurani kok kalah dek napasu, timbua khianat jo munafik, sinan bamain aka ciluah, cadiak buruak urang namokan. Dituka baruak jo cigak, maimbuah saikua karo urang tagagau nyo marusuak.

VII. Ajaran islam sendiri memberi kedudukan dan penghormatan yang tinggi kepada wanita,

dalam hukum ataupun masyarakat. Dalam kenyataan, jikakedudukan tersebut tidak seperti yang

diajarkan ajaran Islam maka itu adalah soal lain. Sebab, struktur, adat, kebiasaan dan budaya

masyarakat juga memberikan pengaruh yang signifikan.

Beberapa bukti yang menguatkan dalil bahwa ajaran Islam memberikan kedudukantinggi kepada wanita,

dapat dilihat pada banyaknya ayat Alquran yangberkenaan dengan wanita. Bahkan untuk menunjuk

kan betapa pentingnya kedudukan wanita, dalam Alquran terdapat surah bernama An-Nisa, artinya

wanita. Selain Alquran, terdapat berpuluh hadits (sunnah) Nabi Muhammad SAW yang membicarakan

tentang kedudukan wanita dalam hukum dan masyarakat. Pada masyarakat yang mengenal praktik

mengubur bayi wanita hiduphidup,ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sangat revolusioner,

yakni: “Yangterbaik diantara manusia adalah yang terbaik sikap dan prilakunya terhadapkaum wanita”.

Atau pula: “Barangsiapa yang membesarkan dan mendidik dua putrinya dengan kasih sayang, ia akan

masuk sorga”. Kemudian: “Sorga itu berada di bawah telapak kaki ibu” (hadits). Dalam catatan sejarah

dapat ditelusuri, ajaran Islam telah mengangkatderajat wanita sama dengan pria dalam bentuk hukum,

dengan memberikan hakdan kedudukan kepada wanita yang sama dengan pria sebagai ahli waris

mendiang orangtua atau keluarga dekatnya. Hukum Islam pula yang memberikan hak kepada wanita

untuk memiliki sesuatu (harta) atas namanya sendiri.Padahal ketika itu kedudukan wanita rendah sekali,

bahkan dalam masyarakat. Arab yang bercorak patrilineal sebelum datang Islam, wanita mempunyai

banyak kewajiban, tetapi hampir tidak mempunyai hak. Wanita dianggap benda belaka,ketika masih

muda ia kekayaan orangtuanya, sesudah menikah ia menjadi kekayaan suaminya. Sewaktu-waktu

mereka bisa diceraikan atau dimadu begitusaja.Fisiknya yang lemah, membuat wanita dipandang tak

berguna karena ia tak dapat berperang mempertahankan kehormatan. Pandangan ini tentu saja meren

dahkan derajat wanita dalam masyarakat. Kedudukan wanita yang rendah itulah, kemudian menjadi

salah satu hal yang diperangi dan ditinggalkan olehajaran Islam. Menurut ajaran Islam:

1. Kedudukan wanita sama dengan pria dalam pandangan Allah (QS Al-Ahzab:35,Muham

mad:19). Persamaan ini jelas dalam kesempatan beriman, beramal saleh atau beribadah (shalat, zakat,

berpuasa, berhaji) dan sebagainya.

2. Kedudukan wanita sama dengan pria dalam berusaha untuk memperoleh,memiliki, me

nyerahkan atau membelanjakan harta kekayaannya (QS An-Nisa:4 dan 32).

3. Kedudukan wanita sama dengan pria untuk menjadi ahli waris dan memperoleh warisan,

sesuai pembagian yang ditentukan (QS An-Nisa:7).

4. Kedudukan wanita sama dengan pria dalam memperoleh pendidikan dan ilmu pengetahu

an: “Mencari/menuntut ilmu pengetahuan adalah kewajiban muslim pria dan wanita” (Hadits).

5. Kedudukan wanita sama dengan pria dalam kesempatan untuk memutuskan ikatan per

kawinan, kalau syarat untuk memutuskan ikatan perkawinan ituterpenuhi atau sebab tertentu yang

dibenarkan ajaran agama, misalnya melaluilembaga fasakh dan khulu’, seperti suaminya zhalim, tidak

memberi nafkah,gila, berpenyakit yang mengakibatkan suami tak dapat memenuhi kewajibannya dan

lain-lain.

6. Wanita adalah pasangan pria, hubungan mereka adalah kemitraan,kebersamaan dan

saling ketergantungan (QS An-Nisa:1, At-Taubah:71,ArRuum:21, Al-Hujurat:13). QS Al-Baqarah:2

menyimbolkan hubungan saling ketergantungan itu dgn istilah pakaian; “Wanita adalah pakaian pria,

dan pria adalah pakaian wanita”.

7. Kedudukan wanita sama dengan kedudukan pria untuk memperoleh pahala (kebaikan

bagi dirinya sendiri), karena melakukan amal saleh dan beribadahdi dunia (QS Ali Imran:195,

An-Nisa:124, At-Taubah:72 dan Al-Mu’min:40).

Amal saleh di sini maksudnya adalah segala perbuatan baik yang diperintahkan agama, bermanfaat bagi

diri sendiri, masyarakat, lingkungan hidup dan diridhai Allah SWT.

8. Hak dan kewajiban wanita-pria, dalam hal tertentu sama (QSAl Baqarah:228,

At-Taubah:71) dan dalam hal lain berbeda karena kodratmereka yang sama dan berbeda pula

(QS Al-Baqarah:228, An-Nisa:11 dan 43). Kodratnya yang menimbulkan peran dan tanggung jawab

antara pria dan wanita,maka dalam kehidupan sehari-hari –misalnya sebagai suami-isteri–

fungsi mereka pun berbeda. Suami (pria) menjadi penanggungjawab dan kepalakeluarga, sementara

isteri (wanita) menjadi penanggungjawab dan kepala rumahtangga.

Menurut ajaran Islam, seorang wanita tidak bertanggungjawab untuk mencari nafkah keluarga, agar ia dapat sepenuhnya mencurahkan perhatian kepada urusan kehidupan rumahtangga, mendidik anak dan membesarkan mereka. Walau demikian, bukan berarti wanita tidak boleh bekerja, menuntut ilmu atau melakukan aktivitas lainnya. Wanita tetap memiliki peranan (hak dankewajiban) terhadap apa yang sudah ditentukan dan menjadi kodratnya. Sebagai anak (belum dewasa), wanita berhak mendapat perlindungan, kasih sayang dan pengawasan dari orangtuanya. Sebagai isteri, ia menjadi kepala rumah tangga, ibu, mendapat kedudukan terhormat dan mulia. Sebagai warga masyarakat dan warga negara, posisi wanita pun sangat menentukan.

Akhirnya diakhir tulisan ini mungkin banyak terdapat kekurangan disana sini,mohon maaf atas segala kekurangan kepada Allah kami Mohon Ampun…

Iklan

19 Responses to ““ KAUM MATRILINEAL “”


  1. November 30, 2011 pukul 12:01 pm

    Bunda,
    ambo sangko artikel ko manjalehan asa muasa matrilineal.
    kironyo hanyo pembelaan sajo dari macam ragam sumber, dari “ladies first” sampai “maak, maak” bunyi tangisan bayi.

    • 2 ~padusi~
      Desember 1, 2011 pukul 7:07 am

      Fadli… sebenarnya bunda ada memiliki artikel Histori Matriarkal, yang sudah pernah bunda post di blog ini, Tetapi sekarang sudah bunda edit dan dijadikan bab I pada buku yang berjudul ~ PADUSI ~ perempuan yang mendayung biduk kehulu.

  2. Mei 25, 2013 pukul 4:42 am

    1.Dan jika orang2 yg cerdas pasti ikuti Al Quran dalam Hal warisan http://media.isnet.org/islam/Waris/AyatWaris.html … , knp matrilinial membangkang?
    2. Dan pasti akan diminta pertanggung jawaban kpd yg membuat aturan ini dan orang2 yg mengikuti sistem ini, knp lari dari Qur’an
    3. Itu mengapa Sumbar selalu ditimpakan bencana alam berupa Gempa bumi, tapi tdk disadari oleh pemangku adat,ulama,
    4. Bahwa apa yg telah dibuat nenek moyang mereka telah lari dari syariat Islam sebenarnya
    5.Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”?
    6. semoga diberi hidayah buat pemangku adat dan para ulama2 di Sumbar agar selalu mengikuti syariah Islam yg sebenarnya, Amin YRA

    • 4 Tanya Khidir
      Desember 1, 2013 pukul 4:00 pm

      Salam, saya cabar saudara berwasiat pada siapa saja supaya apabila anda meninggal kelak, minta disebutkan anda bin ayah anda dalam bacaan talkin. Dan saya juga turut mencabar anda supaya menyangkal wasiaat Rasulallah SAW menjaga Ahlul-Bait baginda, begitu juga dengan hadith yang menyebut 1 anak perempuan itu bagus, 2 lagi bagus dan tiga ke atas lebih bagus. Seterusnya saya sekali lagi cabar saudara untuk menidakkan sebutan IBU KAMU, IBU KAMU dan IBU KAMU sebelum ayah kamu dan untuk anda menolak sandaran Syurga itu di bawah tapak kaki ibu serta janji Rasulallah dalam hadith baginda yang menyebut Imam Mahadi akan lahir dari perut Ahlul-Bait baginda diiringi oleh 313 pemuda dari salasilah keluarga atau BANI Tamin serta dituruti oleh putera yang hanya berIBU tanpa bapa Isa Al Masih. Tahukah anda bahawa Ahlul-Bait itu bermaksud Ahli Rumah, merujuk pada FEMININE GENDER atau MATRILINEAL atau NASAB IBU sepertimana yang diamalkan oleh ADAT PERPATIH satu-satunya adat dalam dunia yang menjunjung Nasab Ahlul-Bait?!?

  3. 5 Tanya Khidir
    Desember 1, 2013 pukul 2:54 pm

    Salam, Ahlul-Bait bermaksud Ahli Rumah merujuk pada FEMININE GENDER atau MATRILINEAL. Terdapat 5 tunggak utama yang membentuk Ahlul-Bait: Rasulallah SAW, Fatimah Az Zaharah, Saidina Ali, Anak Mukjizat atau Putera Ahlul-Bait Hassan dan Hussein. Darah keturunan Rasulallah SAW turun pada Fatimah puteri baginda, di dalam jasad Ummu Kalthum dan Zainab cucunda baginda yaitu puteri Saidina Ali mengalir darah Rasulallah SAW dan Ali, dalam bahasa mudahnya darah Rasulallah SAW dan Ali bersatu dalam jasad Ummu Kalthum dan Zainab. Di sinilah bermulanya NASAB IBU atau MATRILINEAL nasab yang dibawa kemati, sepertimana apabila dibacakan talkin pada simati akan disebutkan simati bin/binti IBU simati. Taraf Ahlul Bait pada putera ahlul-Bait akan terputus dengan sendiri pada keturunan berikurnya. Nasab bapa hanya sekadar salasilah keluarga, cuma ibni/bin/binti yang bermaksud Bani, bukan Bait yang bermaksud keturunan. Cuba renungkan apabila dibacakan talkin pada Saidina Hassan ” Wahai Hassan bin Fatimah…” siapa Fatimah? Pastinya puteri Nabi bukan? Begitu juga bila dibacakan talkin pada anak-anak Ummu Kaltum dan Zainab, tentulah kedua-duanya cucu Nabi. Jurai Nasab Ibu keturunan Rasulallah tidak akan putus hingga kiamat. Bertentangan dengan Nasab bapa, bilamana anak-anak mereka yang dilahirkan dari mana-mana ibu, ianya langsung tidak menjurus pada jurai Ahlul-Bait, kerana pihak ibu tersebut dari keturunan orang lain. Inilah yang dimaksudkan Nasab Sesat oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang, nasab yang tidak membawa apa-apa faedah bagi Nabi Isa AS, Nabi Allah Adam dan Siti Hawa. Syabas adat pepatih kerana menjunjung Nasab Ahlul-Bait yang secara langsung tidak mendahului Rasulallah SAW kerana terputusnya nasab tahap keempat selepas IBU KAMU, IBU KAMU dan IBU KAMU. Nasab ibu juga menjadi sandaran syurga buat umat Islam ” SYURGA ITU DI BAWAH TAPAK KAKI IBU” Wassalam.

  4. 6 Tanya Khidir
    Desember 1, 2013 pukul 5:45 pm

    Salam, saya mengakui sememangnya rata-rata umat manusia tidak kira apa juga bangsa dan agama mengagungkan sebutan SON OF atau ANAK LELAKI atau IBNI/BIN/BINTI…Ye na de! hindu ke apa? Atau buddha? Indak faham juo lai? Siapa kata adat pepatih indak menganggap lelaki itu pemimpin, lelaki itu imam, lelaki itu wali, lelaki itu kadhi dsb? Siapa kata adat pepatih menentang syariah Islam? Di sini saya ingin mengutarakan soalan, kenapa Negara mempunyai undang-undang, hukum-hakam dan rukun-rukun sendiri yang sepenuhnya dicipta oleh manusia, begitu juga dengan kantor, mahkamah sivil dsb, apa tidak lengkap kah undang-undang Allah untuk semua itu? Begitulah halnya dengan adat pepatih. Kalau kalian semua hebat, kenapa tidak ditegakkan saja HUKUM ALLAH atau HUKUM HUDUT atau tolak saja habis-habisan hukum negara yang tidak sedikitpun menjunjung syariah Islam!!! Jika benar anda anak jantan, muslim sejati, mulai hari ini anda perangi siapa saja yang tidak menurut ajaran Islam, ayuh mulakan!!!

  5. 7 zainudin jani
    Desember 2, 2013 pukul 6:35 am

    Ternyata amat tinggi tahap Matrilineal rupanya. Moga kecelaruan, kekalutan, kekeliruan dan kegelapan Umat Islam di empat penjuru dunia mendapat pencerahan di dalam mengertikatakan maksud Ahlul-Bait atau Nasab Ibu tersebut. Nasab yang melahirkan Puteri-Puteri Ahlul-Bait yang menyambung Nasab Ibu dan Putera-Putera Alul-Bait yang terputus Nasab Bapa dan disambung darah keturunan mereka oleh para puteri serta meneruskan salasilah keluarga atau bani menerusi ibni/bin dan binti. Maananya Nasab yang dikira menerusi jalur bapa selama ini mudah diikuti identitas mereka dan mudah dikenali…tidak seperti tabut rahsia yang tersimpan di dalam mencari dan mengenali MUHAMAD IBNI ABDULLAH atau AL MAHADI yang bakal akan lahir dari Ahlul-Bait keturunan Nabi.

  6. 8 fakhro
    Desember 15, 2013 pukul 6:51 am

    Benar benar tidak mencerdaskan……..

    • 9 google account
      Maret 3, 2014 pukul 7:47 am

      Kita sering keliru dalam membedakan maksud AHLUL-BAIT dan NASAB: AHLUL-BAIT ITU AHLUL-BAIT, BERDIRI DENGAN SENDIRINYA. NASAB ITU NASAB JUGA BERDIRI DENGAN SENDIRINYA. DALAM SURAH AL AHZAAB AHLUL BAIT MERUJUK PADA ISTERI ISTERI NABI. DALAM KISAH AL KISYA PULA MERUJUK PADA AHLI RUMAH, BERMULA DARI NABI, FATIMAH AZ ZAHARA, SYIDINA ALI, HASSAN DAN HUSSEIN RA. NASAB ITU KAROBAH ATU SALASILAH KELUARGA. AHLUL BAIT ITU IBU KANDUANG, DARAH KETURUNAN. JANGAN SEKALI KALI CAMPUR ADUKKAN ANTARA AHLUL BAIT DAN NASAB. WASSALAM.

      • 10 Tanya Khidir
        April 1, 2014 pukul 2:54 am

        Merah Putih dlm bendera Indonesia, Malaysia n Singapura bermaksud SAKA dan BAKA. IBU menurunkan SAKA=DARAH KETURUNAN=MERAH bermaksud BAIT. BAPA mensalasilahkan BAKA=SALASILAH KELUARGA=PUTIH bermaksud BANI…yg memutarbelitkan maksud sebenar SAKA BAKA tu suku JOWO…salasilah keluarga dianggap keturunan…sbb JOWO tu keturunan INDIA dan INDOCINA. INDIA+THAI+LAOS+KAMBODIA=JOWO. Kerna itu Jowo tak punya keperibadian sendiri liat aje TARIAN JAWA, KUDA LUMPING, MENAHORA, WAYANG KULIT dsb 100% BUDAYA HINDU BUDDHA…nama nama Wong Jowo pun masih kental dng pengaruh Hindu Buddhanya seperti Karno, Kartolo, Kartini, Dewi dsb yg tidak sedikitpun bercirikan nma nma saranan Islam walau dh terima Islam.

    • 11 Tanya Khidir
      April 1, 2014 pukul 2:59 am

      Anda Wong Jowo yo pak?

  7. 12 google account
    April 1, 2014 pukul 4:31 am

    Harta peSAKA itu dicipta khusus untuk PEnurunSAKA. Idak salah apa pun disudut syara’, cuma bagian adat bkn wajib…menjunjung Sunnah, mengutamakan IBU. Cuba google surf ‘KHUTBAH AKHIR RASULALLAH’ baginda Nabi ada menyentuh tentang hak wanita disitu…baginda juga menyebut tentang mengamanahkan 2 perkara dan jika berpegang padanya nescaya tidak tersesat…tidak lain dari Al Quran dan Sunnah…tidak disebutpun hadith. Berita tentang AHLUL BAIT disebut dlm Al Quran, Surah Al Ahzaab…merujuk pada Isteri isteri Nabi…bkn dari hadith. Biarkanlah si Luncai terjun dng labunya…

  8. 13 Buyung Sadar
    Juli 3, 2014 pukul 9:13 am

    Sebaiknya adat minang dihapuskan karena merusak.
    Membalikkan fungsi & kedudukan laki-laki dan perempuan.
    Adat ini hanya menguntungkan perempuan tapi merugikan laki-laki.
    Laki-laki tidak tahu bagaimanan menjadi lelaki, dan wanitanya tidak tahu menjadi perempuan.
    Masalah psikoseksual, ketidak bahagian, pencarian identitas, gender, ,,, akan menjadi pencarian yang tidak pernah selesai sampai anak cucu, Kasihan mereka….hidup menjadi tidak bahagia.

    Tidak lah mungkin agama mendukung adat minang. Justru kaum agama memerangi kaum adat.
    Adat terlebih dahulu datang, baru agama menyusul.
    Tapi agar tidak dihabisi, makanya diciptakanlah lips service ” adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah”.
    Tidak ada yang dibanggakan dari adat minang, kecuali hanya keingginan para bundo kanduang yang ingin melestarikan kekuasaan mereka, Pengamatan saya, para bundo kanduang ini adalah para pembenci pria, atau suka merendahkan pria… para suami mereka ,,, dan anak laki2 mereka. Secara sadar ataupun tidak..

  9. 14 Buyung Sadar
    Juli 3, 2014 pukul 9:20 am

    surga dibawah telapak kaki ibu, terlalu ringan untuk orang minang,
    Karena memposisikan ibu mereka sangat tinggi dan sangat mulia,

  10. 15 jaka pratama
    Januari 3, 2016 pukul 4:39 am

    Referensi yg sangat bagus…. saya bangga sekali menjdi orang minang…. pemikiran yg sangat bgus…. tidak menentang syarak… dan ridak memaksakan adat….
    Bak kata pepatah….
    Bekerjalah bak orang jawa
    Berbicara lah bak orang batak..
    Berfikirlah bak orang minang…

    • Desember 6, 2016 pukul 6:43 pm

      Ass.. oom.. dri mnapun asal usul, wajib kita akuii..
      Cuma, pepatah itu tak selalu benar, krn ap?
      Bekerjalah bak orang jawa!, bekerja seperti ap?
      Berbicaralah seperti orang batak!, berbicara yg seperti apa?
      Berfikirlah seperti orang minang, berfikir seperti apa?
      Pepatah Ini saya nilai, seolah-olah kita mengacu dn berlandaskan pada 3 suku itu..
      Bukankah pedoman itu hanya Al-quran dn Hadist, sedangkan Rasullulah SAW saja tak membangga banggakan asal-usulnya, makhluk Allah yg paling mulia dn yg paling sempurna.. lalu kita umat akhir zaman yg penuh dosa ini masih membangga banggakan ini itu? Buaat apa? Bukankah itu jatuhnya nanti adlah org yg sombong? Orang2 yg tinggi hati. Dg kata lain, membangga banggakan sesuatu itu secra tidak langsung kita merendahkan yg lain..
      Ini teruntuk saudara jaka.. khusunya utk diri saya sendiri.. hati2 dlm memegang perumpamaan.

  11. 17 koje45
    Agustus 19, 2016 pukul 8:35 pm

    terima kasih atas pemaparannya bundo.
    saya sangat tertarik membaca artikel bundo.
    karna dalam artikel bundo ini telah menghubungkan adat dengan agama, saya ingin tahu tanggapan itu tentang ” peperangan kaum adat dengan pemuka agama ( zaman imam bonjol) “?
    sebenarnya apa permasalahan antara kaum adat dengan pemuka agama?
    saya pernah baca, bahwa pemuka adat bersekongkol dengan belanda untuk memerangi kaum adat..

    bagai mana tanggapan bundo tentang hal itu?

  12. Desember 6, 2016 pukul 6:29 pm

    Assalamu’alaikum saudara/i ku sekalian..
    Saya menilai pembahasan diatas terlalu banyak perumpamaan perumpamaan yg terkadang LOGIKA membenarkan, tetapi HATI MENYANGGAH itu. Krna tak semua yg masuk Akal itu BENAR. (Sungguh manusia itu makhluk yg suka membantah (QS. Al Kahfi; 54).
    Dn pembahasan ini, saya menilai seolah-olah hanya membenarkan matrilineal dg perumpamaan2 tdi. Bukankah manusia itu juga disesatkan Allah melalui perumpamaan2 yg mereka sendiri anggap BENAR? (Al-baqarah: 26).
    Dan..
    Saya menyanggah point 3 anda, yg diatas anda tuliskan:
    3. Kedudukan wanita sama dengan pria untuk menjadi ahli waris dan memperoleh warisan,

    sesuai pembagian yang ditentukan (QS An-Nisa:7).

    Saya menyanggah ini krna ini adlah salah satu perumpamaan anda yg saya rasa kurang tepat, sebab ayat itu tidak hanya smpai disitu saja, masih dijelaskan di ayat ke 11. Seolah olah dg penjelasan anda dg surat annisa:7 itu, anda mnyatakan bahwa pria dn wanita itu salah satunya sama dlm pembagian harta warisan!, kalau betul itu adanya… bagaimana dg surat annisa ayat 11..? Hati2 udaa.. kok uda yg mmbuek ko..

    Selanjutnya, beagaimana tanggapan saudara/i ku sekalian dg hadist dibawah ini, khususnya yg punya website ini.
    “Termasuk kedustaan terbesar adalah menisbatkan seseorang kepada selain ayahnya…” (HR. Bukhari).
    “Barangsiapa mengklaim nasab ke selain ayahnya padahal ia mengetahui akan hal itu, maka surga haram baginya.” (HR. Bukhari).

    Jadi kesimpulan saya:
    1. Darimanapun asal usul kita, suku kita dll-nya.. kalau tak bertumpuan pada Al-qur’an dn Hadis.. tak ad gunanya (khusu muslim). Dn kalau hanya bertumpuan salah satunya, juga tidak akan seimbang. Dn jangan seenaknya juga mentafsirkan Al-qru’an.. (khusu utk diri saya pribadi dn si adminnya website ini).
    2. Apalah guna mmbangga banggakan suku dll-nya, kalau hanya mmbuat diri kita merasa benar sendiri, sombong, tinggi hati dn tak menghargai yg lain? Krna kebenaran itu mutlak milik Allah semata, dn datangnya hanya dari Allah, kita hanyalah makhluk ciptan-Nya yg hina.. lantas apa yg mau dibanggakan?
    3. Anda yg punya website, tak seharusnya menanggapi komentar orang2 yg dari manapun asalnya itu.. tak usahlah saling merendahkan.. Al-quran dn hadist tak ad ngajarkan begitu.
    4. Kalau anda yg punya website tak mau menerima kritkan orang, tak mau bersabar.. tak usahlah dibikin postingan2.
    5. Jujur, saya berketurunan matrilineal, menurut logika, pikiran saya menerima perumpamaan2 yg admin jelaskan tdi (30%), namun hati saya belum bisa menerima(70%) itu.. krna ad hal yg mnjanggal, krna saya sadar bahwa saya yg berkomntar ini tak sepintar admin dkk semuanya, jdinya belum bisa menjelaskannya kenapa hati saya menolak atas perumpamaan2 yg admin jlskan.
    Pd intinya saya berfikir sederhana saja, pemimpin adlah laki2.. dn ketika perempuan yg telah menjadi istri dari suami, maka orang tua dari perempuan ini tak bertanggung jwb lagi sepenuhnya, krna suaminyalah yg berhak atas istri dn anak2nya, yg menjadi keturunanya.

    Terima kasih!

  13. Desember 6, 2016 pukul 7:06 pm

    Buya HAMKA saja tak seperti itu membangga banggakan asal usulnya.. krna dia paham agama islam ini atas Izin Allah. Orang minang pasti taulah siapa Buya HAMKA.
    Lalu ap yg kalian banggakan? Kalau kepintaran digunakan utk kelicikan..
    Kalau kepandaian utk kesombongan..
    Kalau kecerdasan digunakan utk memalsukan.. yang bangga dengan adatnya yg bersandi syarak, syarak bersandikan kitabullah itu.. apakah sudah sepenuhnya?
    Saya rasa masih banyak adat2 dn budaya2 yg bertolak belakang dengan pnjelasan2 Al-qur’an dn Hadist dg alasan ini itu, seolah olah mnutup kebenaran. Kenapa tidak scara terang2an memakai hukum Allah?
    Bukankah itu adalah pemikiran2 yg licik bagi orang2 yg tidak kritis? Orang2 yg hanya ikut2an..
    Hati2 dalam menggunakan perumpamaan saudara/i ku sekalian..
    Rasulullah SAW saja makhluk yg paling sempurna dn yg paling mulia, juga yg paling cerdas.. tak ad mmbangga banggakan asal2 usul ini itu..
    Bagaimana ini dg anda yg punya website?
    Kalau hanya mnjadi penebar kebencian, tak usah di posting2 suatu pembahasan..

    Terima kasih
    Mohon maaf kalau ad kata2 yg salah, karna saya malu dg saudara2 saya yg sejalur (matrilineal) yg berkomentar diatas.. krna tak seharusnya bgitu..😢
    Kita ini semuanya saudara..
    Yg wajib dimusuhi itu tu kaum YAHUDI.. bukan sama2 muslim.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,001,001 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

ARSIP

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: