Archive Page 2

04
Sep
13

harapanku kepada bumi minang

Oleh  Ust. Abu Sangkan

Ketika sepulang dari Darmasraya Sumatera Barat, hampir sampai di Indarung sekitar 15 km,  ada Truk melintang dan menghalangi jalan di depan kami. disebabkan ban nya meletus tertusuk besi beton, sehingga arus lalu lintas dari dua arah tertutup total.

Sambil menunggu perbaikan selama berjam-jam, rombongan mampir dulu di warung kopi untuk menghangatkan badan dari udara pegunungan.  Aku bilang kepada bu linda (isteri ustad,pen) : ”  pasti ada rahasia Allah yg sangat besar buat kita Nduk. Nggak mungkin Allah merencanakan macet selama ini kalau hanya disuruh beli kerupuk dan kopi ke tukang warung ini.

“  Coba kamu perhatikan, berapa KM panjang antrian mobil dari dua arah, padahal tempat kita menginap tinggal 15 km lagi.

“ Allah tiba-tiba mentakdirkan ban truk itu pecah.

Kita semua kumpul di warung ini. Terdiri  Pak Rizaldi, pak wid, pak Adi, pak daus, pak marzen dan mas udik. Kami mengobrol perkembangan shalat khusyu’ doeloe dan sekarang di bumi Minang !!.

Dulu SC Padang pernah menjadi percontohan dakwah shalat khusyu’ di indonesia. Karena mampu menembus ke pelosok desa terpencil, daerah transmigrasi.<br />Waktu itu kita bangga SC Padang sudah punya mobil operasional tertulis Shalat Center Sumatra Barat.

Minangkabau pernah jaya. Tetapi setelah ditinggal oleh para tokohnya yang mulai sangat sibuk, shalat khusyu semakin lenyap di bumi minang, Setelah itu muncul peristiwa gempa, sehingga semakin hilang shalat khusyu’ di bumi minang secara manajemen, meskipun secara pribadi masih masyarakatnya masih aktif.
Lanjutkan membaca ‘harapanku kepada bumi minang’

Iklan
26
Jul
13

Adat Minangkabau Bersifat Supra Sistem

ImageAdat Minangkabau bersifat Supra System, akan menjelaskan konsep kepemilikan harta pusaka di Minangkabau sebagaimana tergambar dalam  istilah “ jua ndak dimakan bali, gadai ndak makan sando ”, yang ditetapkan  dalam pengaturan tanah ulayat demi mempertahankan pusaka tinggi masyarakat hukum adat. Berangkat dari pemikiran demikian, saya mempertanyakan apakah pengaturan harta ini sama dengan sistem yang dianut oleh negara-negara sosialis ?

PERDA No. 6 Tahun 2008 (Sumbar), menyatakan bahwa tanah ulayat bersifat tetap berdasarkan filosofi adat Minangkabau  “ jua indak makan bali, gadai ndak makan sando ”. Tanah ulayat meliputi tanah ulayat nagari, ulayat suku, ulayat kaum, ulayat rajo, dan mungkin tanah-tanah yang berstatus ganggam nan bauntuak bagi kalangan padusi/perempuan di ranah Minangkabau

Mengamati perlindungan tanah ulayat di Sumatera Barat, semula saya bertanya, apakah tidak akan menyebabkan semakin sulitnya investor untuk menanamkan modalnya? Setiap pulang kampung, saya tidak melihat gerak pembangunan yang memadai di ranah Minang. Namun demikian, saya mendukung konsep jua ndak dimakan bali, gadai ndak makan sando, sebagai pengikat sistem kepemilikan tanah yang kokoh dan bertujuan untuk melindungi warganya. Artinya, meskipun tanah bisa dibeli tetapi tidak bisa dimiliki, apalagi jika digadaikan─jaminan. Tanah tidak berada dalam genggaman pemberi gadai.  Inilah konsep pertanahan yang paling ilahiah, karena tidak menimbulkan keserakahan bagi pihak-pihak yang ingin menguasai tanah dengan dalih yang bertentangan dengan aturan adat.  Disinilah keunggulan adat Minangkabau itu demi mempertahankan property keluarga, kaum, suku dan Nagari.

Dengan merujuk pada pendapat Ali Syariati (sosiolog Iran), saat kami mendiskusikannya di milist RantauNet,   Datuk Endang Pahlawan berupaya menjelaskan tentang situasi dan hubungan sosial yang terkait dengan perlindungan masyarakat. Datuk Endang Pahlawan mengutip buku Ali Syariati “ Tugas Cendekiawan Muslim”  yang diterjemahkan oleh Amien Rais, ada dua  profesi tertua di dunia yaitu bertani dan berburu, yang dapat disimplifikasi menjadi reproduksi dan ekstraksi. Di Minangkabau ada istilah manaruko (mengambil apa yang disediakan oleh alam) dan meramu (mengolah untuk mendapatkan hasil).  Lanjutkan membaca ‘Adat Minangkabau Bersifat Supra Sistem’

03
Des
11

Peran Bako di Kampuang Kami

Oleh : Reni Sisriyanti

 

Betapa besar peran saudara Ayah atau Bako di kampuang kami. Bako , adalah sebutan untuk keluarga dari bapak.  Siapa yang  mengatakan mereka tidak ada perannya ?  Semenjak lahir sampai saat nanti kita dikuburkan – kita tidak akan luput dari peran bako ini. Berikut ini catatan saya mengenai peran bako itu : Lanjutkan membaca ‘Peran Bako di Kampuang Kami’

30
Nov
11

~ Padusi ~ perempuan yang mendayung biduk ke hulu.

 

“Berhentilah Anda  mangayuh biduk ke hilir”. Cobalah sekali-kali mendayung biduk ke hulu air”

Demikian kalimat yang menginspirasi buku ini, yang mencoba mengungkap asal-mula tatanan adat Minang sebagai alam kultural khususnya dari perspektif adat matrilineal. Atas dasar ini pula saya hendak membincang sebuah masalah perihal dunia perempuan, dari sisi naluriah seorang perempuan pula. Masalah tersebut adalah wacana polemis tentang peran sentral kaum perempuan di Minangkabau, Sumatera Barat. Sebagai perempuan yang terlahir di ranah Minang, saya ingin merespon klaim dari segelintir orang yang  mengatakan bahwa adat Minangkabau itu jahiliah adanya?

Kenapa adat Minangkabau memuliakan perempuan? Apa yang diharapkan warga Minangkabau terhadap kaum perempuannya? Bagaimana perempuan Minang menyikapi perubahan zaman?

Selain kebanggaan, buku ini juga banyak mengungkap kerisauan. Sebab, telah muncul sejumlah gejala bahwa Rumah Gadang yang menjadi simbol utama adat Minang yang menjadi kebanggaan orang Minang sedang mengalami ketirisan.

 

Penulis      : Hifni Hafida

Penerbit : Pustaka Padusi.

No ISBN : 978-602-1936-0-3

Buku dapat dipesan melalui Ibu Lina  : telp (021) 70564488, hp : 081291222806,  Fac : 021-7564302

Harga untuk Rp 50.000,- belum termasuk ongkos kirim.

22
Nov
11

“ KAUM MATRILINEAL “

oleh    : Hendri Anas 

 

I. Nasab.

Nasab secara etimologi berarti al qorobah (kerabat), kerabat dinamakan nasab dikarenakan antara dua kata tersebut ada hubungan dan keterkaitan. Ibnus Sikit berkata,”Nasab itu dari sisi ayah dan juga ibu.” Sementara sebagian ahli bahasa mengatakan,”Nasab itu khusus pada ayah, artinya seseorang dinasabkan kepada ayahnya saja dan tidak dinasabkan kepada ibu kecuali pada kondisi-kondisi exceptional.

Sedangkan nasab menurut terminologi, setelah dilakukan banyak penelitian pada berbagai referensi dari madzhab-madzhab fiqih yang empat maka tidak ditemukan tentang definisi terminologi (syar’i) terhadap nasab. Kebanyakan fuqoha mencukupkan makna nasab secara umum yang digunakan pada definisi etimologinya, yaitu bermakna al qorobah baina syakhshoin (kekerabatan diantara dua orang) tanpa memberikan definisi terminologinya.

Makna inilah yang digunakan untuk melegitimasi keberadaan nasab terhadap seorang tertentu atau tidak ada nasab baginya. Diantara berbagai definisi secara umum tersebut ada definisi dari al Baquri yaitu ia nasab adalah al qorobah (Kerabat) yang artinya rahim. Lafazh ini mencakup setiap orang yang ada kekerabatan diantara kamu dengan orang tersebut, baik dekat maupun jauh, dari jalur ayah atau ibu.”

Lanjutkan membaca ‘“ KAUM MATRILINEAL “’

11
Okt
11

` Rendang Padang `

IRWAN PRAYITNO

Gubernur Sumatera Barat

Sekali lagi tentang rendang, warisan ibunda kita. Salam hormat untuk beliau yang telah memberi kita masakan terlezat dan diakui dunia. Dari dapur para ibu kita itulah, Sumatra Barat mengguncang dunia. Luar biasa.
Adalah suatu kebanggaan bagi masyarakat Minang karena Rendang Padang dijadikan sebagai makanan terlezat di dunia versi CNNgo.com. Harian Singgalang kemudian menurunkan liputan berseri soal rendang tersebut. Ini sebuah apresiasi atas kekayaan kuliner Ranah Minang. Tentu kebanggaan dan apresiasi tersebut harus ditindaklanjuti dalam bentuk berbagai kebijakan dan program agar kebanggaan tersebut tetap terasa bagi masyarakat Minang di seluruh dunia.
Rendang Padang merupakan warisan tradisi kuliner di Sumbar walaupun masing-masing daerah memiliki sentuhan serta cita rasa tersendiri jika diamati secara detil. Rendang Padang sudah menjadi makanan orang Indonesia sehingga tidak hanya orang Minang saja yang bisa membuatnya tapi juga orang di Malaysia atau Singapura.
Dengan nama Rendang yang telah dinilai sebagai makanan terlezat tentu kita selaku “produsen” mengharapkan tidak akan mengecewakan konsumen penikmat Rendang Padang.
Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat yang membuat ” Rendang Padang ” untuk dijual ke publik melalui restoran/rumah makan di seluruh Indonesia dan dunia maupun dijual melalui catering dan juga yang dijual untuk kepentingan umum lainnya. Seyogyanya mereka betul-betul komitmen dan konsisten dalam membuat Rendang Padang sehingga rasanya tidak mengecewakan konsumen sesuai harapan peserta polling dan pengunjung CNNgo.com, pemirsa CNN dan juga masyarakat dunia.
Sebagai contoh, memasak Rendang Padang memakan waktu lebih kurang 4 jam, lalu sebagian orang ingin praktis dan cepat maka dimasaklah dengan tidak mengikuti kaidah waktu dan ketentuan yang sudah ada. Akibatnya rasanya kurang enak dan bentuknya kurang bagus.
Rendang Padang menjadi terkenal di dunia karena memang kelezatan santan kelapa yang dimasak dari mulai warnanya putih kemudian berubah kuning kemudian coklat hingga kehitaman sehingga menimbulkan aroma yang lezat tiada bandingnya.
Rasa dan aroma inilah yang merupakan khas Rendang Padang.
Penulis menyebut Rendang Padang untuk membedakan dengan rendang yang lain, termasuk yang dari Malaysia. Penyebutan ini telah lazim di Indonesia. Untuk skala dunia penyebutan ini juga bermakna sebagai benteng kekayaan kuliner Indonesia. Rendang Padang inilah yang diakui pemirsa CNN sebagai makanan terlezat di dunia meskipun tertulis hanya “Rendang dari Indonesia.” Para ahli kuliner juga menyebut Rendang Padang sebagai cara untuk menjaga orisinalitasnya.
Rendang Padang juga bisa disebut sebagai makanan khas Indonesia karena Rendang Padang sudah dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia. Sekaligus merupakan produk asli dari Indonesia yaitu Sumatra Barat. Tidak ada orang Indonesia yang tidak kenal dengan Rendang Padang, selain karena adanya restoran/rumah makan padang di berbagai wilayah yang menyebabkan kepopulerannya juga karena sudah dibuat oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.
Kami melihat peluang besar, khususnya bagi masyarakat Minang, untuk membuka peluang usaha dan juga masyarakat dunia.
Ini perlu dijadikan momentum besar agar Rendang Padang bisa menjadi produk industri besar yang siap diekspor karena mampu bertahan sekian bulan dibanding makanan negara lain di dunia. (*)

08
Sep
11

NAGARI SEBAGAI UNIT KESATUAN KEAMANAN DAN PERTAHANAN

Oleh : Mochtar Naim

Dari empat fungsi utama Nagari yang terlembaga di Minangkabau dan Sumatera Barat sekarang ini, termasuk Nagari sebagai unit kesatuan Keamanan dan Pertahanan. Tiga yang lainnya adalah: (1) Nagari sebagai unit kesatuan administratif pemerintahan di tingkat terendah seperti Desa di Jawa dalam konteks NKRI sekarang ini; (2) Nagari sebagai unit kesatuan Adat dan Sosial-Budaya; dan (3) Nagari sebagai unit kesatuan ekonomi.

Nagari sebagai unit kesatuan keamanan dan pengamanan serta pertahanan merupakan bahagian yang tidak bisa dipisahkan dan dilepaskan dari Nagari sebagai unit kesatuan administratif pemerintahan dan dua yang lainnya. Sebagai unit kesatuan administratif pemerintahan maka Nagari pun mengatur aspek keamanan dan pengamanan serta pertahanan secara otonom sesuai dengan sifat Nagari yang coraknya juga otonom seperti selama ini. Karenanya orang tidak akan menemukan ada perangkat kepolisian apalagi kemiliteran sebagai aparat dari Nagari di Nagari. Orang baru menemukan aparat kepolisian dan kemiliteran di Kecamatan dan Kabupaten dst ke atas. Hanya karena Nagari seperti juga Desa adalah bahagian dari wilayah Resor Kecamatan dan Kabupaten, maka Kepolisian di mana diperlukan akan turun ke Nagari seperti juga ke Desa yang sifatnya ad hoc dan insidental. Bantuan pada Kepolisian dimintakan kalau sudah tidak bisa ditangani langsung sendiri. Secara internal di Nagari urusan keamanan dan pertahanan dilakukan sendiri oleh Nagari sebagai bahagian dari sistem berNagari. Prinsip yang dipakai adalah: “Padi dikebat dengan daunnya.” Lanjutkan membaca ‘NAGARI SEBAGAI UNIT KESATUAN KEAMANAN DAN PERTAHANAN’




Pengunjung

  • 1,042,978 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Oktober 2017
S S R K J S M
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

ARSIP

Flickr Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: