Posts Tagged ‘adat badusanak

09
Mar
10

Kedudukan kaum Laki-laki dalam Sistem Matrilinial di Minangkabau

Oleh : Drs. Yulius NP – Inyiak Lako

kedudukan sebenarnya seorang pria di Minangkabau ? Secara ringkas ada tulisan ini dibuat oleh Pangarang Buku ” Mambangkik Batang Nan Tarandam Adat Budaya Minangkabau yang bernama ” Yulius  Inyiak Malako Nan Putiah ” . Beliau berkenan memberikan tulisan – sebagai sumbangsih beliau kepada Steering Committe Kongres Kebudayaan Minangkabau Kelima.

Setiap laki-laki di Minangkabau mengemban dua fungsi dan kedudukan, yaitu :

1.  Sebagai MAMAK dirumah orang tuanya .
2.  Sebagai RANG SUMANDO dirumah istrinya .

1.      Laki-laki sebagai MAMAK

a.      Dalam struktur kepemimpinan Suku, setiap laki-laki secara selektif bisa menduduki Pangulu Pucuk Suku, Pangulu Andiko atau Pangulu Kepala Waris. Bagi yang tidak terpilih jadi Pangulu bertugas sebagai, Tungganai, Ulama atau Dubalang .

b.      Dalam rumah tangga orang tuanya – Kaum Laki-laki berkedudukan sebagai Mamak Rumah. sebagai Mamak Rumah dia bertugas :

1). Membimbing/memberi pelajaran dan contoh/tauladan bagi semua kemenakannya laki-laki maupun perempuan tentang adat istiadat hidup bermasyarakat .
2). Mengawasi dan melin dungi seluruh kemenakan nya laki-laki maupun perempuan dari segala hal yang mungkin merugikan atau memalukan kaumnya .
3).  Memberikan bantuan ekonomis untuk semua kemenakannya dalam bentuk materi atau tenaga dua pertujuh dari pengaha silannya.

Merealisasikan falsafah  ” Anak dipangku , kamanakan dibimbiang “, dengan cara yaitu ; pada jumlah 7 Hari, ia dapat membagi waktu, yaitu : Lima ( 5 )  hari untuk memangku anaknya. Menunjuk ajari anak dengan ajaran dan pituah menurut tuntunan Agama Islam. Kemudian 2 hari dipergunakan untuk membimbing kemenakan. Bagaimana bentuk bimbingan itu – bagaikan seorang pendidik kepada muridnya. Bimbingan  yang diberikan sesuai dengan moral dan etika agama dan budaya.

4).  Melindungi dan mengatur pengelolaan dan penggarapan harta pusaka tinggi, sawah atau ladang , dan mengawasi penggunaan hasil bumi dari pusaka tinggi .
5).  Mewakili kaumnya dalam Rapat/gotong royong Nagari .

2. Laki-laki sebagai RANG SUMANDO .
a.   Sehari-hari dia dalam kedudukan yang dihormati, nama kecilnya tidak boleh dipanggil, harus dipanggil dengat gelar pusakanya.

b.   Rang Sumando bertanggung jawab penuh atas nafkah untuk istri dan anak2nya

c.   Semua rapat atau pertemuan para Mamak Rumah harus setahu dia, dan dia yang menyiapkan rumah serta keberlangsungan acara.  Apabila penyelenggaraan rapat tersebut terkait dengan penyelesaian masalah kaum di keluarga istrinya, maka Urang Sumando diperboleh hadir dan tidak hadir . Sebagaimana pedomana adat yang menyatakan : ” Pai jo mupakat – tingga jo rundingan ) .

d.   Apabila KAUM di keluarga isterinya berkehendak mengangkat anaknya menjadi Panghulu, maka harus atas persetujuan RANG SUMANDO ini – sebagai ayah/bapaknya. Begitu pula jika anaknya akan melangsungkan perkawinan, meskipun dalam pelaksanaan acara perhelatan – seorang MAMAK dapat ikut campur/membatalkan –  apabila dikawatirkan akan merugikan, atau memalukan kaumnya, maka ayah/bapak tetap dimintakan pendapatnya.

Peran Rang Sumando – yang bisa berdiri tegak diatas keluarga isteri dan menjadi tempat bertanya dan menyelesaikan yang kusut disebut oleh orang Minangkabau urang Sumando yang demikian RANG SUMANDO NINIAK MAMAK.

Bagi golongan Rang Sumando Kacang Miang atau Rang Sumando Langau Hujau dan Rang Sumando Lapiek Buruk – karena tidak mampu menjalankan perannya, maka tidak akan pernah diajak diajak berunding oleh keluarga isterinya.

Demikian suwarih nan ambo jawek, mudah2an dapat melengkapi draft materi KKMP .

Wassalam dari :
Inyiak Lako, L-74, DEPOK .
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

22
Mei
08

SISTEM KEKELUARGA MATRILINIAL

Pengantar :
Artikel ini dikutip dari tulisan Buya H.Mas’oed Abidin, – yang ditulisnya di blog beliau, semoga dapat menjadi referensi bagi siapanpun yang ingin memahami eksistensi wanita dalam adat dan budaya minang serta kedudukan pria sebagai pemegang kendali kaum. Kaum adalah sekelompok masyarakat hukum adat yang seketurunan ibu hingga nenek dari nenek dalam garis lencang keatas. Wanita adalah penerus garis keturunan dan pria adalah penjaganya. Sehingga tidak ada yang perlu dikawatirkan terhadap timbulnya benturan antara adat dan agama, yang keduanya menjadi sendi kehidupan masyarakat Minang kabau. Untuk lebih memudahkan pemahaman dalam mengenal secara mendalam apa yang menjadi landasan ” Sistem kekeluargaan matrilineal “, itu maka kami memilahnya menjadi beberapa bagian pokok tanpa mengurangi isi dan kandungan Buya Mas`oud tersebut. Semoga artikel yang dirilis ini bermanfaar bagi kita yang selalu melestarikan adat dan budaya minang sepanjang masa. Sesuai dengan pepatah minang yang berbunyi ; adat yang indak lakang dek paneh dan indak lapuak dek hujan. Lanjutkan membaca ‘SISTEM KEKELUARGA MATRILINIAL’

15
Mei
08

~Pengaturan Harta Pusaka~

Harta pusaka yang dalam terminologi Minangkabau disebut harato jo pusako. Harato adalah sesuatu milik kaum yang tampak dan ujud secara material seperti sawah, ladang, rumah gadang, ternak dan sebagainya. Pusako adalah sesuatu milik kaum yang diwarisi turun temurun baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Oleh karena itu di Minangkabau dikenal pula dua kata kembar yang artinya sangat jauh berbeda; sako dan pusako. Lanjutkan membaca ‘~Pengaturan Harta Pusaka~’

15
Mei
08

~Peranan Laki-laki Minang Dalam Sistem Matrilineal~

Kedudukan laki-laki dan perempuan di dalam adat Minangkabau berada dalam posisi seimbang. Laki-laki punya hak untuk mengatur segala yang ada di dalam perkauman, baik pengaturan pemakaian dan pembagian harta pusaka. Perempuan sebagai pemilik harta pusaka dapat mempergunakan semua hasilnya untuk keperluan keluarga besarnya, meliputi ; anak dan kemenakan, anak pisang, dll sesuai dengan maksud dan tujuan pemanfaatan harta pusaka. Peranan laki-laki di dalam dan di luar kaumnya menjadi sesuatu yang harus dijalankannya dengan seimbang dan sejalan. Tugas dan fungsi seorang laki-laki di Minangkabau masing-masing memiliki peran yang disesuaikan dengan usia dan pengamalan. Tengoklah pada uraian berikut ini, yang dapat diklasifikasi sebagai berikut, yaitu :
a. Peran laki-laki Minang sebagai kemenakan,
b. peran laki-laki Minang sebagai Mamak,
c. Peran laki-laki Minang sebagai Penghulu.
Selain itu bagaimana hubungan seorang kemenakan dengan seorang Mamak dapat dilihat pada hubungannya yang sangat khas. Lanjutkan membaca ‘~Peranan Laki-laki Minang Dalam Sistem Matrilineal~’

15
Mei
08

~Peranan Laki-laki Diluar Kaum~

Selain berperan di dalam kaum sebagai kemanakan, mamak atau penghulu, seorang anak lelaki setelah dia kawin dan berumah tangga, dia mempunyai peranan lain sebagai tamu atau pendatang di dalam kaum isterinya. Artinya di sini, dia sebagai duta pihak kaumnya di dalam kaum istrinya, dan istri sebagai duta kaumnya pula di dalam kaum suaminya. Satu sama lain harus menjaga kesimbangan dalam berbagai hal, termasuk perlakuan-perlakuan terhadap anggota kaum kedua belah pihak. Lanjutkan membaca ‘~Peranan Laki-laki Diluar Kaum~’

15
Mei
08

~ Kaum dan Pasukuan ~

KAUM DAN PESUKUAN
Orang Minangkabau yang berasal dari satu keturunan dalam garis matrilineal merupakan anggota kaum dari keturunan tersebut. Di dalam sebuah kaum, unit terkecil disebut samande.Yang berasal dari satu ibu (mande). Unit yang lebih luas dari samande disebut saparuik. Maksudnya berasal dari nenek yang sama. Kemudian saniniak maksudnya adalah keturunan nenek dari nenek. Yang lebih luas dari itu lagi disebut sakaum. Kemudian dalam bentuknya yang lebih luas, disebut sasuku.Maksudnya, berasal dari keturunan yang sama sejak dari nenek moyangnya. Suku artinya seperempat atau kaki.
Jadi, pengertian sasuku dalam sebuah nagari adalah seperempat dari penduduk nagari tersebut. Karena, dalam sebuah nagari harus ada empat suku besar. Padamulanya suku-suku itu terdiri dari Koto, Piliang, Bodi dan Caniago. Dalam perkembangannya, karena bertambahnya populasi masyarakat setiap suku, suku-suku itupun dimekarkan. Lanjutkan membaca ‘~ Kaum dan Pasukuan ~’

09
Apr
08

` Malakok `

Ditulis oleh : Azmi Dt.Bagindo pada Cimbuak.net, Rabu, 02 April 2008

malakokMalakok di minangkabau adalah proses bergabungnya seseorang dengan adat minangkabau, sehingga orang tersebut bisa disebut orang minang.”Malakok”, ado tiga kelompok anggota masyarkat atau pendatang yang berasal dari luar adat nan salingka nagari atau dari luar Minangkabau yang dapat di lakokkan atau dimasukkan kedalam sebuah suku yang ada di nagari-nagari di Minangkabau, seperti Urang Samando, anak ujung ameh atau anak pusako, dan para pendatang baik sebagai pegawai atau pedagang yang tinggal dalam waktu lama di Minangkabau. Lanjutkan membaca ‘` Malakok `’




Pengunjung

  • 1,018,928 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Agustus 2017
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ARSIP

Flickr Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: