23
Feb
11

‘Istana Balun’


Untuk melestarikan adat dan budaya di Ranah Minang, tampaknya kita perlu mendukung upaya keluarga terhormat di Minangkabau dalam merawat rumah gadangnya  – yang saat ini semakin terkikis oleh perkembangan zaman.  Tidak banyak lagi keluarga – dalam kedudukan ‘ TRAH ” tertentu yang mampu mempertahankan kedudukan dan status sosialnya dimasa lalu untuk masa kini..

Mereka menyebut rumah ini ” ISTANA BALUN”. Istana yang berbentuk rumah gadang, atap bagonjong, ini terletak di Jorong Balun, kecamatan Koto Parik Gadang . Dinding luar berukiran yang didominasi warna merah hijau dan kuning. Perhatikanlah bangunan rumah gadang ini – tidak simeteris, sehingga bangunan Rumah gadang dengan anjung (tangga) yang menuju ruang dalam rumah terletak tidak tepat di tengah, tetapi berada agak lebih ke kiri bangunan. Itulah berbagai macam model rumah gadang yang ada di Ranah Bundokanduang.

Saat ini, rumah tersebut di rawat oleh Ibu Ros ( Putri Ros Dewi Balun) . Ia adalah generasi ke 16 dari Rajo Balun, Daulat yang dipertuan Tuanku Rajo Bagindo, Raja adat, salah satu dari Raja Nan Empat di Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu.

Puti Ros – demikian ia dipanggil, menjelaskan bahwa sesuai dengan sistem pemerintahan yang dianut di wilayah ini, maka kepemimpinan dalam struktur ” Rajo Nan Ampek , bahwa dalam sistem kerajaan ini –  terdapat raja yang mempunyai fungsi dan kewenangan yang berbeda, mereka adalah:

  1. Daulat Yang Dipertuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah (Rajo Daulat/Rajo Alam).
  2. Tuanku Rajo Bagindo ( Rajo adat)
  3. Tuanku Rajo Malenggang
  4. Tuanku Rajo Batuah

Rumah gadang ini diperkirakan sudah berumur sekitar 600 tahun dan pernah terbakar pada zaman Belanda dulu. Api yang melalap rumah ini segera mati karena bahan bakarnya habis,  namun rumah gadang itu masih tetap utuh. Pada zaman Jepang Rangkiangnya pun pernah sengaja dibakar oleh Jepang.

Dalam istana ini tersimpan bermacam koleksi, ada beberapa peralatan yang merupakan perlengkapan yang digunakan untuk penobatan raja, naskah kuno yang dipamerkan dalam lemari kaca, keramik, serta di anjungan sebelah kiri pintu masuk terdapat kamar yang dijadikan sebagai ruang pamer kamar pengantin.

Naskah Balun yang ada disini merupakan naskah asli, ditulis dengan huruf arab gundul, menurut si empunya rumah –  menunjukkan bahwa terdapat hubungan Pagaruyung dengan Rantau (Sultan Nan Satapan pada abad ke 15 dan 16), serta Struktur Alam Surambi Sungai Pagu.

Koleksi Istana Balun :


Iklan

2 Responses to “‘Istana Balun’”


  1. Januari 20, 2014 pukul 8:49 pm

    saya memberi sedikit komentar,kerajaan pagaruyung telah mulai ada bahkan sebelum aditiawarman pulang ke minang kabau ,jadi dngan kepulangan aditiawarman adalah untuk menerima warisan tahta sekaligus memperkuat kerajaan

  2. Januari 20, 2014 pukul 8:52 pm

    bahwasanya seperti yang telah di tuliskan oleh bpk mansyoer dan juga buku mid jamal telah membuka kelemahan tambo selama ini dan masa kegelapan kerajaan minangkabau telah mulai terungkap


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Pengunjung

  • 1,044,678 hits

Palanta Minang

adat_dan_budaya_copy

Urang Minang

URANG_MINANG_BARU

Cimbuak

cimbuak

” Istana Kunang – Kunang”

http://hyvny.wordpress.com

KALENDER

Februari 2011
S S R K J S M
« Des   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

ARSIP

Flickr Photos

Aggregator Blog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Page Rank

Blog Indonesia

Blog Catalog

Culture Blogs - Blog Catalog Blog Directory

%d blogger menyukai ini: